Business

Inovasi atau Mati

Inovasi adalah kunci keberhasilan di masa mendatang. Hanya perusahaan yang inovatiflah yang bisa bertahan. Innovate or die, demikian mantra yang sering didengungkan para konsultan (mungkin untuk menakut-nakuti ya?)

Apple menduduki peringkat pertama perusahaan paling inovatif versi Business Week. Di tengah-tengah lesunya ekonomi Amerika, Apple tidak terpengaruh. Ia terus tumbuh bahkan lebih dari 100% tahun ini.

Kata kuncinya adalah: inovasi. Lihat saja deretan produk inovatif dan inspiratifnya seperti iPod, iTunes, Mac Book dan iPhone yang disambut gegap gempita dan membuat para pesaing melongo.

Pasar berubah begitu cepat. Dulu, produk handphone tercanggih bisa bertahan beberapa tahun. Sekarang, 6 bulan saja sudah ketinggalan jaman.

Bagi kita yang sebagian besar masih perusahaan skala kecil, inovasi itu juga harus menjadi perhatian. Justru dari perusahaan-perusahaan kecil dan start up inilah muncul banyak inovasi baru. Ingat, Google, Yahoo!, Amazon, Facebook, Dell adalah perusahaan-perusahaan yang sukses karena inovasi dari skala kecil. Hampir semua berawal dari garasi. Manet juga termasuk, lho.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa inovasi itu bukanlah barang mewah untuk perusahaan kecil. Selama ini inovasi dikesankan dengan riset yang njlimet, lama dan mahal. Tidak harus begitu.

Justru perusahaan kecil dengan segala keterbatasannya itu punya banyak keunggulan dibanding perusahaan besar. Perusahaan besar itu seperti gajah. It’s hard to teach them to dance.

Perusahaan kecil lebih kreatif karena adanya keterbatasan itu. Mereka lebih lincah, mudah berubah dan menyesuaikan diri dengan keadaan.

Coba lihat toko-toko di Tanah Abang. Begitu mudah mereka “ganti kulit”, ganti dagangan begitu ada produk baru yang lagi ngetren. Dengan cepat mereka bisa switching, putar haluan demi menangkap peluang yang hot itu.

Saat ini Manet tengah mematangkan beberapa rencana strategis untuk tahun depan. Tantangannya memang banyak, tapi peluangnya juga tidak kalah menarik.

Beberapa inovasi dan terobosan baru akan kami tampilkan. Dan itu tidak butuh waktu lama buat saya dalam memutuskannya. Maklum, Manet masih kental nuansa entrepreneurialnya. Cukup membuat analisa sederhana, lihat kiri kanan, cek peluangnya, kalau masuk akal maka langsung dieksekusi.

Jangan lupa, lakukan test and measure dalam skala kecil dulu. Kalau berhasil, lanjutkan dan besarkan.

Dari mana semua ide inovasi dan terobosan itu berawal? Kebanyakan bukan dari ide saya sendiri. Semua itu berasal dari hasil kompilasi dan masukan dari pelanggan.

Pelangganlah yang sebenarnya men-drive arah perusahaan. Inovasi itu harus berawal dari pelanggan, outward – inward, bukan sebaliknya. Itu kata konsultan juga lho.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Foto: inventorspot
Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s