Indonesiaku

Ironi Merdeka

Para artis pendukung seperti: Opick, Krisdayanti, Cici Paramida, Ikang Fawzi, Chyntia Lamusu, Cici Tegal dan sebagainya

Rakyat menyampaikan aspirasinya kepada para wakilnya. Ada satu tokoh yang sangat menarik perhatian saya. Insya Allah besok saya ceritakan.

Merdeka sudahkah kita
Jutaan mulut menganga

Menahan lapar dahaga

Dalam gubuk derita

Merdeka sudahkah kita
Negara milik orang kaya

Sementara kaum papa

Hidup terlunta-lunta

Merdeka sudahkah kita
Sulit cari kerja

Tuk hidupi keluarga

Nyaris hilang asa

Ironi sungguh ironi
Banyak ayam mati

Di lumbung padi

Karena ulah tikus korupsi

Ironi sungguh ironi
Kalau para petinggi negeri

Hilang hati nurani

Mereka lupa diri

Lirik lagu ciptaan Iwang Noorsaid ini dibuat oleh Prof. Din Syamsuddin, dinyanyikan oleh Ikang Fawzi dan diiringi oleh Dwiki Dharmawan.

Sebuah lagu ironi untuk bangsa yang katanya sudah merdeka 63 tahun lamanya. Merdeka untuk siapa?

Mungkin lirik lagu “Satire Imperialisme” yang dibawakan Seurieus ini jawabnya:

Kita sudah merdeka
Tapi masih terjajah

Negara adi kuasa

Yang pongah serakah

Mereka datang lagi
Kuasai negeri ini

Dalam politik dan ekonomi

Kita hilang jati diri

Dua lagu di atas adalah bagian dari pergelaran gerak dan seni religi Gerak Merdeka yang diadakan tadi malam di Istora Senayan.

Pergelaran dalam rangka menyambut 63 tahun kemerdekaan ini diadakan oleh Orbit Lintas Profesi, sebuah komunitas yang beranggotakan artis, seniman, budayawan, insan pers, politisi, pegiat organisasi, tokoh masyarakat yang bertujuan membangun dan mengembangkan kehidupan berdasarkan cita-cita Islam berkemajuan.

Acara yang dikomandani oleh Ratih Sanggarwati dan didukung lebih 200 artis ini dihadiri oleh berbagai kalangan pejabat, menteri, politisi lintas partai, pengusaha, budayawan, agamawan, perwakilan negara sahabat dan tokoh masyarakat.

Beberapa tokoh yang terlihat dari kursi VIP saya di antaranya, Prof. Din Syamsuddin, Menkes Siti Fadillah Supari, Menteri Perumahan Yusuf Asyhari, Taufik Kiemas, Effendi Choirie, Yapto Suryomumarno, Rektor UI, AM Fatwa, Mooryati Sudibyo, Tuti Alawiyah, Fuad Bawazier dan sebagainya.

Di akhir acara, ada sebuah kejutan. Para tokoh yang diminta berdiri di panggung itu tiba-tiba didatangi serombongan orang yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Kepada setiap tokoh, mereka menitipkan surat yang isinya pesan dan harapan kepada mereka yang sedang dan akan menentukan arah negeri ini.

Oleh Din Syamsuddin, mereka pun diminta untuk berjanji akan menepati amanah itu.

Sebuah fragmen yang indah sekali. Mereka begitu akrab di atas panggung, meskipun datang dari berbagai latar belakang dan partai berbeda. Akankah mereka juga kompak dan akrab di dunia nyata?

Allahumma
Walli’alaina khiyaroona

Walaa tuwalli’alaina syroranaa

Ya Allah
Utus orang baik pimpin kami
Hindari orang jahat kuasai negeri ini.

Merdeka!
Jayalah Indonesiaku…

Roni, seorang anak bangsa

Iklan
Standar

One thought on “Ironi Merdeka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s