Komunitas TDA

Erie Sudewo: TDA Adalah Gerakan Strategis

Demikian kesimpulan yang bisa saya tarik dari pernyataan mantan Direktur Dompet Dhuafa

Repulika yang hadir di silaturahmi TDA, Ahad 6 April lalu.

Dalam sambutan singkatnya, Pak Erie yang belum lama bergabung di TDA ini menyampaikan alasan-alasan kenapa beliau bisa menyimpulkan seperti itu.

Dompet Dhuafa adalah sebuah gerakan social entrepreneur yang fenomenal di negeri ini. Lembaga yang lahir dari Harian Republika di awal tahun 90-an ini telah mengubah wajah bangsa dan menginspirasi lahirnya banyak lembaga serupa.

Namun, belakangan Pak Erie dan teman-temannya mengamati bahwa gerakan itu tidak begitu berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan. Jumlah orang miskin makin bertambah di Indonesia, bukannya berkurang.

Akhirnya beliau berkesimpulan bahwa untuk mengurangi seribu dua ribu orang miskin adalah pekerjaan Dompet Dhuafa dan kawan-kawan. Tapi untuk mengurangi sejuta orang miskin adalah pekerjaan pemerintah.

Masalahnya, negara ini adalah negara gagal menurutnya. Pertumbuhan ekonomi tidak mengurangi orang miskin, hukum dan advokasi tidak lagi punya wibawa, korupsi merajalela.

Orang miskin di mana-mana. Bahkan banyak kasus bunuh diri terjadi lantaran tak kuat menghadapi beban hidup.

Gerakan charity untuk pengentasan kemiskinan justru melanggengkan kemiskinan itu sendiri. Orang miskin berkumpul dengan orang miskin akan menimbulkan kekacauan.

Maka, di sinilah peran strategis kelompok-kelompok masyarakat yang berdaya ekonomi seperti TDA ini.

Pengusaha berkumpul dengan sesamanya dan melakukan gerakan seperti Tangan Di Atas ini, dampaknya akan sangat luar biasa.

“Sudah lama saya memikirkan hal ini. Namun ternyata TDA sudah bergerak di posisi strategis itu dengan kegiatan nyata”, tutur kolumnis tetap di Harian Republika ini.

“Saya tidak pernah tertarik bergabung dengan komunitas-komunitas apa pun. Tapi, ketika Hertanto menceritakan TDA ini, saya langsung tertarik untuk bergabung”, lanjutnya.

Pak Hertanto adalah salah satu founder TDA yang juga mantan wakil direktur Dompet Dhuafa. Selain di TDA, beliau juga aktif sebagai pengurus Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Badan Amil Zakat (BAZNAS).

Pak Hertanto sendiri berulang kali mengatakan kepada saya bahwa program mastermind yang digalakkan di TDA ini dampaknya akan luar biasa di masa depan.

Orang-orang sukses di luar sana, rata-rata punya mastermind. Bedanya, kelompok mastermind TDA diorganisir dan tertata rapi. Di masa depan, dampak dari mastermind ini akan sangat signifikan.

Di akhir sambutan singkatnya, Pak Erie juga berjanji akan mengajukan sebuah konsep strategis untuk TDA, yaitu Entrepreneur Leadership (EL).

EL ini lebih dari sekedar entrepreneurship. Tapi sudah beyond entrepreneurship. EL adalah entrepreneuship visioner.

Mari, sama-sama kita tunggu konsep dari beliau ini.

Semoga bermanfaat, dan kita semua tetap semangat memajukan gerakan strategis TDA ini.

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Moslem Fashion, Founder Komunitas TDA

NB: Kemarin saya bertemu dengan Mas Andrias Ekoyuono, product planning & strategy manager PT. Agranet Multicitra Siberkom (Detik.com). Ini adalah langkah awal kerja sama TDA dengan Detik.com yang akan mensosialisasikan produk khusus untuk UKM. Kami sepakat untuk bekerja sama dan Mas Andrias berniat untuk roadshow bersilaturahmi dengan teman-teman TDA di daerah. Member TDA daerah (Malang, Joglo, Semarang, Surabaya, Bandung) siap-siap menerima kunjungan ya…

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s