Life

Libur Panjang, Keluar dari "Kerumunan"

Saya tergelitik menulis soal liburan.

Di mana-mana orang lagi pada liburan. Di Facebook status teman-teman saya lagi pada liburan.

Tapi ada beberapa status yang menggelitik saya, seperti: “Akhirnya liburan juga. Office sucks” atau “The last day…”. Saya memperkirakan yang bersangkutan merasa sangat senang karena akan liburan panjang dan keluar dari “penjara” di kantor.

Namun, saya juga menemukan status seperti ini, “Bandung mmmuacettt abisss!” atau “Puncak macettt!”.

Nah lho. Orang-orang serentak pada keluar liburan. Untuk penduduk Jakarta, sudah bisa ditebak tujuan liburan standar mereka, Bandung atau Puncak.

Saya pernah mengalami pengalaman traumatik di Bandung waktu libur panjang 3 hari. Bandung macet di mana-mana, hotel pada penuh. Mau parkir di factory outlet susah. Mau makan di Kampung Daun harus ngantri dari jam 20.30 dan baru bisa makan hampir jam 22. Enaknya makanan jadi nggak terasa. Suasana romantis dan dingin yang dikejar jadi hilang lantaran perut melilit kelaparan.

Sejak saat itu saya bertekad tidak lagi ke Bandung atau pusat-pusat rekreasi saat libur panjang. Apa enaknya, misalnya ke Dufan harus ngantri berjam-jam untuk satu wahana permainan saja.

Kemudian saya pun mengubah strategi liburan. Think out the box, keluar dari “kerumunan”, kata Rhenald Kasali. Kenapa tidak libur di hari kerja saja? Toh, saya tidak terikat dengan pekerjaan di kantor. Lagi pula, tempat-tempat rekreasi, pesawat dan hotel dan penginapan relatif sepi saat itu. Dan pastinya harga pun jadi “miring”. Saya pernah menginap di sebuah hotel di pantai Ancol 2 hari dengan harga 1 hari di musim liburan.

Demikian pula saat liburan lebaran kemarin. Saya dan keluarga pulang kampung seminggu setelah lebaran. Di saat para pemudik sudah balik kembali ke rantau. Kami pun bisa dengan leluasa makan Nasi Kapau Uni Icah yang terkenal itu. Padahal, saat lebaran jangan harap bisa langsung duduk dan menyuap hidangan yang enak dan bercita rasa tinggi itu.

Dan ternyata strategi saya tepat. Kota Bukittinggi betul-betul padat dan macet di saat lebaran. Mau parkir untuk makan saja susahnya minta ampun. Bayangkan, waktu tempuh dari Bukittinggi ke Padang bisa 6-8 jam dari biasanya yang hanya 2 jam-an saja.

Liburan di saat peak season, kalau tidak bijak menentukan pilihan, bisa terjebak menjadi sumber stres juga. Mau ke mana-mana serba salah. Bawaannya jadi kesal melulu.

Makanya, saya lebih memilih menghabiskan akhir tahun di rumah saja, seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya memang tidak menanggap spesial pergantian tahun itu. Biasa-biasa saja. Lagian, secara ideologis saya merasa tidak adil. Tahun baru Masehi kok disambut begitu gegap gempita, sementara tahun baru Hijriyah dianggap angin lewat saja

Lantas, apa saja kegiatan untuk melewatkan hari-hari itu? Ternyata banyak hal bisa dilakukan di rumah. Misalnya, merawat ikan-ikan di kolam, berkebun, membaca buku-buku inspiratif, menonton acara tv yang positif (saya lagi suka BBC Knowledge), browsing internet (saya baru ketemu link inspiratif seperti ini) dan, tentu saja, menemani sikecil Vito yang ingin Papanya selalu didekatnya.

Malam Minggu saya biasanya menjemput ibu untuk menginap di rumah kami. Ini adalah jadwal rutin seminggu sekali. Kunjungan ini selalu diisi dengan kursus memasak ala ibu saya. Saya ingin agar Mama mentransfer semua ilmu kulinernya kepada kami.

Nah, banyak kan yang bisa dilakukan meski pun liburan di rumah saja. Yang penting tujuannya, bukan caranya. Liburan itu kan tujuannya mencari kebahagiaan, kesenangan atau stress releasing. Di rumah juga bisa kok.

Selamat tahun baru Hijriyah 1430. Semoga berkah dan ridho Allah selalu menyertai perjalanan kita di tahun baru ini.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

One thought on “Libur Panjang, Keluar dari "Kerumunan"

  1. Fadly An Noor berkata:

    Setuju Mas…!

    Emang, jauh lebih enakan liburan pas gak hari libur… Hahaha… Sgt paradoksal.

    Btw, webnya manetvision.com kayaknya rame bgt nih.. Bandwith exceeded, gak bisa saya buka pagi ini…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s