Business

Manet dan Corporate Social Responsibility

Beberapa hari lalu saya ditelepon oleh Bu Hj. Ida Busnetty, SE, MM, dosen FE Universitas Trisakti yang meminta kesediaan saya untuk diwawancarai dalam rangka penelitian mengenai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan saya, Manet.

Penelitian itu sendiri dilakukan oleh CECT- USAKTI – Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector, sebuah lembaga riset di bawah Magister Management USAKTI. Hasil penelitian itu sendiri akan digunakan sebagai bahan studi di Magister Management CSR USAKTI. Saya sendiri baru tahu bahwa studi mengenai CSR sudah ada program magisternya.

Permintaan dari dosen yang kandidat doktor di bidang Ekonomi Syariah ini tidak serta merta saya terima.

Apa hubungannya Manet dengan CSR? Saya tidak merasa telah melakukan program CSR. Lagi pula, mahluk CSR itu menurut pandangan saya adalah milik corporate-corporate besar yang memberikan grant besar-besar untuk kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan.

CSR apa yang dilakukan Manet yang skalanya masih imut-imut ini?

Namun setelah diyakinkan akhirnya saya menerima permintaan itu.

Maka, kemarin datanglah Bu Dini Hariyanti, SE. ME, Program Director CECT – USAKTI untuk mewawancarai saya perihal CSR yang dilakukan oleh Manet.

Sebelum wawancara, saya diperkenalkan bahwa mungkin istilah CSR kurang tepat untuk perusahaan skala UKM seperti Manet ini. Ia memperkenalkan istilah baru yaitu BSR – Business Social Responsibility. Ia juga tertarik dari cerita Bu Ida dengan aktivitas Komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang saya didirikan tahun 2006 lalu.

Saya mengangguk setuju. Jika peran saya mendirikan TDA ini dianggap sebagai program BSR dari Manet, saya bisa menerimanya.

Bu Dini sendiri bersama timnya tengah menyusun model CSR a la Indonesia sebagai studi kasus di MM CSR USAKTI. Kebanyakan studi kasus SCR selalu mengacu ke perusahaan-perusahaan di barat dan levelnya corporate.

Ia meyakini, di Indonesia dengan jumlah pelaku bisnis UKM yang jutaan secara tidak langsung juga telah melakukan CSR atau BSR ini.

Saya setuju dengan pendapatnya. BSR dilakukan secara tidak langsung dan merupakan effect 90 degree (tanpa sengaja) dari aktivitas bisnis kita. Saya memberikan contoh kasus bisnis klinik herbalnya Bu Aning Harmanto yang berdampak kepada kesejahteraan para tukang ojek di sekitarnya. Mereka mendapat limpahan rezeki dari pasien-pasien yang datang ke klinik tersebut.

TDA yang saya dirikan tanpa sengaja ini adalah dampak 90 degree dari “kelimpahan” waktu yang saya miliki yang kemudian saya gunakan untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui blog.

Maka, saya ceritakanlah secara panjang lebar berikut slide presentasi mengenai apa dan dan bagaimana kiprah TDA selama ini.

“Nah, itulah bentuk BSR dari Manet”, ujar Bu Dini.

Terus terang, hidung saya sempat mengembang juga mendapat apresiasi seperti ini.

Namun, saya menjelaskan bahwa aktivitas saya mengembangkan TDA ini tidak dalam bentuk finansial atau bantuan materil. Saya lebih banyak berperan memberikan waktu, pikiran dan sedikit tenaga. Meski pun ada materilnya, tapi jumlahnya relatif sedikit.

Mudahan-mudahan hasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan model-model BSR a la Indonesia nantinya.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Seperti biasa, saya selalu melihat peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh TDA. Kebetulan CECT punya ruangan kelas menganggur di siang hari di Menara Batavia. Kapasitasnya bisa untuk 30 orang. TDA selama ini memang kesulitan dalam mencari ruangan yang pas untuk kelas-kelas pelatihan dan seminarnya. Insya Allah, Bu Dini bersedia membantu supaya kelas ini bisa dimanfaatkan oleh TDA.

NB 2: TDA Goes To USAKTI. Insya Allah, bulan Mei nanti saya dan Pak Haji Ali akan diundang sebagai pembicara dalam seminar entrepreneurship bagi mahasiswa USAKTI.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s