Books and Learning, Business

Dibantu Mentor, Menjadi Jutawan dalam Setahun

Acara reality show Make Me A Million yang ditayangkan oleh BBC Knowledge ini menjadi salah satu program favorit saya. Tiga pasang anak muda dengan pengalaman bisnis nol bisa membuktikannya. Mereka menjadi jutawan (dalam mata uang poundsterling) dalam waktu 1 tahun saja. Modal awalnya pun tidak banyak, maksimal 60 ribu poundsterling. Pemenangnya adalah kelompok yang berhasil lebih dulu meraih 1 juta poundsterling dalam waktu 1 tahun.

Bagaimana caranya? Mereka masing-masing didampingi oleh seorang mentor yang sudah sukses. Setiap mentor itu adalah orang kaya dengan kekayaan puluhan juta poundsterling.

Ketiga kelompok kontestan ini, sebut saja kelompok A, B dan C, mengawalinya dengan mengajukan ide bisnis kepada mentornya. Mentor lebih bersifat sebagai fasilitator dan penasehat saja, tidak mendikte. Uniknya, mentor pun boleh menjadi investor jika berminat. Kalau pun tidak, ia bisa mengenalkan mereka kepada calon investor lain. Ini salah satu kunci dari suksesnya bisnis mereka, mentor menjadi akselerator bisnis.

Kelompok A membuat bisnis berbasis online. Mereka membuat situs bimbingan diet online dengan sistim membership. Dengan susah payah mereka meyakinkan sang mentor akan prospek bisnis ini. “Kami akan mendapatkan 1 juta poundsterling kalau mendapatkan 1.000 member”, katanya meyakinkan sang mentor.

Mendekati akhir kompetisi, jumlah membernya masih jauh dari harapan. Terlihat betapa deg-degan mereka. Namun, berkat jaringan sang mentor, mereka diperkenalkan dengan sebuah perusahaan yang kemudian mendaftarkan 1.200 karyawannya untuk menjadi member situs itu. Puluhan ribu pound pun mereka raup dalam waktu singkat.

Kelompok B lain lagi ceritanya. Mereka membuat bisnis shampo untuk anak-anak. Pesaing di pasar adalah brand terkenal milik perusahaan raksasa. Tapi mereka tidak gentar, karena punya differensiasi sendiri. Shampo itu anti alergi dan ada tanda tangan ownernya di setiap botol. Seperti ada personal touch.

Banyak kendala mereka temui. Mulai dari meyakinkan sebuah jaringan hyper market untuk menerima produknya, mencari mitra produksi dan cacat produk ketika akan dikirim. Terlihat sekali mereka mengalami tekanan begitu berat. Maklum, semuanya tidak ada latar belakang bisnis sama sekali.

Akhirnya, presentasi produk mereka diterima dengan sukses di jaringan hypermarket Tesco. Order mengalir sampai jutaan botol. Mereka pun panik, tak menyangka akan secepat itu. Suntikan modal dibutuhkan. Padahal, uang pribadi mereka sudah ludes semua untuk modal awal. Di sinilah peran mentor bermain lagi. Mereka diperkenalkan kepada calon investor yang berminat.

Ceritanya kelompok C lain pula. Mereka tidak sukses sejak awal. Bukannya berupaya menjalankan bisnis, mereka malah terlibat konflik pribadi yang berat. Mentor pun dibuatnya pusing. Mereka jalan di tempat. Ide kasur kesehatan yang mereka ajukan sebenarnya bagus, tapi semua energi mereka tersedot kepada masalah pribadi sehingga eksekusinya menjadi lambat sekali. Mereka ketinggalan dari kedua pesaing mereka.

Berbulan-bulan produk mereka terpajang di toko tanpa terjual satu unit pun. Sang mentor kemudian menyarankan agar mereka berpisah dulu dan fokus untuk membesarkan bisnis. Saran ini ternyata manjur. Penjualan mulai merangkak naik sejalan dengan semakin agresifnya mereka memperkenalkan produk tersebut.

Genap setahun mereka berbisnis, saatnya dinilai siapa pemenang dari kompetisi itu. Mereka dihadapkan kepada tim panelis yang terdiri dari 3 orang pengusaha kaya. Kekayaan mereka bukan puluhan juta lagi, tapi ratusan juta. Pilihan mereka jatuh kepada tim B, dengan produk shampo anak-anak itu.

Di akhir acara salah satu anggota tim B terlihat keluar dari sebuah butik ternama dengan menenteng banyak tas belanjaan. Ia menjadi jutawan sekarang.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

3 thoughts on “Dibantu Mentor, Menjadi Jutawan dalam Setahun

  1. Yodhia Antariksa berkata:

    Luar biasa; tiga kisah yang sangat menarik.
    Model mentor semacam ini amat layak dicoba disini. TDA mungkin bisa menjadi fasilitator untuk mempertemukan orang-prang kaya Indonesia dengan anak-anak muda yang punya gagasan bisnis cemerlang.
    Will be great story.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s