Books and Learning, Life

Bersedekahlah untuk Orang Tuamu

Nasehat itu saya dapatkan kemarin dari seorang “guru kehidupan” yang baru saya saja saya kenal. Seorang guru yang “datang” kepada saya.

Saya teringat sebuah kata bijak, ketika murid siap maka guru pun datang. Mungkin ini barangkali maksudnya.

Muhammad Tarigan, SE, demikian tertulis di kartu namanya. “Saya menjadi mualaf sejak tahun 80-an”, katanya.

Ia yang pernah memimpin 8 surat kabar, saat ini banyak memberikan nasihat kepada orang-orang yang punya masalah. Cakupannya luas, mulai dari masalah keluarga, pribadi, agama sampai bisnis. Banyak pejabat atau mantan pejabat berkonsultasi kepadanya.

“Supaya dimudahkan rezekimu, kamu harus selalu ikhlas dan lapang dada. Dan jangan lupa, bersedekahlah sebelum terbit matahari”, nasihatnya kepada saya saat kami bertemu di Starbucks Sarinah kemarin.

“Berikan sedekah kepada siapa saja yang tidak memintanya. Tapi sedekah yang paling utama adalah kepada kedua orang tuamu, kepada mertuamu”, lanjutnya dengan nada tinggi dan logat Batak yang kental.

“Antarkan mereka makanan kesukaannya”, katanya memberi contoh.

Saya mengangguk dalam-dalam, tanda setuju. Benar sekali. Terima kasih ya Allah, saya telah diingatkan.

Pagi sebelum berangkat ke Starbucks saya dan istri telah menelpon kedua ibu kami. Kami ingin mengajak mereka jalan-jalan sekaligus cek kesehatan ke Malaysia dan Singapura selepas lebaran nanti. Dari nada suara mereka, menandakan rasa senang. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sesuai rencana.

Saya juga teringat seorang keluarga dekat yang – subhanallah – diberikan rezeki begitu berlimpah dari Allah.

Satu hal yang saya perhatikan darinya adalah caranya merawat ibunya yang sakit. Segala upaya telah ia keluarkan demi mengobati ibunda terkasih. Saya meyakini, rezekinya begitu dimudahkan karena keikhlasannya dalam merawat orang tuanya ini.

Masih banyak nasehat yang saya dapatkan dari figur yang dikenalkan secara tak sengaja oleh Pak Andre, salah seorang pembaca blog dari Lampung yang sengaja ingin menemui saya. Pak Andre mengenal blog saya setelah mengikuti seminar Pak Tung.

Ia ingin berkonsultasi dan bertukar pikiran dengan saya. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Sayalah yang dapat banyak pelajaran berharga.

Dalam pertemuan yang begitu singkat, saya dan istri dibuatnya terkesima. Kami diberinya nasehat tentang hubungan suami istri, mendidik anak, agama, kesehatan, bisnis dan kehidupan sekaligus.

“Roni, kamu akan jadi orang hebat”, katanya dengan penuh yakin, setelah melihat iklan launching buku saya di majalah DUIT! yang tergeletak di meja. “Saya bisa membacanya dari aura dan sikap kamu”.

“Lima tahun lagi kamu akan mengendarai Mercy atau yang sejenisnya”.

“Amiin”, jawab saya senang.

Pertemuan yang begitu singkat. Pak Tarigan yang pernah 3 kali lumpuh karena stroke dan sembuh dengan metode self healing ini meminta ijin. Ia sudah ditelepon oleh seseorang yang juga ingin dibantu permasalahannya.

Terima kasih Pak Tarigan atas kuliah kehidupan yang singkat namun begitu mengena. Insya Allah saya akan selalu berusaha untuk ikhlas, lapang dada, dan bersedekah. Terima kasih Pak Andre yang telah memperkenalkan saya.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB: Pagi ini istri saya minta diantarkan ke Masjid Sunda Kelapa. Ia kangen pingin makan sate Padang kesukaannya. Oke, nanti akan saya antarkan juga untuk ibu di Pademangan.

Iklan
Standar

5 thoughts on “Bersedekahlah untuk Orang Tuamu

  1. Heppy Dwiyanto berkata:

    Pak Roni, saya seorang karyawan swasta. Tapi blog bapak sudah jadi bacaan wajib saya setahun belakangan ini. Isinya tidak melulu soal bisnis, tapi juga sisi kemanusiaan. Terima kasih untuk selalu mengingatkan saya…:)
    Doakan agar saya bisa lekas jadi TDA juga ya Pak..Amin.

    Suka

  2. Badroni Yuzirman berkata:

    @Heppy: Terima kasih Pak…Insya Allah. Sudah gabung di TDA? Sudah gabung mastermind? Dua hal itu insya Allah bisa mempercepat menjadi TDA, selain baca blog ini…

    Suka

  3. Evy Ridwan berkata:

    Pak Roni, membaca blog ini memang jadi terinspirasi untuk segera punya bisnis sendiri dan keluar dari company tempat saya bekerja. Namun Pak, mengenai santunan atau bantuan yang selalu bapak berikan ke kedua Ibu Bapak atau yang lain saya merasa itu sangat vulgar untuk dituliskan di blog..karena apa Pak? bukankan amal yang terbaik adalah tangan kanan memberikan tangan kiri tidak mengetahui terlepas niatannya untuk memberi pelajaran pada orang lain tapi ditakutkan menjadi riya’ dan menjadi sia-sia amalan tersebut di akhirat, sangat disayangkan kan Pak. Saya menulis ini hanya untuk mengingatkan sesama muslim agar amalan bapak tidak sebatas terlihat di dunia tapi terbalas di akhirat juga. Semoga Bapak paham dengan hal ini. terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s