Business

Income dalam Dollar, Pengeluaran dalam Rupiah. Menarik Bukan?



Sebuah komentar masuk di blog saya pagi ini:

Saya Halimatus dari Malaysia, peminat produk Manet. Dengan design yang tersendiri, harga yang berpatutan dan lain dari design yang terdapat di Malaysia, saya yakin Manet pasti berjaya . Baju yang dibeli dari Manet yang dipakai saya sering saja jadi perhatian. Meskipun saya rakyat Malaysia, sebagai saudara seagama saya doakan bapak dan Manet berjaya. Amin

Mudah ditebak, tentu saya senang sekali mendapat respon seperti ini.

Ini ibarat Chicken Soup for The Soul di pagi hari. Semacam suntikan energi baru masuk ke dalam diri saya.

Dampaknya tentu sangat positif dan menjadi tambah semangat. Apa yang telah dilakukan selama ini mendapat apresiasi tidak hanya di negeri sendiri tapi juga dari saudara di negeri jiran.

Ketika bertemu dengan salah satu distributor Manet di Malaysia waktu berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, tanggapan serupa juga saya terima.

Produk Manet cukup diminati oleh khalayak di Malaysia, demikian kesimpulannya.

Saya menyimpulkan, posisi Manet saat ini ibarat bola yang sudah di mulut gawang. Tinggal tendang sedikit, insya Allah gol.

Tapi tidak sesederhana itu ternyata. Semua itu butuh proses, usaha dan strategi tersendiri untuk mencetak gol di Malaysia.

Budaya dan kebiasaan berbelanja di sana tentu berbeda dengan di Indonesia. Tantangan inilah yang perlu diatasi supaya Manet bisa berjaya di tanah Melayu ini.

Ini juga menjadi salah satu impian saya. Untuk mendapatkan income selain dari Rupiah. Setelah melakukan perjalanan ke Malaysia dan Singapura kemarin, saya jadi teringat dengan nasihatnya Tim Ferris: bagaimana supaya mendapatkan income dalam Dollar dan spending dalam Rupee. Maksudnya bagaimana mendapatkan income dalam mata uang yang lebih kuat dan membelanjakannya di negeri yang mata uangnya lemah. Kita menjadi ‘kaya’.

Saya teringat dengan seorang kenalan dari Malaysia yang punya hobi main golf di Indonesia. Ia punya jadwal berkeliling lapangan golf di seluruh Indonesia. Salah satu alasannya memilih Indonesia adalah karena bisa menikmati fasilitas sebanyak itu dengan sangat murah.

Ini menjadi ironi bagi bangsa kita. Rupiah kita begitu lemah di Malaysia, apalagi di Singapura. Saya merasa ‘lebih miskin’ di negeri tetangga ini.

Membuat Rupiah sekuat mata uang kedua negara itu dalam waktu dekat, tentulah tidak mungkin. Yang bisa kita lakukan hanyalah bagaimana income kita bisa didapat dapat dalam bentuk Ringgit atau Sing Dollar, kemudian kita belanjakan dalam Rupiah. Isn’t that interesting?

Saya jadi teringat dengan teman-teman TDA Singapura yang telah menikmati priviledge ini. Insya Allah, saya menyusul sebentar lagi. Amiin…

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB: Insya Allah webstore Manet akan beroperasi lagi secara normal awal bulan depan

Iklan
Standar

3 thoughts on “Income dalam Dollar, Pengeluaran dalam Rupiah. Menarik Bukan?

  1. Selamat datang di Warung Nyit-Nyit berkata:

    wah, selama ini saya pikir hanya dollar saja kalau kita mau hidup berlebihan, ternyata dari mata uang asia pun kita masih bisa serasa orang yang berlebihan juga yah soalnya rupiah masih lebih lemah dibanding mata uang SGP, HKG, Ringgit.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s