Komunitas TDA

Dua Hari di Bandung yang Tak Terlupakan

Abdurrahman bin Auf Trade Center di Banceuy. Pak Haji Ali bertekad mengubah citra buruk mal ini menjadi islami dan penuh berkah. Lihat tulisan Asmaul Husna di dindingnya. Pertama di dunia!

Obrolan pagi di penginapan, Darul Jannah Cottage di komplek Daarut Tauhiid
Nggak jadi berendam di air panas, tapi tetap enjoy. Yang penting kebersamaannya.
Acara informal malam hari. Kalau nggak diusir, pasti bisa keterusan sampai pagi. Itulah kebiasaan di TDA. Kalo udah ngumpul, nggak mau pulang-pulang.

Jauh-jauh ke ke Kampung Daun, cuma makan Mie Tek-Tek. Hehe…

Mungkin ini perasaan sentimentil saya saja. Tapi rasanya tidak berlebihan juga. Memang demikian kenyataannya.

Perjalanan selama menghadiri Halal Bihalal TDA kemarin adalah moment yang sulit dilupakan. Bagaimana tidak. Ini adalah kali pertama gelaran skala besar TDA di luar Jakarta.

Bandung adalah kota dengan member TDA yang cukup besar. Ide untuk mengadakan HBH di sana cukup menantang. Mungkinkah? Selama ini acara-acara TDA skala besar selalu di Jakarta.

Ini adalah halal bihalal nasional TDA. Yang hadir pun dari beberapa daerah seperti Semarang, Jogja, Surabaya, Solo, Batam, Malang dan sebagainya. Ini event skala nasional TDA.

Nyatanya, teman-teman Bandung terbukti sukses dengan mampu mengadakan kegiatan yang menyedot lebih dari 200 peserta. Ini jumlah event terbesar kedua setelah Milad kedua TDA Januari 2008 di Jakarta yang dihadiri lebih dari 500 orang.

Bandung memang magnet tersendiri buat para pendatang. Itu salah satu daya tariknya. Jadi, selain menghadiri HBH, para peserta juga punya agenda lain seperti jalan-jalan dengan keluarga, wisata belanja dan kuliner. Bandung memang tempatnya untuk itu.

Acara HBH sendiri tidak jauh beda dengan acara sebelumnya. Diisi dengan acara-acara khas TDA: sharing, educating, inspiring, motivating…

Tapi selain itu ada juga acara yang unofficial, yaitu pertemuan-pertemuan informal sesama member. Malam harinya kami berkumpul lagi dalam acara santai sambil ‘wedangan’ dan makan kacang rebus.

Di sini barulah silaturahmi dan kebersamaan itu tercipta dalam wujud yang asli dan apa adanya, khas TDA yang penuh canda namum berisi. Celetukan-celetukan dan guyonan segar mengalir deras di tengah-tengah dinginnya udara Lembang.

Bahkan acara tidak berakhir sampai di situ. Jam 11 malam kami sepakat untuk mencoba mandi air panas di daerah Ciater. Maka, berangkatlah rombongan dengan 5 mobil konvoi. Walau pun hanya 3 orang yang akhirnya ‘nyebur’ (lantaran tidak siap dengan pakaian renang), perjalanan ini cukup layak untuk dikenang.

Keesokan harinya, di pagi hari Ahad, dengan mata ngantuk karena kurang tidur, kami pun berkumpul lagi di Abdurrahman bin Auf Trade Center (ATC) yang baru saja dibuka oleh Pak Haji Ali, sesepuh dan penasehat TDA. Beberapa member TDA juga sudah buka di sana.

Keunikan pertokoan ini adalah dari namanya dan juga dinding fasadnya yang ditulisi Asmaul Husna, 99 Nama Allah. Pertama didunia, klaim Pak Haji.

Tempat ini, karena sebelumnya kosong, sempat menjadi sarang maksiat. Di lantai 6, masih ada diskotik, panti pijat dan semacamnya. Pak Haji ingin ‘membersihkan’ tempat ini dengan nilai-nilai islami.

Sudah selesai ceritanya sampai di sini? Belum. Ini baru dari salah satu angle versi saya saja. Masih banyak cerita lain tersisa dari HBH ini. Insya Allah nanti saya sambung atau silakan baca di blog member TDA yang lain.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Founder Komunitas TDA

NB: Hari ini kesibukan saya akan dipenuhi dengan persiapan keberangkatan ke Kuala Lumpur bareng 30-an member TDA. Kami akan menghadiri IBM INTRADE Malaysia 2008 yang akan dihadiri oleh 800an peserta dari 58 negara dan dibuka oleh PM Abdullah Badawi. Ini adalah kali pertama TDA secara berkelompok mengikuti event di luar negeri.

Iklan
Standar

5 thoughts on “Dua Hari di Bandung yang Tak Terlupakan

  1. nazhar berkata:

    semoga perjalanan bapak beserta tetamu TDA yang lain diredai & diberkati Allah..Blog bapak terlalu hebat pada saya,bikin menaikkan semangat saya untuk berdagang. Jangan lupa kalau ada masa santai santai telifon kami di kuala lumpur..013 6665330.

    Azhar (Kuala Lumpur Malaysia)

    Suka

  2. Evi berkata:

    Itu dinding ATC keren habis yak? Semoga lukisan di dinding tersebut memancar ke dalam karakter para pedagang dan pengunjung yang berada di dalamnya. Sehingga ATC akan mem-branding dirinya sendiri sebagai pusat perbelanjaan anti penipuan sebab memiliki trus tertinggi. Amin..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s