Telah Lahir, Forum Entrepreneur Indonesia

Macet dan tidak tahu kondisi lalu lintas Jakarta di Jumat sore mengakibatkan saya telat hadir di acara Seminar Gratis Bersama Tokoh Entrepreneur Indonesia di Universitas Jayabaya.

Untung saja saya mengajak Pak Syam dan istrinya menemani di jalan sehingga perjalanan jadi tidak membosankan.

Begitu sampai di Gedung Rektorat lantai 5, acara sudah dimulai, hadirin sudah padat dan para pembicara sudah berbagi cerita.

Saya pun dipanggil dan duduk di kursi tersisa. Wah, mau bicara apa ya?, batin saya.

“Silakan Pak Roni ceritakan apa dan bagaimana itu Komunitas TDA”, kata Pak Valentino Dinsi, penggagas acara ini.

Kalau disuruh cerita tentang TDA, tentu dengan lancar saya bisa bertutur. TDA berawal dari blog saya dan bla… bla…bla…

Saya pun menyambut gembira dengan acara yang berupaya merangkul komunitas-komunitas entrepreneur itu untuk saling bersilaturahmi dan bersinergi.

Satu hal yang membuat saya bangga adalah penulis buku yang akrab dipanggil Bang Valen ini memuji TDA dengan segala sepak terjangnya. Ia dengan jujur mengakui bahwa acara ini digagasnya karena “iri” dengan segala aktivitas dan perkembangan TDA.

Saya sendiri merasa senang bisa hadir di antara para “pendekar” entrepreneur Indonesia dengan segala prestasi dan keunikannya seperti Budi Utoyo dari Entrepreneur University (EU), Bambang Suharno dari Indonesia Entrepreneur Society (IES), Pak Khairussalim Ikhs dari Entrepreneur College, Sahmullah Rifqi dari Oase School of Entrepreneur, Elang Gumilang (Maestro Muda Indonesia), Zainal Abidin (Institut Kemandirian), Tukhas Imaroh (Universitas Jayabaya).

Saya surprise juga menyaksikan gaya Pak Khairussalim yang sangat provokatif menantang peserta untuk segera memulai bisnis. Ada peserta yang menyatakan akan memulai bisnis di usia 35 tahun. “Itu kelamaan Pak!”, katanya.

Begitu juga dengan Pak Budi Utoyo. Gayanya kurang lebih sama. Maklum dari EU. Stylenya otak kanan banget. Ia tidak setuju dengan pendapat bisnis itu bisa dikelola sambil bekerja alias sambilan. Menurutnya, kalau mau sukses bisnis itu harus diurus dengan total, full time, tidak boleh sambilan.

Pak Sahmullah lebih kalem berbicara. Yang menarik adalah bahwa 80% sukses bisnis itu tidak ditentukan oleh kemampuan teknis, melainkan hubungan kita dengan yang di atas dan sesama manusia. Hablumminallah dan hablumminannas. Setuju saya.

Pak Zainal lain lagi gayanya. Saya nggak usah ceritalah. Dari pakaiannya yang mirip montir itu saja sudah menyatakan “sesuatu”. Gayanya yang nyeleneh dan out of the box itu dipuji oleh salah satu hadirin.

Yang menarik lagi adalah satu peserta yang datang dari Bogor. Ia adalah kawan lama saya. Kami satu kampung di Magek, Bukittinggi.

Di hadapan hadirin, ia mengaku surprise melihat saya yang duduk di depan. Menurutnya saya sekarang sudah “melejit”, sedangkan ia masih biasa-biasa saja..

Life goes on Man. Time changes, people changes. Jawab saya di dalam hati.

Di akhir acara, para nara sumber sepakat untuk mendirikan Indonesian Entrepreneur Association dan secara aklamasi mendaulat Bang Valen sebagai ketuanya. Tepukan hadirin membahana tanda setuju.

Acara gratis ini insya Allah akan digelar rutin setiap bulan dan didukung oleh wakil komunitas-komunitas entreperneur yang hadir, termasuk TDA.

Selepas acara kami pun berkumpul sejenak untuk membahas hal ini. Pak Budi Utoyo dan Pak Khairussalim adalah yang paling bersemangat menyambut ide ini. “Kalau kita semua bergabung, ini akan menjadi kekuatan yang dahsyat”, kata Pak Budi berapi-api.

“Oke, kalau saya ditunjuk sebagai ketua umum, maka saya memilih Pak Roni sebagai sekjen mendampingi saya”, kata Bang Valen. Sebagian besar hadirin menyetujui dan siap mendukung sebagai wakil ketua membawahi bidang-bidang.

Saya tidak mengiyakan penunjukan itu. Tapi saya cenderung untuk tidak membuat organisasi formal dulu. Sebaiknya kita jalin silaturahmi dulu, kita samakan persepsi, biar chemistry-nya terbangun. Alhamdulillah usul saya ini disambut positif dan kita sepakati forum itu menjadi Forum Entrepreneur Indonesia.

Sepulang dari acara, masuk SMS dari Bang Valen yang berbunyi:”Terima kasih atas kesediaan teman-teman untuk berbagi. Insya Allah pertemuan ini dicatat Allah sebagai amal shalih yang akan memberatkan mizan kita di akhirat nanti”. Amiin.

“Saya berharap acara ini akan jadi Forum Entrepreneur Indonesia tanpa struktur formal dan terus berjalan saja ke mana takdir membawanya”.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

NB: Hari ini jam 11 saya diundang untuk menghadiri Pre Launching dan press conference buku Marketing Revolutionnya Pak Tung DW di Hotel Aryadutta. Acara ini digelar selepas Pak Tung menebar uang BLT Rp. 100 juta dari pesawat di sebuah tempat di Serang, Banten.

NB 2: Selepas itu saya akan mengajak keluarga besar untuk melihat rumah baru kami di daerah Ulujami, Jakarta Selatan. Alhamdulillah, rumah impian yang baru dibeli minggu lalu itu sekarang sudah menjadi kenyataan. Rumah asri dan penuh pepohonan itu sudah memenuhi kriteria saya yaitu bangunannya hanya sepertiga dari luas tanah. Sesuai dengan isu global warming dan go green.

4 pemikiran pada “Telah Lahir, Forum Entrepreneur Indonesia

  1. great…!!! two thumb utk uda ronny…!!!
    pak insya Alloh akhir Janurai 2010 ini rumah impian saya juga terwujud pak…penuh dengan pepohonan dan lahan yg luas….alhamdulillah…kalau ke purwokerto mampir pak….

    Suka

  2. go go go..
    sekalian saya ngiklan
    salam kenal
    perkenalkan saya johanson
    saya ingin mempromosikan sekolah bisnis gratis untuk mendukung indonesia kaya akan entrepreneur2 handal sehingga angka pengganguran di indonesia bisa berkurang.

    pendaftaran peserta sekolah bisnis gratis USB bandung
    untuk bulan agustus 2010.
    so buat rekan2 yang mau belajar/ tertarik jadi pengusaha
    jangan lewatkan kesempatan ini, kelas terbatas.
    hub : johan
    085759298941

    Suka

  3. Perkenalkan nama saya rendy.
    Sebelumnya saya minta maaf bila tulisan saya ini tidak relevan di situs ini. Hanya saya belum tahu kemana harus sharing.
    Kalau boleh minta saran / komentar dari para senior semua mengenai apa yang sedang saya kerjakan sekarang. Posisi saya sekarang pengusaha toko listrik/elektronik sekaligus karyawan pabrik. Kebetulan belum lama ini saya mendaftarkan paten penemuan mengenai sistem yang memungkinkan transfer dana antar hp, apapun jenisnya dan tidak tergantung operator telpon, juga tidak tergantung harus punya rekening bank/tidak. Bagi user ini bisa dimanfaatkan untuk membayar apapun: bayar diwarung, tagihan online, isi pulsa, bayar toko online, transfer dana luar kota, pinjam uang secara instan dll. Pengisian dana tidak harus ke pusat penyelenggara tetapi bisa mendatangi sesama user yang sudah terdaftar dengan prinsip saling bertukar dana tunai dengan nilai dana di hp ditambah ongkos pertukaran sesuai kesepakatan user, jadi bisa juga dijadikan usaha untuk user. Bagi penyelenggara bisa menghimpun dana masyarakat dan bisa mendapatkan keuntungan setiap transaksi yang memungkinkan miliaran rupiah perbulan karena data tahun 2009 pengguna hp hingga 135juta orang. Biaya dibebankan ke user 500-1000 rupiah pertransaksi, masih mungkin untuk transaksi Rp.10000 keatas. Sistem ini tidak menggunakan no hp atau rekening bank untuk bertransaksi sebagai langkah proteksi keamanan. Bisa menjangkau kalangan atas atau bawah. Berikut ini adalah salah satu contoh aplikasi sistem ini sbb:
    Situasi pembayaran dikasir toko GOODMARKET menggunakan ponsel
    Pembeli : Bisa bayar pakai ponsel pak?
    Penjual : Bisa pakai jaringan Virmonex , ibu!
    Pembeli: account nya apa pak?
    Penjual: goodkasir
    Pembeli mengisikan perintah diponsel :
    Penjual menerima sms dari Virmonex : Anda menerima dana dari GOLDENLADY senilai Rp.42500, No. 6543453, 17-08-10, 15:23
    Pembeli menerima sms dari Virmonex : Anda telah mentransfer ke GOODKASIR senilai Rp.42500, No. 6543353, 17-08-10, 15:23, sisa saldo Rp.35.004.500,-
    Pembeli: Pak mau sekalian ambil tunai bisa?
    Penjual : Bisa ibu, ongkosnya Rp.1000 untuk dibawah Rp.500rb. Mau ambil berapa?
    Pembeli: 300rb aja deh.
    Pembeli mengisikan perintah di ponsel :
    Penjual menerima sms dari Virmonex: Anda telah menerima dana dari GOLDENLADY senilai Rp.301.000, No.6543461, 17-08-10, 15:29
    Pembeli menerima sms dari Virmonex: Anda telah mentransfer ke GOODKASIR senilai Rp.301.000, No. 6543461, 17-08-10, 15:29, sisa saldo Rp.34.703.000,-
    Penjual: Ini uangnya 300rb Ibu!
    Pembeli: O ya , makasih!

    Demikian penjelasan dari sistem yang saya rancang, dan mohon bantuannya dari para senior, bagaimana saya bisa memasarkan lisensi dari paten saya. Terus terang saya kurang ahli dalam urusan marketing.
    Salam
    rendykus@gmail.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s