Komunitas TDA

Selamat Berjuang, Mastermind Transformer

Semalam saya kedatangan lima orang tamu dari Tangerang. Mereka tergabung di dalam kelompok mastermind TDA yang diberi nama Transformer. Saya suka dengan namanya. Orang-orang yang melakukan Tranformasi dalam hidupnya.

Selain bersilaturahi, mereka juga ingin berdiskusi dan minta pendapat saya mengenai beberapa hal menyangkut tata cara ber-mastermind dan mengembangkan bisnis.

Saya senang dan menyambut positif berdirinya kelompok mastermind ini. Dari semangat dan antusiasme mereka, saya dapat memprediksi bahwa kelompok ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Pak Edi Kurniawan adalah salah satu anggotanya yang cukup saya kenal. Ia adalah alumni TDA Apprentice yang sekarang bermitra dengan Pak Haji Ali dengan membuka toko grosir perlengkapan anak-anak di Tanah Abang.

Pak Edi adalah sosok yang mewakili istilah Transformer itu. Ketika TDA Apprentice dimulai, ia mengambil keputusan yang sangat berani dengan langsung resign dari pekerjaannya.

Terus terang, saya “ngeri” dengan keputusan ini. Bagaimana pun juga secara moral saya bertanggung jawab kepada para member yang ikut program ini.

Program ini tidak menjanjikan apa-apa. Selama 3 bulan mereka ditempatkan di toko-toko milik Pak Haji, tanpa digaji, tanpa uang transport dan uang makan.

Perkiraan saya benar. Tidak lama satu per satu dari 10-an peserta mulai berguguran. Beberapa di antaranya mendatangi saya dan mengeluhkan kondisi yang mereka alami di sana.

Saya tidak bisa menjawab banyak. Sekarang semuanya terserah teman-teman. Tanyakan ke hati nurani saja. Kalau masih ‘sreg, lanjutkan, kalau tidak ya mundur saja.

Pak Edi dan Pak Enon berketetapan hati untuk bertahan sampai titik akhir. Sekarang mereka dipasangkan oleh Pak Haji untuk mengelola toko dengan modal beberapa ratus juta.

Ini bukan ending, tapi sebuah awal perjalanan lain lagi Pak Edi. Dari sisi kapabilitas bisnis, saya menilai Pak Edi tidak jauh beda dengan member TDA lainnya. Tapi soal mental dan kebulatan tekad, Pak Edi patut diacungi jempol.

Ia berhasil mengatasi kondisi mentalnya yang jatuh bangun ketika diuji dengan kenyataan-kenyataan pahit di lapangan. Untunglah, di Tangerang ia memiliki tempat bertanya yang tepat, Pak Try Atmojo dan Pak Yusef Hilmi yang terus memompakan semangat untuk terus maju.

Makanya, kelahiran mastermind Transformer ini saya sambut begitu positif dan harapan yang tinggi, karena ada Pak Edi di dalamnya. Saya yakin sikap mental Pak Edi ini akan menular kepada teman-teman di kelompoknya.

Mastermind adalah pilar utama di TDA. Mastermind adalah intinya TDA. Tidak sedikit member yang mengakui efektivitas dan manfaat dari ber-mastermind. Rate of success member TDA lebih tinggi setelah ikut bermastemind, ketimbang hanya hadir di forum-forum TDA yang umum atau sekedar ber-milis ria.

Keterlibatan, take action, silturahim adalah kata-kata kunci penuh keajaiban di TDA. Silakan anda buktikan sendiri.

Selamat berjuang mastermind Transformer. Saya tunggu silaturahim berikutnya dengan cerita-cerita sukses lainnya.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim

NB – Semalam saya juga mendapatkan hadiah tak terduga dari teman-teman. Kaos distro dan kain tenun. Terima kasih.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s