Books and Learning, Business, Komunitas TDA, Life, Mindset

Mendapat Ribuan Teman dari Blog

Maaf, hari ini saya lagi nggak ada ide mau nulis apa. Kebetulan saya diminta oleh tim penyusun buku Quantum Ikhlas seri kedua untuk berbagi cerita tentang pengalaman ikhlas yang saya alami. Jadi, tulisan ini akan dimuat di buku itu. So, anda beruntung bisa membacanya duluan. Enjoy. Semoga bermanfaat.

————————–

Oleh: Badroni Yuzirman (35), wirausaha, blogger dan pendiri Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA)

Di akhir tahun 2005 saya mulai menulis blog. Awalnya saya menulis blog karena saya banyak memiliki waktu luang dan ingin sharing sesuatu kepada pembacanya. Saya ingin ilmu dan pengalaman yang walau pun sedikit ini bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya selalu merasa resah dengan himbauan agama saya bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Selama ini saya hanya menumpuk “ilmu” itu untuk saya sendiri. Perpustakaan pribadi saya penuh dengan buku dan hanya saya yang memanfaatkannya. Saya ingin semua itu menjadi ladang amal buat saya. Menurut saya, beramal itu tidak melulu dengan uang.

Isi blog itu tidak jauh dari kehidupan saya sehari-hari, yaitu mengenai bisnis dan kewirausahaan. Saya mulai bercerita tentang pengalaman pahit berbisnis busana muslim bersama istri di Tanah Abang yang pada akhir tahun 2003 mengalami kebangkrutan karena salah manajemen. Selain itu kami pun diusir dari sana, karena adanya persaingan yang kotor sesama pedagang.

Beruntung, di tahun 2002 saya mengenal Pak Erbe Sentanu dan sempat mengikuti pelatihan Mind Management dan berdiskusi cukup intens dengannya. Istilah ikhlas belum sering diucapkannya ketika itu. Saya diajarkan untuk menerima segala sesuatu dengan sikap pasrah atau release. Saya ingat sekali pesannya bahwa ketika saya pasrah, justru saat itulah saya menjadi kuat.

Saya berusaha pasrah dengan semua yang saya alami. Saya pasrahkan tetangga toko sebelah saya yang dengan cara yang curang telah mengusir saya dari toko sewaan itu untuk diambil alih olehnya. Malah, kejadian pahit yang kami alami itu akhirnya menjadi blessing in disguise.

Akhirnya, di awal tahun 2004 saya angkat kaki dari Tanah Abang dan memulai lagi bisnis saya dari garasi rumah dengan memasarkan produk secara direct selling menggunakan internet. Alhamdulillah, hasilnya di luar dugaan. Dalam waktu beberapa bulan, kerugian selama di Tanah Abang malah berbalik. Tahun itu menjadi titik balik bagi bisnis dan kehidupan saya. Bahkan perusahaan saya mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 50 perusahaan UKM terbaik di Indonesia dari sebuah majalah bisnis.

Semua pengalaman jatuh bangun dalam berbisnis itu kemudian saya bagikan ceritanya di blog. Dan ternyata, banyak juga orang yang bernasib seperti saya, jatuh bangun dalam berbisnis. Dalam waktu singkat, pembaca blog saya tumbuh dan menjadi pembaca loyal. Pada bulan Januari 2006, atas usulan salah satu pembaca, kami mengadakan ‘temu darat’ untuk saling berkenalan dan silaturahmi.

Pertemuan itu menjadi momentum bersejarah lagi bagi kehidupan saya dan para peserta yang hadir. Perkenalan kami itu kemudian mengental sehingga berdirilah sebuah komunitas bisnis yang saya namai Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Tangan di atas itu saya maknai sebagai orang sukses yang suka berbagi.

Saat tulisan ini ditulis, anggotanya sudah mencapai 2.200 orang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan bahkan luar negeri. Di komunitas ini, sesuai dengan namanya, para anggota didorong untuk saling berbagi dan saling mendukung satu sama lain untuk kesuksesan bersama. Bukan sebaliknya, seperti pengalaman saya di Tanah Abang dulu. Saya meyakini bahwa semakin banyak kita memberi akan semakin banyak menerima. Saat ini, satu per satu anggotanya sudah merasakan manisnya kebersamaan di dalam komunitas itu.

Sejak saat itu saya menjadi orang yang ‘kaya’. Bukan hanya kaya dari sisi materi, tapi saya punya banya teman baru, bahkan ribuan jumlahnya. Saya meyakini bahwa semakin banyak teman, semakin banyak kita bersilaturahmi, semakin banyak juga rezeki yang kita dapatkan. Saat ini saaya sering melayani wawancara dari berbagai media seperti radio, majalah, koran, dan televisi. Undangan untuk berbicara di depan publik pun sering datang. Semua itu berawal dari sebuah blog yang dibuat hanya iseng mengisi waktu luang saja. Hampir setiap hari saya mendapat teman baru dari pembaca tulisan di blog yang bulan Agustus 2008 ini segera diluncurkan dalam bentuk buku.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Maaf, beberapa hari ini website Manet belum bisa diakses dengan baik karena dalam perbaikan. Insya Allah awal bulan depan sudah bisa beroperasi lagi seperti biasa. Terima kasih.

Iklan
Standar

6 thoughts on “Mendapat Ribuan Teman dari Blog

  1. bayu ZPO berkata:

    bagaimana sih pak bergabung dengan komunitas TDA ini, atau ikut gathering2nya. saya sudah mendaftar di site TDA tapi kok belum ada balasan ya pak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s