Books and Learning, Business, Komunitas TDA, Mindset

Sekali Lagi, LEARN Dulu, Baru EARN

Menjelang dimulainya TDA Forum tadi malam di Wisata Makanan JaCC, seperti biasa kami berbincang-bincang ngalor ngidul dengan para member yang sudah hadir.

Saya sempat surprise dan mengomentari kehadiran Pak Faif Yusuf. Di tengah kesibukannya menyiapkan tokonya yang ketiga dan bukunya, ia masih menyempatkan hadir untuk “ngelmu” di forum yang kali ini diisi oleh Bu Mutia dari ActionCOACH.

“Wah, ada orang jauh nih”, ujar saya. Pak Faif tinggal di daerah Tambun, daerah yang saya sendiri belum tahu di mana lokasinya. Pokoknya jauh deh.

“Iya Pak. Seperti yang dianjurkan oleh RoNay’s World, Learn Then Earn“, jawab penulis buku Rahasia Menjadi Pengusaha Muda yang cukup laris ini.

Saya ingat, dalam salah satu postingan dan gambar kartun di blog pernah menuliskan hal itu. Kata-kata ini sering saya dengar dari Pak Tung DW. Learn dulu, baru earn. Belajar dulu, baru mengharapkan hasilnya.

Sebelumnya saya sempat berbincang dengan Bu Mutia yang menceritakan pengamatannya bahwa ada sesuatu yang “hilang” dari komunitas TDA belakangan ini, yaitu semangat belajarnya. Ini berbeda dengan di awal berdirinya dulu. Ketika itu member TDA begitu menggebu-gebu mencari ilmu apa pun yang ditawarkan oleh TDA.

Selama tahun-tahun awal itu pula TDA begitu akrab bergandengan tangan dengan ActionCOACH memberikan pembelajaran bagi para membernya. Mulai dari Leverage Game yang sempat diadakan sampai 5 kali (kalau saya tidak salah ingat), Seminar 5 Ways, Seminar 6 Steps To Build A Better Business, Group Coaching dan sebagainya.

Hasilnya? Para member yang terbilang sukses saat ini seperti Pak Hadi, Pak Teguh, Bu Doris adalah alumni dari kegiatan-kegiatan tersebut. Mereka mempraktekkan apa-apa yang telah dipelajarinya.

“Menjadi tahu tidaklah penting, tapi melakukan apa yang anda ketahui itulah yang terpenting”, kata Bu Mutia di hadapan peserta yang terbilang sedikit itu tadi malam. Saya menyayangkan acara tadi malam hanya dihadiri oleh segelintir member TDA. Padahal, kegiatan seperti inilah yang menjadi tulang punggung TDA di masa awal berdirinya dulu.

Benarkah budaya belajar dari TDA sudah mulai berkurang saat ini? Entahlah. Beberapa teman menganalisa, mungkin para member lebih banyak belajar di milis, blog, Facebook atau buku-buku.

Atau seperti yang diselorohkan oleh Pak Faif tadi malam, “Mungkin member lagi pada sibuk action Pak, soalnya dikritik Pak Rosihan dengan istilah NALO (No Action, Lear Only)“. Mungkin saja.

Pak Rosihan sebenarnya mengkritik mereka-mereka yang hanya belajar saja tanpa action. Baca buku saja tanpa action. Seminar saja tanpa action. Maunya yang seimbang. Ya belajar, ya action. Nanti proses pembelajarannya akan seperti ini: Belajar, Mencoba, Umpan Balik, Belajar, Mencoba, Umpan Balik, begitu seterusnya….

Belajar dengan membaca buku, ikut seminar dan sebagainya itu akan menghemat waktu kita sekian tahun. Ketimbang jatuh bangun, berdarah-darah (seperti saya di Tanah Abang dulu), lebih baik belajar kepada yang sudah pernah melewati proses itu.

Buku-buku, terutama yang ditulis oleh para praktisi berpengalaman, adalah akselerator pembelajaran. Ilmu-ilmu itu adalah hasil “perasan” atau “ekstrak” dari pengalaman berharga itu. Asyik kan? Dengan hanya duduk beberapa hari untuk menamatkan membaca pengalaman itu, kita menjadi tercerahkan, mendapatkan “peluru baru” untuk “berburu” di belantara bisnis yang selalu berubah dengan begitu cepat.

Seandainya tadi malam Bu Mutia bertanya kepada peserta, “Siapa yang sudah EARN setelah LEARN?”, pasti saya yang paling dulu mengacungkan jari.

Ayo, kita galakkan lagi budaya belajar di TDA. Learn, then earn (setelah action, tentunya).

Salam FUUUNtastic!
Selamat menikmati weekend bersama orang-orang yang ada cintai

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

Iklan
Standar

2 thoughts on “Sekali Lagi, LEARN Dulu, Baru EARN

  1. donyk berkata:

    you’ll be able to find any point of interest on a site and then call it direct from your site… good job frenzz 😉 lam hangat dan kenal yah..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s