Books and Learning, Business, Indonesiaku, Komunitas TDA, Leadership

Belajar "Think Big" dari Chairul Tanjung (Kunjungan ke Trans TV)

Saya memaksakan diri untuk menghadiri undangan Trans TV kemarin. Meskipun sudah 70 member TDA tercatat akan menghadiri acara tersebut (jumlah yang cukup mewakili TDA), saya tetap merasa harus datang ke pertemuan Trans TV dengan komunitas-komunitas bisnis online tersebut.

Kenapa?

Saya butuh inspirasi. Saya ingin “get the feeling”. Saya perlu alat bantu visual untuk menerapkan nasihat Donald Trump agar selalu “think big and kick ass.” Saya perlu datang ke kantor pusat dari perusahaan yang pemiliknya begitu menginspirasi saya dan saya yakin banyak orang di Indonesia, Chairul Tanjung.

Ternyata betul. Begitu masuk pintu gerbangnya, feeling itu mulai terasa. Masuk ke parkiran Gedung Bank Mega, gambaran itu semakin kuat. Saya melihat, mungkin ratusan, mobil armada Bank Mega dan Trans TV parkir di sana. Ini menggambarkan size bisnis, tentunya.

Tempat ini ramai sekali. Berseliweran karyawan Trans TV dan Bank Mega. Satu persamaan yang saya lihat, mereka semuanya anak-anak muda yang energik penuh semangat. Saya merasakan warna corporate culture yang berbeda di sini. Terbayang kunjungan saya ke beberapa stasiun televisi dan perusahaan lainnya. Saya kok merasa perusahaan lain itu menjadi “old”, sementara perusahaan ini begitu “young”.

Karena parkir di gedung Bank Mega, maka saya harus berjalan menyeberang ke gedung Trans TV, menuju lantai 3A tempat pertemuan yang mengundang Komunitas TDA, IYE! dan BundaInBiz itu.

Langkah saya tertahan di pintu kaca utama. Seorang satpam menyuruh saya untuk melewati pintu sebelahnya, pintu yang lebih kecil. Oh, ternyata itu adalah pintu keluar bagi para orang VIP, petinggi Bank Mega. Sementara pintu kecil itu adalah untuk karyawan atau tamu biasa.

Di depan pintu itu berjejer sekitar sepuluh mobil mewah berwarna hitam. Mereknya hanya dua, Toyota Camry dan Mercy. Begitulah cara perusahaan milik salah satu orang terkaya di Indonesia ini melayani para eksekutifnya.

Untuk menjadi kaya, anda harus membuat orang lain di bawah anda menjadi kaya. Semakin banyak orang kaya di organisasi anda, maka anda sendiri menjadi super kaya, tentunya. Kata-kata ini saya dapatkan dari buku Your Life Your Legacy dari Roger Hamilton (kalau tidak salah ingat).

Besaran korporasi milik konglomerat muda yang lahir paska krisis moneter akhir tahun 90-an itu membuat semua orang berdecak kagum. Begitu cepat begitu masif. Dan yang membanggakan, ia adalah salah satu wakil dari segelintir konglomerat pribumi yang menurut saya punya “sentuhan tangan midas.” Apa pun yang ia sentuh, pasti jadi. Bank Mega, Trans TV, Trans 7 adalah beberapa contoh yang jelas.

“Sistem di sini, kalau ada program yang tidak mendapat rating bagus, langsung di-cut”, kata Pak Ishadi, Direktur Utama Trans TV yang menyempatkan hadir di pertemuan itu. Begitu tegas. Itulah sistim bisnis yang sukses diterapkan oleh Chairul Tanjung di semua perusahaannya. Makanya, saya juga maklum ketika kerongkongan terasa kering karena duduk dari jam 19 sampai lewat jam 22 tanpa air minum. Efisiensi. Mungkin itu adalah salah satu sistim kuncinya juga. Haha…

Acara tadi malam sendiri berlangsung cukup menarik. Baru kali ini 3 komunitas berada dalam satu forum. Dalam sambutan sebagai wakil dari TDA saya menyampaikan bahwa antara TDA dengan Trans TV sebenarnya sudah ada sinergi secara tidak langsung. Beberapa acara Trans TV seperti Bosan Jadi Karyawan dan Hidup Ini Indah banyak menampilan member TDA sebagai nara sumbernya. Contohnya adalah, Pak Sonny Sofyan, Pak Kusnadi, Ust. Lihan (penasehat TDA), Pak Hadi Kuntoro dan Cak Eko.

Ada satu acara yang sempat menimbulkan pertanyaan dari banyak member TDA, yaitu Tangan Di Atas. Apakah acara itu ada hubungan dengan TDA? Di forum itu juga saya tegaskan bahwa tidak ada hubungan dengan TDA. Acara itu tidak mewakili makna tangan di atas yang diusung oleh TDA, yaitu menjadi pengusaha yang gemar berbagi manfaat dan memberdayakan masyarakat lingkungannya.

Dalam pesan saya, TDA siap bersinergi dengan Trans TV untuk acara-acara yang se-visi dengan TDA, program yang mendidik dan memberdayakan penontonnya. Program yang menginspirasi dan mentransformasi penontonnya. Bukan yang “merusak”, pikiran mereka.

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas

NB: Saya mengusulkan kepada TDA Management agar sering mengadakan acara company visit seperti ini. Ini akan menginspirasi dan membantu para member untuk “get the feeling”, berpikir besar dan memperjelas visi mereka dalam membesarkan bisnis, sehingga mudah-mudahan lahir the next Chairul Tanjung di TDA.

Iklan
Standar

One thought on “Belajar "Think Big" dari Chairul Tanjung (Kunjungan ke Trans TV)

  1. boedayakita berkata:

    Maaf OOT, ada info seru yang pengen di share:
    Bisnis Indonesia ngadain Young Entrepreneur Awards 2009, penghargaan yang ditujukan buat entrepreneur muda berusia 18-35 tahun, untuk meningkatkan entrepreneurship di Indonesia. Hadiahnya uang tunai puluhan juta, kesempatan kredit dari Commonwealth Bank dan publikasi yang jor-joran.
    Caranya cuma ngirimin form pendaftaran dan business report yang formatnya bisa didownload di http://web.bisnis.com/yea/ atau kunjungi http://www.yea.co.id. Yuuuk ikutan, batas akhir pendaftaran tanggal 12 Juni 2009.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s