Uang Berserakan di Balik Bisnis Lisensi

Di penghujung tahun 90-an lalu, oleh Pak Haji Ali (sesepuh dan penasehat TDA) saya pernah ditawari untuk mengelola dana zakat mal senilai Rp. 23 miliar. Itu adalah dana dari teman Pak Haji Ali, seorang pengusaha garmen yang sukses.

Woow, bayangkan, itu adalah uang zakat yang hanya 2,5% saja. Nah, berapa keuntungan bisnisnya sendiri? Pastilah luar biasa besar.

Yang jadi pertanyaan, apa bisnis temannya Pak Haji ini?

Bisnisnya adalah memproduksi dan memasarkan produk celana jeans secara dengan membeli lisensi dari Lois, sebuah merek asal Spanyol.

Saat saya memenuhi undangan testimoni di seminar Financial Revolution, Pak Tung Desem Waringin juga bercerita tentang dahsyatnya peluang di balik bisnis lisensi ini.

Ia menceritakan tentang penemuan yang sangat sederhana dan sampai sekarang penemuan itu digunakan oleh orang di seluruh dunia.

Penemuan itu adalah alat kecil yang berfungsi sebagai pengait risleting (zipper). Jadi dengan pengait itu, risleting dapat tertutup dengan aman tanpa khawatir terbuka lagi seperti sebelumnya.

Oleh penemunya, penemuan itu kemudian dilisensikan kepada sebuah pabrik yang sangat dikenal sampai sekarang, YKK.

Bisa dibayangkan berapa nilai uang yang diperoleh si penemu itu sampai sekarang.

Begitu juga dengan kisah seorang penemu teknologi baterai berdaya tahan lama. Penemuan itu sangat luar biasa pada jamannya.

Si penemu berpikir strategis. Ketimbang membuat pabrik dan mengembangkan sendiri produknya, lebih baik ia lisensikan saja penemuan ini.

Sekarang ia mendapatkan passive income yang luar biasa dari lisensi yang ia tawarkan ke pabrik baterai merek Duracell.

Pak Tung punya kisah lain yang juga menarik. Ia bertemu dengan seorang peneliti di Malang. Peneliti ini menemukan bahan dari sumber alami yang dapat menghilangkan (maaf) jigong dari gigi.

Jika bahan ini dicampurkan dengan pasta gigi, pastilah pasta gigi ini akan disukai oleh konsumen. Pak Tung punya ide untuk membantu melisensikan penemuan ini. Tidak tanggung-tanggung, penemuan ini akan ditawarkannya kepada pabrik Colgate.

Kemarin, saya chatting dengan seorang teman yang sudah lama tidak bertemu. Surprise sekali saya bisa chatting dengannya. Ternyata saat ini ia juga tengah mengembangkan bisnis dengan cara lisensi.

Ia membeli lisensi sebuah teknologi canggih dari Jerman. Teknologi itu dapat membuat gabah menjadi seperti kayu. Selama ini orang mengenal kayu sintetis dari partikel board. Kayu dari bahan gabah ini kualitasnya lebih bagus, nyaris mendekati kayu asli dan harganya lebih murah daripada partikel board.

Ia pun bergerak cepat. Tidak hanya membeli lisensi untuk wilayah Indonesia, ia juga membeli lisensi untuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam.

Saya penasaran, ingin tahu lebih lanjut mengenai produk dan teknologi baru ini. Insya Allah sore ini saya akan bertemu dengannya.

Ya, uang berserakan di balik bisnis lisensi ini. Cuma, baru sedikit orang yang ‘ngeh dan memanfaatkan peluang ini. Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh penemunya sendiri, pabrik, atau pembeli lisensinya.

Isn’t that intersting?

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Portal TDA masih dalam tahap finalisasi. Kemarin saya sudah lihat demonya. Bagus sekali. Alhamdulillah, meskipun belum online, portal ini sudah mendapat dukungan sponsor dari Bank BNI dan HP (Hewlett Packard)

NB 2: Kemarin Pak Tung saya “rayu” untuk ngeblog. Saya jelaskan apa saja keuntungan dan manfaat dari ngeblog. Pak Tung bersedia dan minta bantuan saya untuk bisa segera ngeblog. Welcome to blogging world Pak Tung!

NB 3: Selamat kepada Cak Eko yang dinobatkan sebagai Pemenang I Bisnis Indonesia Young Entrepreneurs Award 2008 Kategori Utama. Atas nama teman-teman TDA, saya turut bangga dan senang atas pencapaian prestasi ini.

Foto: Wikimedia.org

6 pemikiran pada “Uang Berserakan di Balik Bisnis Lisensi

  1. @Dawud: Selamat untuk Mas Dawud dan Mbak Dina. Semoga semuanya berjalan lancar. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

    Suka

  2. @Butik-Ceria: Terima kasih atas apresiasinya. Saya hanya sharing saja.

    Blog ini semacam katarsis buat saya. Semoga bermanfaat. Dan yang terpenting, tidak hanya sekedar terinspirasi, melainkan “take action” mencoba ide-ide yang saya tawarkan di blog ini.

    Salam sukses!

    Oya, kritik dan sarannya juga saya harapkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s