Books and Learning, Life

Blognya Pak Roni adalah Karya Sastra

How come? Bagaimana bisa?

Sebuah pernyataan ‘menghina’ atau ‘memuji’ nih, batin saya.

Awal bulan Juni lalu pernyataan itu keluar dari mulut seorang Kika Syafii, salah seorang hadirin di acara bulanan di kediaman saya, Roni’s Book and Learning Club.

Saya merasa tersanjung, tentu saja, sekaligus kaget. Bagaimana mungkin tulisan-tulisan singkat dan ‘to the point’ di blog ini digelari sangat terhormat: sebuah karya sastra? Sebuah derajat terhormat dan posisi yang tinggi dalam dunia penulisan. Bahasa yang saya gunakan adalah bahasa sehari-hari, kadang campur aduk, masak dibilang karya sastra? Menghina nih, Mas Kika.

Mas Kika ini adalah teman yang baru beberapa bulan ini saya kenal di TDA. Tulisan-tulisan singkatnya di status Facebook begitu nyeleneh kadang menyentak. Ia berlatar belakang dunia pergerakan, orang lapangan. Orang miskin, mereka yang lapar, mereka yang terpinggirkan, adalah ranah yang dibelanya bersama teman-temannya. Di dunia kampus dulu, kami dengan mudah menggelarinya sebagai ‘orang kiri’.

Saya tidak akan membahas soal itu. Yang menarik adalah, cara berpikir dan cara bergerak dari Mas Kika ini dipengaruhi oleh karya-karya sastra yang dibacanya, termasuk yang sangat meracuninya adalah karya-karya GM, Goenawan Mohamad. “Delapan puluh persen dari buku saya adalah karya sastra seperti novel dan puisi”, ungkapnya. “Ketika sedih, ketika galau, saya menulis puisi.”

Karya sastra menurut saya adalah sesuatu yang indah, luhur, penuh estetika, penuh metafor, dan tajam menusuk ulu hati. Maka, saya setuju jika sastrawan digelari ‘mata hati bangsa’. Cobalah simak karya-karya Taufik Ismail. Ia adalah salah satu mata hati bangsa yang sangat tajam penglihatannya.

“Saya tidak melihat karya Pak Roni dari sisi estetika dan metafor”, jelasnya. “Tulisan Pak Roni itu menggerakkan pembacanya”, jelas Mas Kika. Salah satu kriteria karya sastra adalah menggerakkan.

Kalau kriteria itu yang dijadikan ukuran, saya setuju. Blog inilah yang mengawali semuanya. Maksud saya blog ini mengawali sebuah gerakan yang sekarang akrab di telinga kita dengan istilah TDA atau Tangan Di Atas. TDA adalah sebuah pergerakan dan itu diawali oleh sebuah blog sederhana ini.

Saya ingat sebuah tulisan di majalah sastra Horizon yang sering saya baca sejak SMA dulu (saya lupa judul dan penulisnya). Tulisan itu telah menginspirasi saya sampai sekarang. Tulisan itu membagi sebuah karya tulis ke dalam 3 bagian:

Pertama: tulisan yang informatif, memberi informasi kepada pembacanya, seperti koran, majalah, situs berita dan sebagainya. Fungsinya memberi informasi. Titik.

Kedua: tulisan yang inspiratif. Tulisan seperti ini membuat pembacanya terinspirasi. Ingin melakukan atau menjadi seperti yang dituliskan itu.

Ketiga: tulisan yang menggerakkan. Tulisan seperti ini adalah tulisan yang action oriented. Kadang singkat tapi mengena, bahkan berbahaya. Kata-kata “bakar” di tembok dinding bisa menggerakkan pembacanya saat terjadi pergolakan sosial. “Merdeka ataoe mati” adalah kata-kata yang menggerakkan para pejuang kita ketika merebut kemerdekaan. Vaclav Havel, Bung Hatta, Jose Rizal, Sayyid Qutb, Theodore Herzl adalah beberapa tokoh dunia yang menggerakkan orang banyak melalui tulisan-tulisan dan pemikirannya.

Terus terang, saya terinspirasi dari jenis tulisan yang ketiga itu. Tulisan yang menggerakkan, membuat pembacanya melakukan sesuatu, membuat perubahan bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya. Kalau itu terjadi, artinya pesan yang saya saya maksud itu telah sampai.

Tentu, terlalu berlebihan kalau saya menyamakan diri dengan mereka semua. I’m nothing compared to them. Tapi paling tidak saya bisa menggerakkan orang untuk membaca buku, menyeduh kopi hangat, bermain bersama anak-anaknya, seperti tulisan-tulisan ringan almarhum Umar Kayam, Mangan Ora Mangan Kumpul yang bikin pembaca menitikkan air liur ketika ia menceritakan jajanan pasar atau kopi nasghitel.

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas

Iklan
Standar

4 thoughts on “Blognya Pak Roni adalah Karya Sastra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s