Renungan

Makin Berat, Tantangan Blogger Sekarang

Saya setuju dengan tulisan ini. Sekarang “profesi” sebagai blogger makin ditinggalkan. Menjadi blogger semakin berat sekarang. Godaannya banyak sekali. Terutama situs-situs social networking seperti Facebook atau Twitter.

Para blogger ramai-ramai bedol desa ke sana. Sibuk mengupdate statusnya, mengirimkan link-link kesukaannya, “bercengkrama” singkat dengan para sejawat dan kawan lama yang bertemu di Facebook, meng-upload foto dan sebagainya. Berjam-jam waktu dihabiskan di situs yang sekarang diakses oleh ratusan juta orang di seluruh dunia.

Bagaimana dengan nasib ratusan ribu blog yang sempat menguasai ranah maya tiga tahun terakhir ini? Dari pengamatan singkat, saya mendapati blog-blog itu sekarang sudah jarang diperbaharui atau ditinggalkan oleh pemiliknya.

Ambil contoh, para blogger dari Komunitas TDA yang jumlahnya mencapai 500-an orang itu. Dulu ramai sekali. Saya sampai berlangganan Google Reader membacai postingan-postingan teman-teman yang begitu menarik dan menginspirasi. Sekarang, member yang rutin mengupdate blognya bisa dihitung dengan jari. Saya pun termasuk yang tertelan oleh arus perubahan ini. Untuk meng-update blog satu dua tulisan per minggu saja rasanya makin berat. Waktu saya pun banyak terkuras ber-Facebook-ria.

Menulis blog itu ibarat lari maraton, butuh daya tahan dan komitmen tinggi. Saya setuju dengan pendapat Mas Yodhia ini. Ia mencontohkan Catatan Pinggir Goenawan Mohamad yang bertahan puluhan tahun sampai sekarang. Ya, kolom ini telah “mewarnai” Indonesia dengan caranya sendiri sejak lama. Saya pun sempat mengoleksi kumpulan kolom yang tak lekang oleh waktu ini.

Teringat dengan kata-kata Anthony Robbins: sesuatu itu pada awalnya adalah “nothing” sampai kita memberi arti kepadanya. Menulis blog itu adalah “nothing” kalau hanya ikut-ikutan tren. Tapi kalau kita memberinya arti, niscaya apa pun yang terjadi mereka tetap akan bertahan. Bisa saja menulis blog ini diartikan sebagai melepas katarsis, mengasah kemampuan menulis, berbagi, memberi inspirasi atau bahkan beribadah. Bukankah ilmu yang dibagikan itu menjadi berkah dan bernilai ibadah?

Saya sendiri sedang menghadapi ujian itu. Kalau alasannya sibuk sih enggak juga. Mungkin fokusnya lagi ke mana-mana. Saat ini saya sedang berpikir kembali, apa sih alasan saya menulis blog? Blog ini akan saya beri arti sebagai apa? Nah, pertanyaan-pertanyaan itulah yang insya Allah terus memanggil saya untuk kembali “pulang” ke rumah yang telah saya huni sejak November 2005 ini. Bukankah blog ini telah melahirkan banyak hal dalam kehidupan saya dan orang lain. Bukankah melalui blog ini saya bisa merasa lebih berarti bagi orang banyak….

Pembaca, kalau anda mendapati blog ini tidak terupdate cukup lama, saya tidak akan banyak beralasan sibuk dan sebagainya. Ketika saya vakum, ya vakum aja. No reason. Ada istilah “hiatus”, vakum untuk beberapa waktu untuk merenung, mengkaji ulang atau mencari ide. Mungkin itu sedang terjadi kepada saya. Yang jelas, blog ini tidak akan saya tinggalkan. Blog ini adalah wujud dari keberadaan saya sebagaimana Goenawan Mohamad dengan Caping-nya. Insya Allah…

Selamat Berkarya di hari Senin yang cerah ini…

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Hari ini, aktivitas utama saya di antaranya adalah menemani tim Manet untuk pemotretan halaman fashion khusus Manet di Edisi Khusus majalah Paras

Foto diambil dari sini

Iklan
Standar

4 thoughts on “Makin Berat, Tantangan Blogger Sekarang

  1. diptara.com berkata:

    Saya setuju dengan uraian yang anda sampaikan. Fenomena Facebook memang kuat menyedot perhatian semua orang termasuk para blogger.

    Namun maaf, ini pendapat saya keberadaan keduanya antara microblogging dan blog saya pikir bisa saling melengkapi jika dikombinasikan. Dan saya banyak melihat para blogger sudah melakukan ini. Mempopulerkan blognya di Facebook dan Twitter dan sebaliknya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s