Books and Learning, Business, Komunitas TDA, Life, Mindset, Motivasi

Break Your Mental Block NOW!



“Lho, Pak Roni ikutan juga ya?”, tanya seorang peserta workshop Mental Block Breaker kemarin (25/5). Mungkin ia heran melihat saya duduk menyimak materi yang dibawakan oleh Pak Zainal Abidin.

“Saya ingin belajar dan terlibat”, jawab saya. Pak Tung DW selalu bilang bahwa cara belajar yang efektif adalah dengan larut sepenuhnya atau terlibat. Saat memberikan kuliah umum di FE Usakti, Pak Haji Ali juga berpesan untuk terus menuntut ilmu sampai ke liang lahat.

Terus terang, saya pun masih punya mental block. Sampai hari ini saya masih belum berani membuka toko. Trauma bangkrut dengan menutup 3 toko di Tanah Abang masih membekas dalam diri saya sampai sekarang. Itulah salah satu mental block saya.

Tidak ada seorang pun yang steril dari mental block. Saya yakin semua orang pasti punya mental block dalam sisi dan kadar yang berbeda.

Tanpa keberanian memecahkan mental block, niscaya semua teori, kiat dan tips bisnis yang didapat selama ini di TDA akan sia-sia. Tidak ada artinya.

Memecah mental block adalah salah satu kunci penting untuk meraih sukses di bidang apa pun.

Umur, modal, kepintaran, keturunan, lingkungan adalah beberapa mental block yang paling populer menjadi alasan kenapa seseorang tidak melakukan sesuatu atau mengejar impiannya.

Rektor Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Republika yang lebih dikenal dengan sapaan Bang Jay ini mengungkapkan 3 tingkat mental block yang perlu diwaspadai, yaitu: Tidak Bisa, Tidak Mungkin dan Tidak Mau.

Yang paling parah adalah di tingkat Tidak Mau. Orang seperti itu ibarat mayat hidup yang berjalan-jalan. Dia sudah mati meski pun masih bernapas.

Bagaimana cara menghancurkan mental block?

Ada 2 cara efektif kata Bang Jay, yaitu: (1) memasang target tinggi dengan cara keluar dari realitas kehidupan kita dan (2) mengenali diri sendiri.

Nara sumber di Radio Trijaya ini memberikan contoh lingkaran dan titik. Lingkaran itu adalah realitas hidup kita dan titik adalah diri kita sendiri.

Tantangannya adalah bagaimana memperbesar titik itu sehingga lebih besar dari lingkaran. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana supaya terus memperbesar lingkaran dan titik itu.

Mengenal diri sendiri dapat dilakukan dengan cara merenung, tafakur atau meditasi. Lakukanlah flash back kehidupan kita. Temukan kelemahan-kelemahan yang sering dilakukan di masa lalu dan kalahkanlah kelemahan itu.

Joki yang hebat adalah yang mengenal dan dapat mengendalikan kudanya dengan baik. Jadilah joki dari pikiran dan kehidupan kita sendiri.

Menarik ya!

Ya, saya pribadi merasakan manfaat dari workshop yang digelar oleh TDA Management di Taman Wiladatika Cibubur ini. Beberapa peserta juga menyampaikan testimoni positif.

Sejak awal, workshop ini disajikan dengan cara berbeda dibandingkan kegiatan-kegiatan TDA lainnya. Lokasi kegiatan di alam terbuka itu pun baru diketahui peserta melalui SMS yang diterima pada malam hari sebelum acara.

Setelah acara ini, rencanaya akan dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih menantang dan beda dari yang sudah ada. Namanya “Sekolah Monyet”. Apa itu? Penasaran kan? Nantikan saja pengumuman dari TDA Management.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s