Business, Komunitas TDA

Ati Wicaksono: Mereka Bilang Saya ‘Cemen’

Saya terharu membaca email di bawah ini. Bu Ati Wicaksono adalah salah seorang alumni TDA Entrepreneur Maker yang diadakan bulan Maret lalu.

Saya ingat sekali ketika itu ia berkonsultasi dengan saya tentang rencananya memulai bisnis baju hamil via online. Saya mendukung ide itu. Kebutuhan baju hamil cukup besar. Ceruk itu belum banyak yang memasukinya, apalagi yang online.

Bu Ati termasuk menonjol dibandingkan peserta lain. Ia sering bertanya dan mengkonsultasikan masalahnya kepada para instruktur. Sehingga, kami memutuskan untuk memberinya sedikit bantuan modal kerja bergulir untuk memperlancar bisnisnya. Alhamdulillah, sekarang modal itu sudah dikembalikan dan bisnisnya terus berkembang.

Email di bawah ini begitu mengharukan saya, karena saya tahu persis bagaimana perjuangan Bu Ati dalam memulai bisnisnya ini.

Selamat membaca. Semoga terinspirasi.

Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

———————-

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya mulai bersentuhan langsung dengan TDA ketika Milad II TDA terakhir kemaren. Kemudian diteruskan dengan TDA EM (Enterpreneur Maker) yang alhamdulillah membuat pikiran saya terbuka terhadap bisnis.

Challange dari TDA EM saya respon dengan sangat serius dengan membuka butik hamil online momsmiracle. Tak terasa 4 bulan butik ini telah berjalan dan mendapat respon yang sangat baik dari pengunjung.

Alhamdulillah dengan niat bulat,tanggal 08-08-08 kemarin saya mengajukan surat pengunduran diri secara pribadi kepada Bupati (karena saya PNS) dengan harapan bisa fokus mengembangkan bisnis online ini dan semoga kedepan bisa menjadi titik awal saya merambah ke bisnis lain. Ditambah lagi,saya ingin bisa menghasilkan uang tanpa harus sering meninggalkan anak saya yang berumur 2 th yang sangat memerlukan pendampingan orang tuanya.

Saya akui saya masih buta dengan dunia bisnis.Tapi saya dan suami, sangan curious dengan bisnis karena kami punya mimpi besar disana. Rintangan berupa omongan-omongan negatif dari teman-teman kantor saya jadikan bahan bakar.Walaupun saya dibilang ‘gila’ atau cemen, tp saya bisa merasa lega karena saya tau di komunitas ini saya tidak dianggap gila. Jadi yang benar2 tu siapa ya?hehe

Oya sebenarnya niat ini sudah saya pertimbangkan jauh hari,sejak anak saya lahir. Namun siapa tau saya bisa bertekad bulat seperti ini salahsatunya karena saya ditinggal pengasuh yang selama ini sangat saya percaya menjaga anak.Kira2 sebulan ini saya ditinggal pengasuh yang ternyata kawin lagi dan kata tetangga, anak saya dulu sering dibawa maen sambil ketemu pacarnya pengasuh.Waduh saya sangat kecewa sekali.Sejak itu saya ingin lebih bisa mengontrol anak dengan bekerja dari rumah.

Mohon doanya teman2..Salam hormat untuk mentor saya di TDA EM.Terimakasih atas spirit yang ditularkan di komunitas ini.Saya sangat merasa beruntung.
Wassalam


Ati Wicaksono
http://www.atiwicaksono.blogspot.com
http://www.momsmiracle.com
Solusi Modis Ibu Hamil

Iklan
Standar

2 thoughts on “Ati Wicaksono: Mereka Bilang Saya ‘Cemen’

  1. Aan Hidayat Djufry berkata:

    Assalamualaikum Bpk Roni, saya pelanggan artikel bapak di blog, artikel bapak selalu jd sasaran pertama untuk saya baca, saya suka bisnis, tp saat ini saya masih TDB dan kelak saya pasti TDA, InsyaAllah. saat ini saya tinggal di Jepang.
    Baca poting terakhir bapak ttg ibu Aati, saya jd kepancing tuk buka toko online, tp saya tdk tau caranya. mohon bapak bisa ngasi saya clue bagaimana caranya bikin toko Online.

    Suka

  2. Admin berkata:

    Buat Pak Roni, selamat dan sukses mulai menuai hasil dari TDAEM. Kembangkan terus dan Insya Allah benar-benar membawa rahmat. Maju terus Pak Roni. Maju TDA.

    Buat Bu Ati, pantang menyerah Bu. Buktinya sudah mulai nyata. Ibu terbilang sudah mulai menunjukkan “penampakan”. Maju terus, saya doakan makin berhasil. Ibu bukan “mengundurkan diri” tapi sebaliknya Ibu “memajukan diri”. Keep cemen. Hidup cemen!

    Ikhwan Sopa
    Trainer E.D.A.N.
    http://milis-bicara.blogspot.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s