Business

QBHeadlines.com: Manet Busana Muslim Plus, Usaha Pantang Menyerah Badroni Yuzirman

Manet Busana Muslim Plus sudah berdiri sejak tahun 2001*. Kendati demikian, bukan berarti bisnis milik Badroni Yuzirman ini berjalan mulus sejak awal pendiriannya.

“Manet berdiri tahun 2001, di Tanah Abang. Modal pendiriannya sekitar Rp90 juta**,” kata Roni, sapaan akrab Badroni. Saat itu, produk yang dijualnya adalah perangkat-perangkat interior rumah seperti taplak meja makan dan sarung bantal. Pada 2002, dia mulai menyediakan busana muslim di tokonya itu. Badai besar melanda bisnis yang dikelola Roni pada tahun 2004. Semua tokonya di Tanah Abang, jumlahnya ada tiga, terpaksa ditutup karena bangkrut.

Online dan Direct Marketing

Tak putus asa, pada bulan Maret 2004, Roni memulai lagi usahanya dari nol. Kali ini, garasi rumahnya yang dijadikannya tempat usaha. Belajar dari pengalaman di masa lalu, Roni mengubah konsep bisnisnya.

Alih-alih membuka toko offline, dia memutuskan untuk mengandalkan internet dan menerapkan konsep direct marketing untuk menjalankan Manet. Alasannya, bisnis direct marketing dan jalur online jauh lebih praktis serta cepat dan efisien, cocok untuk diterapkan di kota seperti Jakarta yang rawan kemacetan.

Dengan konsep bisnis yang baru, Manet Busana Muslim Plus menjalin kerja sama dengan para distributor sebagai mitra pemasarannya. Asal Anda tahu, kata “Plus” diambil Roni untuk melengkapi nama usahanya sebagai diferensiasi. “Plus ini juga dimaksudkan bahwa range produk Manet cukup luas,” jelasnya. Saat ini, Manet menyediakan beragam jenis busana muslim untuk pria dan wanita, yang juga terbuat dari beragam bahan.

“Produk Manet mencakup busana wanita seperti blus, setelan, dan gamis dari bahan katun, kaos, atau rajutan. Selain itu, busana pria, perlengkaan sholat seperti mukena, serta aksesoris dan jilbab juga ada,” tambahnya. Diferensiasi produk ini, disampaikan Roni, sejalan dengan misinya sejak awal mendirikan usaha, yakni menjadikan Manet sebagai pilihan utama keluarga muslim Indonesia.

Memilih Jadi Pengusaha

Roni mengakui, banyak tokoh bisnis dari luar negeri yang menginspirasinya menjadi seorang pengusaha. “Inspirasi saya dari mana-mana, terutama pelaku bisnis dari luar negeri seperti Mark G. Nolan, Brad Sugars, Jay Abraham, Jay Conrad Levinson, dan Michael Gerber,” tutur Roni.

Jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti angkatan ’92 ini belum pernah mencicipi pengalaman bekerja dengan orang lain. Sejak kecil, jiwa enterpreneur sudah dimilikinya. Pengalaman wirausaha sudah dimulainya sejak kelas 5 SD, saat ia menyewakan buku-buku koleksi dari perpustakaan pribadinya. Di kelas 6 SD, Roni menerbitkan koran kecil yang ditulisnya sendiri, lalu difotokopi dan dijual pada teman-teman sekolahnya.

Bersama beberapa rekannya, Roni juga pernah mendirikan beberapa bisnis, seperti pabrik roti, toko alat tulis kantor (ATK), usaha ekspor kayu jati, dan sekolah komputer. Selain itu, dia pun pernah bergabung dengan beberapa perusahaan MLM. Yang terakhir ini diakui Roni banyak memberinya pelajaran.

7 Resep Sukses

Hingga saat ini, kata Roni, belum ada kendala berarti yang dihadapinya. “Kecuali manajemen internal yang perlu terus ditingkatkan,” katanya. Dia sendiri banyak mempromosikan Manet melalui iklan di media massa dan internet.

Promosi di internet banyak dilakukan Roni lewat blognya, www.roniyuzirman.com. Blog yang dibangunnya sejak November 2005 itu juga jadi alatnya berbagi pengalaman mengelola Manet. Selain itu, Roni juga aktif di dunia maya dan membangun komunitas online www.tangandiatas.com sebagai ajang berbagi pengalaman berbisnis para anggotanya.

Dukungan dari tokoh motivator seperti Tung Desem Waringin juga dianggapnya sebagai promosi yang bagus untuk Manet. “Manet jadi contoh kasus di bukunya, Marketing Revolution, di halaman 210-216,” kata Roni. Atas kegigihannya, ayah dari Vito Ramadhan dan suami dari Ely Febrita ini pernah mendapat penghargaan SWA Enterprise 50, pada tahun 2006.

Apa resep sukses yang jadi pegangan Roni? “Saya ada tujuh resep sukses yang telah teruji. Saya singkat jadi ‘RBDSAP’, kepanjangan dari reason, belief, dreams, strategy, action, persistence, and pray,” paparnya.

Roni menyampaikan, untuk sukses, setiap orang harus punya alasan yang kuat, keyakinan yang mantap, impian yang tinggi, strategi yang bagus, tindakan yang masif, keuletan dan kegigihan, serta doa, keikhlasan dan kepasrahan pada Allah SWT. (Restituta Ajeng Arjanti)

Sumber: QBHeadlines.com

Ralat:

* Seharusnya Manet Busana Muslim Plus berdiri tahun 2004, sedangkan bisnis Manet yang diawali dengan perdagangan interior dimulai tahun 2001 di Tanah Abang

** Seharusnya modal tersisa saat memulai lagi bisnis Manet Busana Muslim dari garasi tahun 2004

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s