Business, Life, Money and Investing

BBM Naik, Inflasi Tinggi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Pengumuman kenaikan harga BBM tinggal menunggu hari. Setelah itu kepanikan akan merebak di mana-mana. Rakyat menjerit. Ibarat orang tenggelam, air sudah mencapai lehernya.

Tapi kita tidak usahlah ikut-ikutan menambah keresahan. Kalau golongan menengah terpelajar resah, itu jauh lebih berbahaya.

Apa yang bisa kita lakukan menyikapi semua ini? Itu yang lebih penting.

Yang jelas, pendapatan kita akan tergerus oleh inflasi itu. Harga diperkirakan akan naik di atas kenaikan BBM yang 28,7% itu.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:

1. Meningkatkan pendapatan di atas inflasi. Kalau inflasi misalnya 20%, berarti pendapatan kita harus di atas itu. Mau tidak mau bisnis kita musti dipacu untuk menghasilkan pemasukan lebih tinggi dari inflasi.

Silakan gunakan semua jurus yang kita punya untuk meningkatkan kinerja bisnis. Salah satunya adalah mempraktekkan cara-cara meningkatkan profit bisnis seperti yang pernah saya sharing di sini.

2. Mencari alternatif pelindung nilai pendapatan kita. Misalnya membeli emas atau properti. Nilai emas dan properti selalu di atas inflasi. Emas dan properti (landed) selalu kebal terhadap inflasi karena kelangkaannya.

Nasihat ini sudah disampaikan oleh Bellum Tan (pemegang authorized seminar dan produk Robert Kiyosaki di Asia Pasifik) saat berkunjung ke Indonesia tahun lalu. Katanya, harga emas akan naik. Segeralah investasi di emas. Ternyata benar, kan?

Membeli dinar? Menarik juga untuk dicoba.

3. Berhemat. Sudah tentu. Bahasa keren yang sedang nge-trend saat ini adalah simple living. Gaya hidup naturalis, sederhana, bersahaja. Di barat sana arus gaya hidup seperti ini sedang diminati.

Nggak usah malu untuk naik angkot lagi atau naik motor. Kalau ditanya, kok naik angkot? Bilang aja, saya mendukung pencegahan global warming. Gaya hidup hemat itu keren sekarang.

Reduce, re-use, recycle adalah langkah bijak yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Stop konsumsi yang tidak perlu.

Silakan baca 72 ide untuk menyederhanakan kehidupan kita dari blog Zen Habits.

4. Mendapatkan income selain rupiah. Misalnya, dollar, euro atau mata uang lainnya. Tim Ferris, di buku The 4-Hour Workweek (terlaris New York Times) berbagi kisah tentang ini. Pendapatannya dalam dollar, tapi pengeluarannya dalam rupee. Dia mencari duit di Amerika, tapi berlibur di India atau China.

Kalau bisa kita juga begitu, pendapatan dalam dollar pengeluaran dalam rupiah. Silakan cari kemungkinan-kemungkinan apa saja yang bisa kita lakukan. Tidak harus jadi TKI ya. Itu nggak kreatif banget.

Silakan ditambahkan daftarnya. Dari saya baru 4 poin itu yang bisa ditawarkan. Ini adalah pendapat pribadi saya saja.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

2 thoughts on “BBM Naik, Inflasi Tinggi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  1. zidni agni berkata:

    Earn in dollar, live in peso, compensate in rupees 😀

    Tambah lagi pak,
    Kurangi kegiatan di luar rumah yang membutuhkan mobilitas tinggi, gunakan email dan telepon untuk efisiensi. Karena tarif telepon turun, sedangkan tarif angkutan naik.

    Suka

  2. Komentar Kenaikan BBM dan Demonstasi Mahasiswa berkata:

    Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

    Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

    Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

    Mengapa???

    Lha……, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.

    Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

    Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

    Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah….
    Maunya segalanya dituruti…..
    BBM Murah….
    Pendidikan murah bahkan gratis….
    Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)…..
    Bebas penyakit….
    Bebas gizi buruk …..
    Jalan tidak berlubang……

    Trus, pikirlah dg jernih…. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)

    Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif

    Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang…..

    Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

    Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???….

    Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
    Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

    Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro….

    Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

    Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

    Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

    Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik….

    Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta…

    Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi….

    Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan…..

    Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu….

    Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya….

    Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

    Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis….

    Cukup itu dulu dari saya ya……

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s