Business, Komunitas TDA

"Happy Problem" di Pameran Franchise

Pertemuan evaluasi sesama member TDA. Ini adalah salah satu keunggulan TDA yang selalu berbagi, kompak dan solid.

Saya bersama Pak Iim, Pak Hadi dan Pak Nas Jamalludin dari Surabaya. Member dari berbagai daerah juga hadir seperti dari Bandung, Solo dan Mataram.
Sebagian member TDA yang ikutan pameran

Vito juga ikutan jadi penjaga stand Manet
Inilah stand Manet yang juga mengahadapi “happy problem” seperti member TDA yang lain

Saya bisa menyimpulkan bahwa debut “geng” TDA di Pameran Internasional Franchise, License & Business Concept 2008 terbilang sukses.

Kenapa?

Pertama, karena keikutsertaan ini adalah untuk pertama kali, jadi belum ada perbandingan. Hehe.

Kedua, karena semua itu bisa didapat secara gratis melalui Departemen Perdagangan.

Ketiga, sebagian besar member saat ini menghadapi “happy problem”. Banyak calon mitra yang tertarik dengan peluang bisnis yang ditawarkan. Di sini setiap member dituntut untuk mengerjakan “pekerjaan rumahnya”, membenahi sistim dan manajemen bisnis masing-masing supaya bisa memenuhi harapan para mitra itu.

Pak Iim kebingungan dengan derasnya peminat bisnis Dokter Komputernya.

Begitu juga Pak Rosihan kewalahan melayani permintaan buka toko muslim distronya di berbagai kota.

Bu Yulia tidak ketinggalan. Selepas pameran kemarin, banyak sekali list peminat salon muslimahnya yang perlu ditindaklanjuti.

Bu Evi juga punya “happy problem” yang kurang lebih sama. Ia harus segera menyediakan produk karena ada permintaan madu sebanyak 1 ton.

Hal serupa juga dialami oleh member TDA lainya seperti Bu Dyah, Pak Andi Sufariyanto, Pak Hadi Kuntoro, Pak Aris, Pak Anto, Pak Hertanto, Pak James, Pak Imansyah, dan juga saya sendiri.

Saya sampai memperingatkan staf saya untuk tidak terlalu over promise. Sampaikan apa adanya bahwa Manet baru siap menindaklanjutinya selepas lebaran nanti mengingat kesibukan kami saat ini begitu tinggi menyambut peak season.

Tapi semua itu selalu ada solusinya. Luar biasa, pihak Departemen Perdagangan tidak hanya membantu sampai di situ saja. Permasalahan yang bakal timbul selepas pameran ini juga turut dipikirkan.

Alhamdulillah, sudah disiapkan tenaga-tenaga konsultan yang akan mendampingi untuk membantu mendadani bisnis kami supaya lebih cantik.

Saya sendiri mendapat PR yang cukup menantang dari Pak Utomo Njoto dari FT Consulting.

“Pak Roni, anda harus buka toko sendiri sebagai prototype dan melengkapi konsep bisnis yang anda tawarkan”, demikian sarannya.

Namun di atas semua itu, apa pun yang diperoleh harus disyukuri sebagai sebuah kesuksesan bagi member TDA dalam “collective actionnya” ini.

Two thumbs up untuk kita semua. Kita telah menunjukkan keseriusaan kita dalam mengemban amanah. Kita juga telah menunjukkan kekompakan dan kesolidan kita sebagai sebuah komunitas.

Terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah memfasilitasi semua ini. Kepada Departemen Perdagangan, IFBM melalui Bu Yulia dan Pak Burang Riyadi, Asosiasi Franchise Indonesia dan teman-teman TDA lainya yang telah hadir dan memberi dukungan kepada kami semua.

Keikutsertaan member TDA di pameran Franchise internasional kemarin adalah sebuah prestasi dan sejarah penting buat perjalanan TDA.

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

NB: Tulisan terkait juga bisa dibaca di sini dan di sini.

Iklan
Standar

One thought on “"Happy Problem" di Pameran Franchise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s