Life

Sulitnya untuk Konsisten Berolah Raga…

Sore ini saya ditelepon oleh staf marketing dari tempat latihan kebugaran di mana saya menjadi salah satu membernya.

Ia menawarkan sebuah program membership yang lebih murah untuk saya yang terbilang jarang berolah raga ini. Bahkan, beberapa bulan belakangan ini saya tidak pernah lagi mengunjungi tempat fitness itu.

“Daripada Pak Roni bayar sekian juta per tahun tapi jarang digunakan, lebih baik ikut program ini. Cukup bayar dimuka sekian juta rupiah, Pak Roni bisa menikmati fasilitas membership selama 4 tahun!”, rayunya.

Wah, hampir “goyang” juga saya dibuatnya.

Memang, iuran bulanan selama beberapa bulan ini terbuang mubazir karena tidak pernah digunakan. Istri saya juga telah mendesak supaya berhenti saja.

Tapi saya menjawab tidak, dengan alasan bahwa hal ini penting. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Cuma masalahnnya saya sekarang lagi malas aja. Nanti juga akan dimulai lagi. Nanti… entah kapan… Hehe…

Memang, kalau lagi kumat malasnya, sulit sekali rasanya untuk memulai lagi. Padahal dengan membayar membership bulanan yang cukup mahal ini adalah alasan terakhir saya untuk memaksa diri supaya konsisten berolah raga. Kalau masih malas juga, kan jadi rugi. Ternyata alasan ini nggak ngaruh juga. Males ya tetep males.

Namun, saya dapat motivasi lagi dari Om Erman yang tinggal di Duri, Riau itu. Kemarin kami bertemu lagi di Palembang saat mempersiapkan pesta resepsi adik ipar saya.

“Kalau lagi sibuk mau acara kayak gini, jalan paginya terganggu dong Om?”, tebak saya.

“Malah enggak. Justru tiga hari ini Om melangkah di atas 30.000 langkah setiap hari”, jawabnya kalem.

Tiga puluh ribu langkah? Wooow.

Kebetulan saat itu saya sedang online menggunakan laptop. Om meminta tolong untuk membuka situs tempat ia melaporkan jumlah langkah hariannya.

Saya bantu Om memasukkan data itu. Dan ternyata, angka yang dimasukkan itu tidak bisa diterima oleh sistimnya yang disetting maksimal 30.000 langkah, sedangkan angka yang mau dimasukkan adalah lebih dari 31.000. Akhirnya, terpaksa ditulis 30.000 saja. Woow…Luar biasa…

Kalau setiap karyawan disiplin seperti ini, perusahaannya untung banget nih.

Memang, sejak tahun 2001 kakak kandung dari ibu mertua saya ini rutin berolah raga marathon atau jalan cepat. Di usianya yang sudah 55 tahun ini, postur tubuhnya tidak pernah berubah, tetap ramping tanpa ada kelebihan lemak sedikit pun. Penyakit pun tidak pernah menghampirinya.

Meski pun begitu saya pun sempat membanggakan diri. Saya katakan bahwa jas dan celana yang saya gunakan untuk acara resepsi adalah sama dengan saya pakai waktu akad nikah tahun 2001 dulu. Artinya, bobot saya juga tidak berubah sejak masih lajang sampai sekarang. Om pun tertawa dan mengakuinya.

Biar pun terbilang tidak konsisten berolah raga, saya termasuk orang yang disiplin menjaga makanan, sehingga berat badan saya stabil sampai sekarang di angka 58 – 62 kg. Kalau sudah di atas 62 kg, saya buru-buru diet menahan makan.

Kembali ke persoalan memulai olah raga tadi, saya menjanjikan kepada staf marketing itu bahwa saya akan latihan lagi besok atau lusa.

“Jam berapa Pak? Nanti kalau sudah di sana kontak saya ya”, jawabnya bersemangat. Tentu saja, karena dia berharap akan closing penjualan dengan saya.

“Pokoknya besok atau lusa. Jamnya saya belum tentukan”, saya berkilah.

Saya jadi teringat dengan kata-kata bijak dari Socrates bahwa karakter kita itu tidak dibentuk oleh hal-hal hebat yang kita lakukan sekali-sekali. Tapi karakter kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan secara konsisten, seperti yang dilakukan Om saya ini.

Mudah-mudahan kali ini saya bisa lebih konsisten. Saya belajar banyak dari Om yang sangat disiplin ini. Pokoknya, kalau rasa malas itu timbul lagi, saya akan ingat dengan Om, 30.000 langkah sehari!

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s