Business

Waspadai "Jendela Retak" di Bisnis Anda

Ada sebuah rumah mewah dengan jendela retak yang dibiarkan berbulan-bulan, tanpa diperbaiki.

Apa kira-kira yang terpikir di benak anda mendapati rumah seperti ini?

Pertama, mungkin pemilik rumah tidak ada di dalam rumah itu.

Kedua, mungkin pemilik rumah orangnya cuek dengan kondisi itu.

Bagaimana jika yang melihat rumah itu punya motif jahat? Maling misalnya.

Bisa saja dia berpikir: pemiliknya tidak ada di rumah. Nah, ini peluang untuk masuk.

Demikianlah. Hal kecil seperti jendela retak (broken windows) itu bisa menggambarkan sesuatu yang lebih besar.

Teori jendela retak ini juga bisa diterapkan di dalam bisnis.

Kalau kita jeli melihat detil, ternyata banyak “jendela retak” di bisnis kita yang perlu diwaspadai.

Pikiran kita harus selalu mencari tahu ada apa di balik semua kejadian itu?

Ada apa di balik sering absennya karyawan? Ada apa di balik seringnya produk diretur? Ada apa di balik seringnya pemasok terlambat mengirim barang?

Ada apa di balik tagihan telepon yang tiba-tiba membumbung? Ada apa di balik tinta printer yang cepat habis? Ada apa di balik perilaku karyawan yang tiba-tiba berubah?

Ada apa di balik telepon yang lama diangkat? Dan sebagainya…

Siapa tahu, di balik “jendela retak” itu ada sesuatu yang berpotensi menjadi masalah besar.

Perhatikan detil. Gunakan pengalaman dan intuisi dalam menemukan jendela retak itu.

Jika ditemukan, perbaiki jendela retak itu secepatnya. Jangan sampai dibiarkan berlarut dan mengundang masalah lebih besar.

Semoga bermanfaat.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s