Komunitas TDA, Mindset

University of Malaya akan Meneliti TDA, Kita Tawarkan Mindset TDA

Action Members,

Sebuah fenomena menarik terjadi di TDA. Kemarin saya ditelepon oleh Pak Hantiar yang mengajak saya untuk bertemu dengan tim peneliti dari University of Malaya, Malaysia. Mereka ingin menjadikan TDA sebagai objek penelitian. Apanya yang mau diteliti ya? Tapi saya senang sekaligus bangga. Orang luar memberi apresiasi terhadap TDA.

Insya Allah pagi ini TDA Management yang diwakili Pak Iim dan Pak Hantiar akan bertemu dengan mereka di Hotel Grand Hyatt.

Beberapa waktu lalu, saya kedatangan pembeli dari Malaysia. Ia juga memperhatikan sepak terjang saya dan TDA melalui blog. Menurutnya, apa yang dilakukan TDA ini adalah “barang langka” di sana. Di sana tidak ada mindset saling berbagi untuk maju bersama seperti ini.

Saya juga heran, kenapa sering menerima komentar positif dan email dari pembaca blog dari Malaysia. Menurut tamu itu, memang di sana tidak ada blog yang isinya berbagi ilmu dan pengalaman seperti yang banyak dilakukan member TDA di Indonesia ini. Di sana, mindsetnya adalah kebalikannya. Ilmu bisnis itu tidak untuk dibagikan.

Saya memahaminya. Di Indonesia pun sebagian besar masih seperti itu. Masih banyak yang senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang seperti sering diucapkan Aa Gym dalam ceramahnya.

Ketika saya nyaris bangkrut di Tanah Abang, tidak ada satu pun yang membantu. Saya jatuh, berdarah-darah dan bangkit sendirian. Tentu, semuanya berkat bantuan “tangan yang di atas sana”. Tapi faktanya memang demikian. Justru tetangga sebelah toko yang menjadi sutradara pengusiran kami dari toko itu. Pak Iim dan Pak Tung adalah teman curhat dan mendukung saya ketika itu (thank you for being my friend, saya tidak akan pernah lupakan itu).

Mindset sebagian besar kita adalah “scarcity”, kelangkaan. Makanya banyak orang yang saling sikut, saling menjtuhkan, saling berebut kedudukan. Saling berebut ketika antri. Pak Haji Ali pernah bercerita bahwa kunci tokonya pernah diludahi oleh pesaingnya.

Kita di TDA punya mindset berbeda. Mindset kita adalah “abundance”, keberlimpahan. Kalau kita berbagi, tidak akan dikurangi jatah atau bagian kita. Justru ditambah. Ini semua telah dibuktikan oleh kami semua para pegiat di TDA. The more you give, the more you get. Givers are takers kata Robert G. Allen.

Insya Allah, sudut pandang atau angle itu yang akan kita tawarkan kepada saudara jiran kita ini. Bukan tidak mungkin nanti TDA akan hadir secara utuh untuk rakyat Malaysia, bahkan dunia. Karena nilai-nilai yang kita wartakan adalah nilai-nilai universal. Lintas agama dan budaya.

Semoga.

Salam FUUUNtastic!
Bersama TDA Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

One thought on “University of Malaya akan Meneliti TDA, Kita Tawarkan Mindset TDA

  1. Rahmat Fadli berkata:

    Amiien, Semoga apa yang pak roni dan kita semua cita2 kan di TDA menjadi kenyataan. alangkah indahnya dunia bila semua mau berbagi dan merasa bahagia bila saudara ataupun saingan kita mendapatkan kelimpahan bukan malah iri dengki, dan sebagainya…
    semoga dengan terus berbagi kesejahteraan umat manusia akan cepat tercapai

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s