Business

Hadapi Krisis, Jaga Cash Flow

Ini adalah nasehat yang saya dengar dari Sofyan Wanandi, seorang pengusaha kakap dan sepuh saat menghadiri Silaturahim Saudagar Minang beberapa waktu lalu.

Intinya, kita sebagai pebisnis harus jeli dan bijak mengelola bisnis dengan mendaya upayakan segenap kekuatan internal kita.

“Sekarang ini adalah ekonomi nafsi-nafsi”, kata Wapres Jusuf Kala. Maksudnya, setiap negara yang terkena dampak harus berusaha sendiri-sendiri, jangan bergantung kepada negara lain. Semuanya melakukan ‘SDM’ alias Selamatkan Diri Masing-masing.

Beda dengan krisis tahun 97-98 lalu. Waktu itu Indonesia bisa meminta bantuan kepada negara-negara besar. Sekarang justru negara-negara besar itu yang sedang bemasalah.

Jadi, kita harus kreatif dan jeli menggali segenap potensi internal di dalam bisnis kita sendiri.

Yang utama adalah, soal cash flow seperti yang disarankan oleh Sofyan Wanandi di atas. Cash flow adalah darah dari bisnis kita. Tanpanya, profit sebesar apa pun tidak ada artinya jika ‘aliran darah’ itu tidak lancar.

Usahakan uang yang masuk lebih besar daripada yang keluar. Usahakan uang yang masuk lebih cepat daripada yang yang keluar. Berhematlah, gunakan uang seefisien dan seefektif mungkin.

Ibarat penembak, jadilah penembak jitu (sniper). Satu dua kali tembak harus kena.

Jangan jadi Rambo yang menembak ke segala arah dan menghambur-hamburkan peluru.

Selebihnya, mind your own business dan tetap berdoa.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s