Business, Mindset

Saya Entrepreneur Sejati

Demikian kata-kata Ustadz Lihan yang terngiang-ngiang di telinga saya sampai sekarang.

Apa yang dimaksud dengan istilah “entrepreneur sejati” itu?

Apakah orang seperti saya ini sudah termasuk entrepreneur sejati?

“Saya tidak pernah terlibat langsung di semua bisnis saya. Semuanya dikelola oleh orang-orang kepercayaan saya”, demikian jawaban Ustadz Lihan menjelaskan maksud dari istilah entrepreneur sejati versinya itu.

Saya merasa tersindir halus nih. Bisnis saya baru satu saat ini. Itu pun telah cukup menguras energi saya. Meski pun sudah bisa berjalan tanpa keterlibatan saya langsung, tapi saya masih terus “mengawal” setiap langkah yang diambil oleh manajemen Manet Busana Muslim.

Bandingkan dengan Ustadz Lihan yang punya lebih dari 10 perusahaan yang membentang dari berbagai sektor itu. Ada jual beli intan berlian, makanan, televisi kabel, persewaan helikopter, digital printing, percetakan, dan sebagainya.

“Saya nggak mengerti semua bisnis yang saya jalani”, ujarnya. “Semua saya serahkan kepada ahlinya”.

Nah, itulah kata kuncinya. Pendelegasian. Istilah kerennya menggunakan OPR atau Other People’s Resources.

Siapa bilang seorang entrepreneur itu harus tahu segala detil tentang bisnisnya? Itu namanya “technician”, merujuk istilahnya Michael Gerber, mbahnya small business penulis buku legendaris The E-Myth itu.

Kemarin selepas berbuka puasa saya menonton tayangan favorit saya, Para Pencari Tuhan Jilid 2.

Dalam sebuah adegan, terlihat duo pengangguran – Asrul dan Udin – bersama ustad yang diperankan oleh Akri Patrio sedang berkunjung ke rumah Bang Jalal, orang kaya di kampung yang diperankan oleh Jarwo Kwat.

Mereka bosan hidup susah dan bertanya tentang ilmu bagaimana supaya bisa menjadi orang kaya.

“Gue nggak tahu ilmu gimana caranya jadi kaya. Yang gue tahu cuman nyuruh-nyuruh orang doang, supaya ngikut apa kemauan gue”, jawab Bang Jalal enteng.

“Gue cuman ngelakuin nasehat ustad supaye nyerahin segale sesuatu kepade ahlinye?”, ujar Bang Jalal yang diikuti oleh anggukan dalam dari Ustadz Akri.

Jawaban Bang Jalal ini persis dengan jawaban Ustadz Lihan yang “hanya” lulusan pesantren setingkat SMU ini.

So, ternyata untuk menjadi entrepreneur sejati itu ternyata nggak perlu pintar-pintar amat. Cukup tahu apa kemauan kita dan cara yang efektif mencapainya melalui “other people’s resources”.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Gambar: CartoonStock
Iklan
Standar

4 thoughts on “Saya Entrepreneur Sejati

  1. squonk berkata:

    Iya benar, entepreneur sejati (entrepreneur tingkat paling atas dalam tangga wirausahawan Brad Sugars) sudah memiliki ciri2 seperti itu (menjadi generalis sejati).
    Kalo masih involve, artinya dia masih ‘menapaki’ anak tangga kewirausahaan, belum sampai di puncak.
    Jeff Bezos (Amazon.com) dalam prosesnya juga ‘menapaki’ anak tangga kok, demikian juga Lakhsmi Mittal, dan banyak yang lainnya.

    Suka

  2. Admin berkata:

    Alhamdulillah, ditambah lagi kefahaman kami tentang cara mengelola usaha. Berarti dalam pendelegasian sangat erat dengan sikap Fathonah, Amanah, Tabligh, dan Shiddiq. Inilah yang mungkin mendasari suatu usaha menjadi eksis dan tidak melulu terlibat langsung.

    Dalam Q.S Al Lail 92:1-21, ALLAH SWT pun udah menjelaskan pada kita bahwa usaha kita (manusia) baik laki-laki dan perempuan adalah berbeda-beda. Amat beruntung bagi yang beriman, bertaqwa, dan beramal shaleh. Wallahu’alam bishshowab.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s