Business, Mindset

Saudagar = Seribu Akal

Pengertian istilah saudagar sebagai orang yang punya seribu akal itu saya dengar dari Wapres Jusuf Kala, saat membuka Silaturahim Saudagar Minang 2008 beberapa waktu lalu di Padang.

Saudagar adalah orang yang punya seribu akal. Hmm… menarik juga pengertiannya.

Kali kedua, saya mendengar lagi pengertian ini dari Pak Haji Ali, sesepuh dan inspirator TDA, saat bertemu di halal bihalal perantau asal Nagari Magek, Bukittinggi di Jakarta hari Sabtu lalu.

Beliau juga mengatakan bahwa saudagar itu adalah para pedagang yang punya seribu akal.

Bahkan beliau berniat menggunakan istilah ini menggantikan istilah lama, yaitu ‘manggaleh’ atau berdagang yang umum dipakai di kampung saya.

Selama ini istilah manggaleh digunakan oleh siapa pun, termasuk mereka yang tidak punya pilihan hidup kecuali berdagang, mereka yang berdagang di kaki lima dan emperan, mereka yang putus sekolah, mereka yang tidak diterima kerja.

Para calon mertua di kampung saya agak alergi dengan istilah ini ketimbang calon menantu yang bekerja sebagai PNS atau di bank.

Penggunaan istilah saudagar lebih bergengsi dan punya daya dorong kuat untuk menjadi orang yang banyak akal, tahan banting, tidak gampang mengeluh dan menyerah. Sebab mereka sudah digelari saudagar yang punya seribu akal. Ibarat kucing yang katanya punya 9 nyawa cadangan, gak ada matinya.

Mestinya cara berpikir para saudagar atau istilah saya TDA juga begitu. Di tengah-tengah krisis global yang makin menekan ini, kita harus menggunakan cadangan akal kita sebanyak mungkin.

Lihat celah dan peluang yang bisa dimanfaatkan di saat semua orang terpukau dengan kejatuhan ekonomi di negara-negara adi daya saat ini. Konon dalam bahasa Cina kata krisis itu juga mengandung arti peluang.

Di mana peluangnya? Ya, gunakan seribu akal kita itu.

Ingat, kita akan mendapatkan apa yang menjadi fokus kita. Segala sesuatu yang mendominasi pikiran kita akan menjadi kenyataan. Ketimbang larut dalam hiruk pikuk krisis global, lebih baik kita arahkan pikiran kepada peluang yang juga tersedia di balik krisis ini.

Apa misalnya? Harga saham lagi murah-murahnya. Bisa dikoleksi dari sekarang untuk disimpan dalam jangka waktu panjang. Atau emas, sebagai proteksi nilai uang kita yang semakin merosot.

Anda ada ide lain? Silakan kasih tau saya, nanti kita buat list peluang di saat krisis ini.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Foto: Rumah salah seorang saudagar sukses di kampung saya.

Iklan
Standar

One thought on “Saudagar = Seribu Akal

  1. Zidni berkata:

    Jadi inget kata Warren Buffet pak,
    “Takutlah ketika orang lain tamak, Tamaklah ketika orang lain takut” 🙂

    Rumahnya bagus pak, saudagara itu bisnisnya apa?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s