Komunitas TDA

Sebuah Refleksi: Mensyukuri Tiga Tahun Perjalanan TDA

Pagi-pagi saya membuka email milis dan mendapati tulisan Pak Iim.

Masya Allah, saya lupa kalau hari ini bertepatan dengan hari lahirnya TDA.

Sudah 3 tahun ya kebersamaan kita. Sudah 3 tahun saya berkenalan dengan orang-orang yang sekarang telah menjadi sahabat-sahabat saya. Sudah 3 tahun saya mengalami pengalaman luar biasa dengan kebersamaan di TDA ini.

Perjalanan TDA ini memang tidak seluruhnya manis. Tapi, sekali lagi, saya sungguh beruntung dipertemukan dengan para sahabat yang memiliki tingkat kesabaran dan sikap saling pengertian yang tinggi. Sungguh sulit saya temukan di tempat lain mana pun.

Sejatinya, sayalah sebenarnya yang “menjerumuskan” teman-teman ke dalam kubangan masalah di ITC Mangga Dua. Mereka dikompori untuk “nyemplung” buka kios dengan persiapan seadanya. Akhirnya semua kios itu sekarang tinggal kenangan. Menyisakan kerugian yang tidak sedikit ditanggung oleh masing-masing.

Herannya, kok tidak ada yang komplain kepada saya dan Pak Haji ya? Nah, itu dia perbedaannya dengan komunitas di tempat lain. Kami memaknainya secara arif dan bijak. Meski pun semua ini adalah pembelajaran yang tidak murah harganya.

Saya sering ditanya, bagaimana awalnya TDA berdiri. Apakah sudah direncanakan sebelumnya?

Saya selalu menjawabnya, tidak. TDA tidak didirikan melalui rencana saya, atau pun Pak Haji Ali, Pak Iim dan siapa pun. Tapi yang jelas, TDA ini punya tujuan.

TDA didirikan semata-mata karena rencana Allah. Kami ini hanya pelakunya saja. Prosesnya sendiri bisa ditarik beberapa tahun ke belakang. Dimulai dari diskusi saya dengan Pak Haji. Beliau resah melihat banyaknya anak muda berpendidikan tinggi di Tanah Abang menolak untuk meneruskan usaha orang tuanya dan memilih menjadi pegawai alias TDB. Dengan Pak Iim, saya banyak berdiskusi, saling curhat masalah kami dalam mengelola bisnis kami yang masih sangat kecil ketika itu.

Munculnya blog saya kemudian menjadi tipping point-nya. Ternyata banyak juga pembaca blog yang memiliki masalah dan concern seperti saya. Kami seperti diikat oleh satu point of interest.

Ketika ide membuat temu darat dilemparkan oleh Pak Hasan, embrio “bangunan” TDA ke depan itu pun lahir. Kebersamaan, saling berbagi tugas dan tanggung jawab langsung terasa ketika kami yang sejatinya belum saling kenal itu mulai mengorganisir pertemuan ini.

Pak Iim mengajak saya melihat-lihat ruangan di sebuah hotel. Dengan Pak Hantiar saya mendiskusikan seperti apa acaranya nanti. Pak Hasan, yang saat itu belum saya kenal, langsung berinisiatif membooking ruangan di RM Sederhana Rawamangun. Bu Febby, yang juga belum saya kenal ketika itu, menyediakan diri sebagai penerima tamu dan sebagainya.

Beberapa pertanyaan menggelayuti pikiran saya. Kenapa saya dipertemukan oleh orang-orang baik yang kemudian menjadi sahabat dan saling mendukung untuk tujuan bersama? Kenapa perjalanan TDA ini banyak sekali dimudahkan oleh Allah?

Saya dan istri sering berdiskusi soal teman-teman di TDA ini. Kenapa kok rata-rata member TDA itu orang-orang baik ya? Mereka adalah orang-orang yang santun. Kami sering shalat berjamaah dan mayoritas membernya tidak merokok.

Belakangan, saya mulai menyadarinya. Likes attracts like, sesuatu yang positif akan menarik yang positif, demikian kata film The Secret. Kalau kita mengeluarkan energi positif, insya Allah kita akan menarik hal-hal positif ke dalam kehidupan kita. Seperti itulah TDA adanya. TDA menjadi the circle of positif people. Sangat sedikit saya temukan anasir negatif selama perjalanan TDA ini.

Dan, bayangkan kalau the circle itu terus berputar, membesar dan membesar bersama energi positifnya itu. Miracle happen!

Selamat ulang tahun yang ke 3 TDA. Tiga tahun sudah kita menebar rahmat, menebar manfaat.Meskipun semua itu belumlah apa-apa. Perjalanan masih panjang, belumlah setitik biji zarah manfaat yang kita sumbangkan bagi ummat ini.

Terima kasih sahabat-sahabatku di TDA. Kalian telah memberi warna dan arti tersendiri ke dalam kehidupan saya sepanjang tiga tahun terkhir ini.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memudahkan perjalanan TDA.

Terima kasih ya Allah. Tanpa perkenananMu, niscaya kami tidak mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ini semua.

Wassalam,

Badroni Yuzirman, Founder TDA

Iklan
Standar

2 thoughts on “Sebuah Refleksi: Mensyukuri Tiga Tahun Perjalanan TDA

  1. MHD berkata:

    Selamat pak Roni atas berdirinya TDA selama 3 th. Meskipun belum resmi didaulat jadi member (karena gak diapprove2…hehehe) tapi saya selalu mengikuti perkembangan TDA.
    Mungkin kesamaan visi yang menarik saya untuk sengaja maupun tidak disengaja selalu bersentuhan dengan TDA di berbagai event.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s