Komunitas TDA

Media Indonesia: Komunitas Tangan Di Atas, Saling Berbagi Strategi

INTERAKSI antaranggota komunitas ini dilakukan berdasarkan wilayah serta sektor bisnis tertentu. Dari bisnis garmen, saham, makanan dan minuman, pendidikan, properti, teknologi informasi, hingga internet marketing. Diskusi dilakukan secara online maupun offline.

“Jumlah forumnya terus berkembang, sesuai kebutuhan. Anggota bisa bergabung dari satu forum ke forum lain sesuai kebutuhan. Masing-masing memiliki penanggung jawab dan mereka memiliki agenda kegiatan masing-masing,” kata Roni.

Setiap forum diskusi itu juga memiliki jadwal diskusi via chatting yang dipandu oleh satu atau beberapa orang pakar dan jumlah member-nya bisa mencapai 60 orang. Diskusi bisa berlangsung dua hingga empat jam. Seluruh agenda maupun topik yang dibahas dalam acara kopi darat maupun diskusi online diumumkan di milis.

Dalam diskusi itu akan dibahas tentang cara cari modal, kesulitan yang mereka temui di lapangan, supplier yang bagus, dan cara promosi yang bagus.Di sini, anggota mendapat akselerasi, shortcut.

“Proses trial error diminimalkan karena mereka langsung bertemu dengan pakar, juga pengalaman sesamanya, itu mengapa TDA bisa jadi sarana akselerasi bisnis,” kata Roni.

Kini, Divisi TDA Garment menempati 12 kios di ITC Mangga Dua, empat di Metro Tanah Abang, TDA seluler ada di sembilan konter ITC Mangga Dua*, TDA IT berlokasi di Mangga Dua Square. Organisasi yang kini dikomandani Iim Rusyamsi ini juga rajin menggelar lokakarya, seminar IT yang nyaris gratis karena anggota hanya diminta mengganti biaya makan semata.

TDA pun punya divisi kajian dan laboratorium konsep bisnis waralaba. Sedangkan TDA Wealth Strategy Club rutin mengadakan diskusi dan penerapan wealth strategy. Buat menjaga keseimbangan, mereka pun punya TDA Spiritual yang aktif menyelenggarakan pengajian bulanan.

”Kedengarannya komunitas ini mungkin bagus, tapi jangan salah, banyak juga yang sudah dua tahun gabung, juga tak berani ngapa-ngapain. Walaupun TDA ini bisa jadi akselerator langkah berbisnis, semua balik lagi ke orangnya,”kata Roni. (Iis/*/M-2)

Sumber: Media Indonesia, Minggu, 14 September 2008

Ralat: Saat ini member TDA sudah menutup bisnis di ketiga lokasi di atas, kecuali Mangga Dua Square. Ini adalah bukti bahwa tidak semua kegiatan di TDA berhasil dengan baik. Banyak juga gagalnya (Roni)

Iklan
Standar

2 thoughts on “Media Indonesia: Komunitas Tangan Di Atas, Saling Berbagi Strategi

  1. Topan berkata:

    Assalamu’laiukum Pak Roni …
    Gimana caranya untuk login ke forum diskusi online via chatting. Karena saya butuh informasi dan konsultasi untuk usaha yang sedang dijalankan apalagi dipandu oleh pakarnya.

    Wassalam
    Terima kasih

    Suka

  2. Badroni Yuzirman berkata:

    @Topan: Biasanya daftar dulu ke moderatornya. Nanti diivite saat acara berlangsung. Pengumuman jadwal conferencenya ada di milis atau di blog ini, sebulan sekali. Tks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s