Business, Indonesiaku

Haji Alay: Sistim Kapitalis Menghilangkan Rasa Kasih Sayang

Sebuah pernyataan menarik saya dengar dari Pak Haji Alay (sesepuh dan inspirator TDA) kemarin, saat saya dan teman-teman TDA tengah mendiskusikan bisnis kami di sela-sela acara Aqiqah cucu Pak Haji di kediaman beliau.

Bersama Pak Ery (juragan sepatu Eltaft), Pak Yanto dan Pak Didin, saya tengah mendiskusikan sulitnya mengelola karyawan di pabrik. Selalu saja ada masalah.

“Itulah buruknya sistim kapitalis”, Pak Haji langsung menimpali pembicaraan.

“Kapitalisme itu menghilangkan rasa kasih sayang”, lanjut beliau. Benar juga ya, batin saya. Sebagian dari bisnis kami tentu sangat dipengaruhi oleh sistim yang katanya sedang kolaps ini.

“Pengusaha mengeksploitasi buruh. Pedagang mengekspoitasi pelanggan. Bahkan, dokter pun mengekspoitasi pasien. Dokter-dokter sekarang banyak yang menjadi perpanjangan tangan pabrik obat.”

Hmmm….

Logika beliau memang masuk akal. Memang fenomena itu yang sedang terjadi. Hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang menang. Yang berlaku di dunia saat ini adalah ekonomi menang – kalah, zero sum game. Lihatlah betapa nelangsanya nasib bangsa kita saat krisis moneter tahun 97-98. Sementara para investor di ujung dunia sana merayakan “kemenangannya”, termasuk George Soros.

Krisis yang terjadi di tahun 97-98 dan sekarang ini penyebab dasarnya sama, keserakahan tanpa batas dalam bungkusan canggih. Sistim transaksi keuangan dibuatnya sedemikian canggih sehingga antara ekonomi riil dan keuangan jadi sama sekali tidak ada hubungannya. Keserakahan tanpa batas, itu juga adalah kelemahan lain kapitalisme. Ia tidak bisa membatasi penganutnya untuk tidak serakah.

Sebagai orang bisnis saya diajari bahwa kalau ada masalah, lihat sistimnya. Kalau perlu ubah sistimnya. Orang nomor dua, sistim nomor satu.

Tentu, Pak Haji punya solusinya. Dan itu sudah disampaikannya berulang kali. Anda tentu tahu bukan, sistim apa yang dimaksud?

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

One thought on “Haji Alay: Sistim Kapitalis Menghilangkan Rasa Kasih Sayang

  1. Asep Mulyana berkata:

    Kapitalisme ternyata tidak satu wajah, Pak Roni. Negeri-negeri Scandinavia (Norway, Swedia, Denmark) menerapkan welfare state, sebuah wajah lain dari kapitalisme hasil permak kaum revisionis-sosialis: sangat humanis, egaliter, dan Islami. Ada high trust society di sini yg mengasumsikan semua orang jujur dan bisa dipercaya. Kejujuran tak lagi sekedar slogan, tapi sudah menjadi perilaku sosial keseharian. Sungguh, saya menemukan Islam justru di negeri yang bukan Islam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s