Books and Learning, Life, Mindset

Paradigma Mentok dan Paradigma Tumbuh

Ini istilah yang saya dapatkan di buku terbarunya Joe Vitale, Buying Trances.

Menurutnya ada dua cara pandang mengenai pertumbuhan dalam kehidupan: paradigma mentok dan paradigma tumbuh.

Paradigma mentok adalah ketika kita menyimpulkan bahwa kita tidak dapat lagi menguasai hal-hal baru dalam suatu bidang. Seberapa keras pun usaha kita, tetap saja tidak bisa. Kemampuan kita sudah mentok.

Di sisi lain ada yang namanya paradigma tumbuh, yaitu di mana kita bisa menguasai sesuatu kemampuan dengan mengerahkan segenap konsentrasi, energi, waktu dan pikiran untuk mencapainya. Di sini kemampuan kita menjadi fleksibel. Kita menjadi bertumbuh.

Di dalam kehidupan kita, pasti mengalami kedua paradigma itu.

Contohnya adalah paradigma mentok saya. Saya tidak mungkin menjadi pianis jazz. Paradigma saya di bidang musik sudah mentok, hanya menjadi penikmat saja.

Meskipun suka melukis, saya tidak mungkin menjadi pelukis. Saya tidak mungkin menjadi penulis novel sastra. Saya tidak mungkin menjadi fotografer.

Itu semua adalah paradigma mentok saya yang tidak mungkin ditembus.

Nah, menurut Joe Vitale sebaiknya kita mengubah sikap dan cara pandang terhadap paradigma mentok itu menjadi paradigma bertumbuh.

Ide-ide atau konsep-konsep baru yang diperkenalkan kepada kita bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk dicapai. Kita hanya baru mengetahui saja. Belum mencoba menerapkan. Mengetahui dan menerapkan adalah hal berbeda.

Saya membayangkan hal-hal yang dulu menurut saya tidak mungkin, tapi sekarang malah akrab dengan kehidupan saya.

Dulu saya takut sekali dengan mata kuliah komputer. Setiap semester saya selalu menghindarinya. Sampai akhirnya saya kepepet tidak ada pilihan lagi harus mengambil mata kuliah itu.

Ternyata, setelah dicoba tidak seseram seperti yang saya bayangkan. Bahkan setelah lulus mata kuliah itu, saya malah terpilih menjadi instruktur laboratorium komputer dan mendidik adik-adik kelas lainnya.

Sejak itu saya enjoy dengan komputer dan sampai sekarang hidup saya tidak bisa lepas dari komputer. Malah penghasilan saya terkait dengan penggunaan komputer. Saya dapat banyak teman dari komputer (internet) dan sebagainya.

Paradigma tertutup saya sekarang berubah menjadi paradigma bertumbuh.

Jadi, pesan yang ingin disampaikan oleh Joe Vitale adalah: kita jangan antipati dulu dengan hal-hal baru. Tetaplah berpikiran terbuka (open mind).

Cobalah hal-hal baru. Temukan kegembiraan di saat mencoba pengalaman baru itu.

“Bayangkan otak anda membentuk rantai-rantai hubungan baru ketika menemui tantangan dan belajar darinya. Tetaplah berusaha”, kata psikolog Carol Dweck.

“Menyadari tahap-tahap awal dalam proses belajar terasa sangat sulit dan tidak nyaman adalah satu hal. Namun, menggunakan ketidaknyamanan itu sebagai alasan untuk tidak mempelajari hal-hal baru adalah hal lain yang berbeda”, tambah Steve Adams dalam bukunya Six Blind Elephants.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s