Business

Jangan Kompromi dengan Kualitas

Satu hal yang paling tidak mau saya kompromi adalah kualitas.

Biar pun kondisi harga pada naik, ongkos listrik naik, BBM naik. (Apa sih yang nggak naik?)

Pilihannya adalah untuk terus berjalan dengan standar kualitas tertentu, tentunya dengan menaikkan harga, atau mengurangi kualitas dengan alasan agar pelanggan tidak lari.

Memang dilematis. Setiap keputusan ada konsekuensinya.

Tapi saya memilih yang pertama, terus mempertahankan kualitas yang sudah ada dengan konsekuensi harga terpaksa dinaikkan.

Mengenai kualitas, saya terinspirasi oleh praktik bisnis dari orang Tionghoa di pinggir jalan.

Saya suka martabak Bangka. Enak sekali. Rasanya empuk dengan balutan mentega kelas satu dan taburan kacang coklat yang banyak. Penjualnya tidak pelit dengan bahan. Harganya tentu lebih mahal dibandingkan martabak jenis lain.

Karena terbiasa dengan martabak Bangka, maka lidah saya tidak menerima martabak versi lain. Apalagi yang rasa dan bahannya nanggung alias pelit.

Apa yang membedakan martabak Bangka dengan yang lain? Penjualnya tidak pernah kompromi dengan kualitas. Kalau takaran coklatnya satu genggaman penuh, ya begitu seterusnya. Tidak pernah dikurangi demi menekan biaya.

Dan tentu saja harganya terus membumbung sesuai dengan kenaikan harga bahan baku.

Orang yang terbiasa dengan rasa enak yang “mentok” seperti saya, tentu tidak mau mengurangi kenikmatan martabak itu meskipun harus merogoh kantong lebih dalam.

Sekali lagi, soal kualitas itu adalah pilihan. Mau mengorbankan kualitas demi mengejar volume, silakan. Bagi yang tetap mempertahankan kualitas dengan segala konsekuensinya, berarti anda sepaham dengan saya.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

4 thoughts on “Jangan Kompromi dengan Kualitas

  1. herryhasibuan berkata:

    saya sepaham dengan bang roni 🙂

    bisa juga dengan mempertahankan keduanya, kualitas maupun kuantitas.. konsekuensinya adalah margin kita yang turun..

    sesaat hal ini berjalan kita “didik” pelanggan bahwa sebentar lagi nilai (harga) produk itu naik dengan kualitas yang tetap tak terkompromikan..

    🙂

    Suka

  2. Badroni Yuzirman berkata:

    @Siszid: Untuk di Manet, tidak terjadi penurunan. Alhamdulillah.

    @Herryhasibuan: Betul, yang kita lakukan sebaiknya mengedukasi market.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s