Books and Learning, Business, Life, Mindset

Cara Saya Mengelola Energi

Terkait dengan tulisan kemarin, sebuah pertanyaan masuk ke dalam inbox mengenai cara saya mengelola energi.

Saya pun berpikir-pikir, mengingat kembali hal-hal yang saya lakukan selama ini yang saya anggap efektif.

Semua ini berawal dari gaya saya yang cenderung ‘malas’. Saya malas untuk sibuk, malas untuk bekerja keras, malas dengan segala rutinitas.

Setiap menghadapi pekerjaan, saya selalu bertanya: bagaimana supaya bisa selesai lebih cepat, lebih mudah dan lebih baik?

Untuk pekerjaan rutin, biasanya dalam 2-3 kali mengulang pekerjaan yang sama, saya akan dapat menemukan ‘short cut’ untuk memenuhi kriteria ‘malas’ saya itu.

Akhirnya saya pun berkenalan dengan buku-buku yang bertopik serupa seperti The 80/20 Principles dari Richard Koch, The Lazy Man’s Way to Richest dari Richard Gilly Nixon, In Praise of Slow dari Carl Honore.

Bahkan buku-buku Stephen Covey seperti The Seven Habits dan First Things First pun mendakwahkan hal serupa: keefektivan, kesederhanaan, dan keseimbangan.

Saya setuju dengan istilah ‘do more receive more’. Tapi saya lebih suka dengan ‘do less, receive more’. He he…

Saya benci melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu atau multi tasking. Itu tugasnya Windows, bukan saya. Dalam ber-multitasking ini, perempuan lebih hebat dibandingkan laki-laki.

Saya juga benci melakukan pekerjaan dengan tergesa-gesa dan dibatasi oleh waktu.

Saya bisa stress, emosional dan ‘meledak’ bila mengahadapi pekerjaan yang multi tasking dengan deadline ketat.

Akhirnya saya memilih untuk melakukan sedikit saja pekerjaan yang saya sukai, yang saya enjoy melakukannya.

Untungnya, sebagai pemilik bisnis, saya bisa melakukan hal itu dengan mudah. Saya mendelegasikan pekerjaan yang tidak sukai atau tidak saya kuasai kepada tim saya.

Saya hanya melakukan ‘sedikit’ pekerjaan tapi bernilai strategis bagi perusahaan. Contohnya adalah, bepikir dan berimajinasi. Sejauh ini, saya menikmatinya.

Saya merasa enjoy, bebas dan seimbang.

Bagaimana dengan anda?

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Ilustrasi foto: Saya dan Vito saat jalan-jalan pagi di kampung saya, Magek, Bukittinggi.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Cara Saya Mengelola Energi

  1. Peretakan berkata:

    ada kemiripan antara keinginan saya dengan MAs Roni, sehingga saya mencobamenerapkan hal yang sama. Celakanya marketing job yang saya delegasikan gagal total, tanpa order sama sekali. Sekali lagi karena B2B butuh pendekatan yang berbeda dalam marketing. Dan lagi saya keasyikan “main”, wah-wah hampir ancur-ancuran perusahaan saya Mas, untung saya segera tersadar and back 2 office. Giman ya caranya bisa antai tapi bisnis as ussual and running well, punya saran Mas ? salam

    Winarto Rachmat

    Suka

  2. Badroni Yuzirman berkata:

    @Peretakan: Sebenarnya bisa aja berlaku di bisnis B2B atau B2C. Coba pelajari buku2 yg saya rekomendasikan itu. Bukunya Tim Ferris juga oke, tapi dia terlalu ekstrim…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s