Life, Mindset, Motivasi, Renungan

Vitamin Jiwa di Pagi Hari

Salam kenal pak, assalamualaikum

Setuju untuk melanjutkan visi JK bersama TDA, terima kasih sudah mendirikan komunitas TDA, saya jadi kenal juga dengan buku Adam Khoo dan terutama menemukan Jamil Azzaini…terima kasih untuk tulisan-tulisan di blog bapak yang mencerahkan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan ilmu dan umur yang barokah. Salam untuk istri bapak
wassalam

Ini adalah sebuah pesan yang saya terima di inbox Facebook saya pagi ini dari seorang ibu yang terus terang belum saya kenal. Coba anda tebak, bagaimana perasaan saya ketika membaca ini?

Perasaan saya adalah: senang, terharu, bahagia, merasa berarti, merasa bahwa apa yang saya lakukan selama ini ternyata memberi manfaat bagi orang lain.

Tiba-tiba suasana hati saya di pagi ini menjadi lebih gimanaaa, gitu. Pokoknya happy deh. Mood saya jadi enak. Feeling good. Terima kasih ya bu. Anda telah membuat pagi saya lebih indah.

Saya tak memungkiri bahwa pujian atau apresiasi seperti ini menyehatkan hati saya. Apresiasi ini membuat saya jadi yakin dan bersemangat dalam melanjutkan langkah, memberi kontribusi bagi orang banyak dengan cara saya, semampu saya.

Apresiasi seperti inilah yang mampu mempertahankan saya untuk terus berjuang meski kadang lelah dan bosan mendera. Ini adalah semacam vitamin bagi jiwa saya.

Saya paham, bahwa saya tidak boleh menyandarkan harapan kepada mahluk, demikian kata guru spiritual. Niscaya kamu akan kecewa. Gantungkanlah harapan hanya kepada Sang Maha Pemberi Harapan.

Segala pujian, apresiasi atau apa pun itu hanyalah efek samping saja. Bukan tujuan utama saya dalam bertindak. Insya Allah saya konsisten dengan prinsip ini.

Tadi malam saya menonton talkshow dengan Joe Kamdani, pendiri Datascript. Seorang yang sudah sangat sepuh menjalani bisnis dan kehidupan. Kalau orang seperti itu yang bicara, ia pasti telah membuktikannya.

Ia mengutip kata-kata Winston Churchill yang terkenal, “We make a living by what we get, but we make a life by what we give”, kita hidup dengan apa yang kita dapatkan (gaji, income) tapi kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan.

Saya juga teringat dengan kata-kata yang saya tidak tahu dari mana, tapi saya ingat betul sampai sekarang: “bukanlah yang kita miliki yang membuat kita kuat, kita menjadi kuat dengan apa yang kita berikan”.

Ini adalah “teguran” bagi mereka-mereka (termasuk saya) yang levelnya masih “pamer” apa yang dia miliki seperti mobil, rumah mewah, bisnis yang besar. Itu salah, bukan itu yang membuat kita kuat, melainkan apa yang telah kita berikan.

Memberi itu jangan diartikan secara sempit, dalam bentuk materi saja. Ada banyak hal yang bisa kita berikan kepada orang lain, misalnya: ilmu, pengalaman, informasi, waktu, pikiran, inspirasi, jalan, peluang….

Yuk, kita hiasi hidup kita dengan banyak memberi. Insya Allah ini akan menjadi vitamin yang terus menyehatkan jiwa kita.

Semoga menjadi renungan kita semua. Mumpung ini hari Jumat ya…

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Iklan
Standar

4 thoughts on “Vitamin Jiwa di Pagi Hari

  1. Andriansah berkata:

    Terima kasih atas tulisan ini pak, memberikan pencerahan baru tentang makmur, terutama buat saya sendiri.
    Memberi disini bisa juga dbilang sedekah, yang seberapa banyakpun kita sedekah tidak akan membuat kita menjadi miskin

    Suka

  2. Fadil - Jaket Farco berkata:

    Itulah arti kehidupan yg sebenarnya, baik bagi kita, khususnya bagi orang lain, yg skrg banyak membutuhkan bantuan, tidak hanya orang miskin .. kayapun juga perlu, tidak perlu pilih kasih dalam memberi…siapapun kita beri bantuan… sesuai kemampuan..

    Suka

  3. Hendra Permana berkata:

    Mungkin benar juga yg dikatakan para amil (petugas) zakat, bahwasannya jika setiap muslim di Indonesia ini "wajib" berzakat minimal tiap bulan, maka gak mungkin ada yg miskin di Indonesia….

    Suka

  4. Bligus Ardhi berkata:

    Mas Roni saya mau tanya nie tentang buknya Adam Khoo yang judulnya secret of self made millionaire(kalo gak salah, bukunya tebal bgt he9).

    Kira-kira isinya bagus gak ya?
    Truz bukunya Adam Khoo yang bagus apa lagi ya?
    kalo bisa yang udah bahasa Indonesianya.

    Makasi..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s