Business

Uang Kenaikan Gaji Itu Dikembalikannya

Juli tanggal 31 adalah hari gajian. Sore hari, istri saya yang merangkap bagian keuangan telah selesai membagi-bagikan amplop gaji karyawan.

Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba pintu ruangan kerja saya diketuk oleh Ayu (bukan nama sebenarnya), salah seorang karyawan Manet.

“Uni, Uda, Ayu merasa belum siap menerima uang ini”, kata Ayu yang berjilbab santun ini sambil meletakkan amplop putih berisi uang gaji yang diterimanya dari istri saya.

Tentu, kami berdua merasa kaget sekali dan bertanya, kenapa bisa begitu?

“Ayu merasa belum pantas menerima kenaikan gaji ini, karena Ayu belum bisa memberikan yang terbaik untuk tanggung jawab yang diberikan”, lanjutnya.

Ia menjelaskan kesulitannya dalam berkoordinasi dengan anggota tim yang dibawahinya sehingga kinerjanya sedikit terganggu oleh hal ini.

Subhanallah, batin saya. Hari gini, kok ada ya karyawan yang bersikap seperti ini? Ia merasa belum berhak menerima uang yang diberikan karena belum menjalankan amanah dengan baik.

Awal bulan lalu, saya memang memberinya tanggung jawab baru dengan kenaikan gaji cukup tinggi, sampai 50%. Ayu termasuk karyawan berkinerja tinggi, jujur dan amanah. Hampir semua tanggung jawab dapat diselesaikannya dengan baik. Saya yakin dengan keputusan itu. Ia pantas menerimanya.

Saya jelaskan bahwa saya bisa menerima kinerja yang masih di bawah harapan itu. Toh, sebelumnya saya telah memberikan waktu untuk masa uji coba selama 3 bulan. Saya pun cukup memahami kendala yang dihadapinya. It takes time.

Tapi ia tetap bersikeras bahwa ia merasa belum berhak menerima kenaikan gaji itu. Ia berusaha keluar dari ruangan saya secepatnya dengan meninggalkan amplop putih itu di meja.

Setelah bersusah payah berulang kali saya yakinkan, akhirnya ia bisa menerima argumen saya. Dengan tertunduk ia terima kembali amplop itu.

Saya pun berpesan agar setiap menemui kendala, silakan diskusikan dengan saya. Saya tidak sembarangan memberikan amanah. Saya meyakini bahwa kinerja seseorang itu tidak tergantung kepada kemampuannya, tapi kemauannya.

Sungguh, saya bersyukur mempunyai tim kerja seperti Ayu ini. Gadis ini juga telah memberi warna tersendiri di kantor Manet. Beberapa karyawan lainnya juga telah merasakan energi positif yang dimilikinya. Satu per satu mereka mulai rajin mengaji di sela-sela pekerjaannya berkat bimbingan Ayu.

Insya Allah, saya yakin dengan keputusan ini…

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas

Foto: Potopropescu

Iklan
Standar

7 thoughts on “Uang Kenaikan Gaji Itu Dikembalikannya

  1. arievz! berkata:

    Zaman skrg sangat sulit memiliki karyawan spt karyawan Bpk. Saya pikir Ayu akan jadi tangan kanan Bapak di masa mendatang…

    Suka

  2. Owner Griya Parfum berkata:

    Mudah2an ini merupakan anugerah dari Allah SWT karena Pak Roni telah menunaikan kewajiban terhadap karyawan Bapak dengan sangat baik..

    sukses selalu Pak.

    Suka

  3. Badroni Yuzirman berkata:

    @Arievz!: Iya Pak. Rencana saya juga begitu. Ia akan saya beri tanggung jawab lebih lagi…

    @Owner: Amiin Pak. Terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s