Business, Life, Mindset

Bekerja Lebih Banyak versus Bekerja Lebih Sedikit

Anda pilih yang mana?

Kalau saya pilih bekerja lebih sedikit.

Bagaimana dengan hasilnya?

Oya, ada yang ketinggalan. Maksud saya adalah, saya pilih bekerja lebih sedikit tapi hasil lebih banyak.

Hehe. Curang ya.

Nggak juga.

Itu tergantung keyakinan kita. Belief kita.

Saya meyakini bahwa saya bisa mendapatkan hasil lebih banyak meski pun dengan waktu kerja lebih sedikit.

Hal ini sudah saya buktikan sendiri.

Tiga tahun belakangan ini Manet mengambil kebijakan untuk libur di hari Sabtu dan hari libur nasional lainnya.

Kebijakan ini cukup janggal di industri seperti ini. Justru di saat liburanlah orang banyak yang berbelanja. Tapi kenapa Manet malah tutup?

Hidup itu adalah pilihan. Saya memilih hal ini dengan segala konsekuensinya. Tentu, ada opportunity yang hilang di balik kebijakan ini.

Tapi yang kenyataan yang terjadi malah sebaliknya. Produktivitas tetap tinggi. Penjualan tetap meningkat.

Selain itu para karyawan pun begitu mengapresiasi kebijakan ini. Hidup mereka jadi lebih seimbang, karena banyak waktu yang bisa diluangkan untuk keluarga dan aktivitas lainnya.

Kebijakan ini sebenarnya mengalami proses yang cukup panjang. Awalnya malah saya berada di titik ekstrim yang lain, yaitu bekerja 7 hari seminggu dari pagi sampai malam tanpa libur kecuali di 2 hari lebaran.

Ekstrim ya.

Ya, dulu belief saya adalah: untuk mendapatkan hasil lebih banyak saya harus bekerja lebih banyak.

Belakangan saya diperkenalkan dengan belief baru bahwa less is more. Dengan bekerja lebih sedikit pun kita bisa mendapatkan lebih banyak.

Sekarang, secara kuantitatif mungkin saya hanya bekerja 2 jam per hari atau 10 jam per minggu.

Selain peningkatan secara finansial, hal lain yang saya rasakan adalah meningkatnya kualitas dan gaya hidup, bisa dibilang saya jauh dari stres, saya lebih menikmati hidup, hidup lebih seimbang, lebih banyak waktu dengan keluarga, lebih sehat secara jasmani dan spiritual, secara sosial bisa berkontribusi terhadap masyarakat (mengembangkan Komunitas TDA), dan sebagainya.

Itu semua tidak bisa dinilai dengan uang. Priceless.

Saya tidak mengajak anda untuk berlaku seperti saya, mengurangi waktu kerja. Hidup ini adalah pilihan dengan segala konsekuensinya. Anda tentu punya belief sendiri. Yang penting, di dalam hidup ini, kitalah yang memilih, bukan dipilihkan. Setuju ya!

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB: Insya Allah, untuk kali kedua, besok Manet akan diliput lagi oleh Astro TV untuk acara seputar bisnis busana muslim.

NB 2: Setelah membeli pedometer (alat penghitung langkah), saya aktif berjalan kaki setiap hari. Nggak gampang juga mencapai target 10.000 langkah per hari seperti Om saya di Duri itu. Rata-rata langkah saya masih di bawah 5.000. Masih jauh di bawah angka minimal, yaitu 7.500 langkah per hari.

QUOTE: Saya bukan saja menggunakan segala otak yang saya miliki, melainkan juga segala otak yang mungkin saya pinjam. – Woodrow Wilson

Iklan
Standar

One thought on “Bekerja Lebih Banyak versus Bekerja Lebih Sedikit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s