Business

Indonesia Kreatif Versi Saya

Tanpa persiapan, tadi malam saya tampil sebagai salah satu nara sumber diskusi Sosialisasi Program Digital Indonesia Kreatif karena diundang oleh Mas Enda Nasution yang dikenal sebagai “Bapak Blogger Indonesia” itu.

“Mas Roni bicara saja dari sisi pelaku dan pengguna jasa kreatif”, jelas Mas Enda sehari sebelum acara.

Sip. Kalau itu saya bisa.

Dan ternyata, yang hadir di Resto Es Teler 77 Blok M itu adalah para maestro dan pelaku-pelaku industri kreatif di bidang digital yang sudah malang melintang di dunianya. Salah satu yang kemudian berdiskusi dengan saya adalah Mas Eka Ginting dari Indo.com yang cukup fenomenal itu.

Acara dibuka dengan presentasi dari Mbak Dewi mewakili konsultan Departemen Perdagangan yang membuka mata saya tentang keberadaan industri kreatif dan perannya di dalam perekononomian Indonesia.

Industri fesyen, di mana saya berada di dalamnya, ternyata adalah sebagai kontributor terbesar dari 6,3 persen kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Indonesia, bersama industri handycraft. Saya cukup bangga dengan angka ini.

Mas Enda, menyampaikan tentang bakal hadirnya 5 portal sebagai hub industri kreatif Indonesia. Portal-portal tersebut nantinya akan berperan sebagai marketplace dan showcase industri kreatif Indonesia.

Saya sebagai pelaku dan pengguna jasa kreatif, menyambut positif dan berharap portal ini akan memudahkan saya misalnya ketika mencari SDM handal di bidang kreatif nantinya.

Sebagai pembicara ketiga, saya lebih banyak bercerita tentang pengalaman dan temuan-temuan di lapangan terkait dengan industri kreatif ini.

Saya mengatakan bahwa industri kreatif hendaknya juga kreatif di bidang marketing dan proses bisnisnya. Membuat produk adalah satu hal, menjual dan mengelola bisnis adalah hal lain.

Di lapangan saya menemukan insan-insan kreatif yang sangat berdedikasi dengan dunianya tapi tidak mampu menjual produknya. Produknya terlalu canggih, terlalu hebat sehingga sulit diterima oleh pasar. Sebagi pengguna jasa kreatif, saya membutuhkan SDM yang mampu berkreasi dan juga bisa membaca pasar dan menghitung biaya dan pengelolaan proses bisnisnya. Itulah yang dibutuhkan pasar.

Saya juga bercerita mengenai produk saya, Manet Busana Muslim yang diterima dengan baik di negeri jiran, Malaysia. Mereka begitu antusias dengan brand Manet karena dari awal memang saya sadari pentingnya hal ini.

Dengan brand dan image yang kuat ditambah kemampuan mengelola proses bisnis dengan mumpuni, saya industri kreatif Indonesia akan mampu menaklukkan pasar regional.

“Mari kita invasi pasar Malaysia dengan industri kreatif, bukan hanya dengan mengirim TKW yang nilai tambah ekonominya sangat sedikit”, seru saya dengan bersemangat yang disambut tepukan tangan hadirin.

Persoalan permodalan juga menjadi kendala industri kreatif karena Bank Indonesia belum punya skim untuk ini karena alasan tidak adanya kolateral. Ide menggunakan modal ventura dan angel investor dilontarkan, meskipun tidak mudah pelaksanaannya.

Saya mengusulkan sebuah ide yang out of the box yang saya dapatkan dari Malaysia. Pemerintah Malaysia memberi insentif pinjaman bagi siapa pun yang mau memulai bisnis. Pinjaman itu nanti dilunasi setelah bisnisnya sukses. Kenapa Indonesia tidak meniru ini. Persoalan rate of success-nya yang rendah menurut saya hanyalah numbers game. Dari 5 bisnis yang dimodali, pastilah ada 1 yang akan sukses dan menjadi the next Google. Ini butuh keberanian, intuisi dan komitmen dari pemerintah.

Meski sebagian besar hadirin pesimis dengan komitmen pemerintah di lapangan, saya tetap optimis.

“With or without pemerintah, industri kreatif Indonesia akan terus bertumbuh, karena ini adalah passion dan hidup kita”, kata saya yang disambut tepukan tangan hadirin.

“Mari kita manfaatkan peran pemerintah sebagai akselerator. Ibarat berjalan di tangga berjalan, tentu sampainya akan lebih cepat”, tutur saya sebagai closing speech.

Semoga industri kreatif Indonesia bisa memberi kontribusi signifikan ke depannya. Saya optimis, karena melihat banyaknya SDM kreatif di Indonesia saat ini.

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, www.roniyuzirman.com, www.manetvision.com, www.twitter.com/roniyuzirman

Iklan
Standar

One thought on “Indonesia Kreatif Versi Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s