Books and Learning, Komunitas TDA, Leadership, Life, Motivasi

Menyaksikan Momen “Quantum Giving” Bersama Ustadz Yusuf “Nemo” Mansur

DSCN0686_resizeAkhirnya kemarin saya ditakdirkan Allah bertemu langsung dengan Ustadz yang tengah naik daun dan diperbincangkan di mana-mana ini. Saya termasuk yang tertinggal mengikuti perkembangan ini. Sejak Aa Gym “turun gunung” saya memang agak kurang mengikuti perkembangan terkini dakwah yang dilakukan oleh dai-dai selain beliau.

Ustadz Yusuf Mansur adalah sosok yang sangat bersahaja, cepat sekali akrab dengan tamunya. Saya merasa tidak sedang berbicara dengan seorang ustadz dengan jutaan pengikut. Saya merasa bertemu dengan kawan baru saja. Yang mengejutkan, selesai memimpin shalat Maghrib berjamaah, beliau meminta jamaahnya untuk berdoa membacakan Al Fatihah untuk kami, tamu dari Komunitas Tangan Di Atas. Subhanallah.

Kedatangan saya bersama Pak Try Atmojo dan Pak Wahyu Hidayat adalah atas undangan staf ustadz penggagas gerakan sedekah nasional ini. Rupanya beliau tertarik dengan Komunitas TDA dan ingin berkolaborasi membuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Alhamdulillah, kami merasa mendapat kehormatan atas ajakan ini. Beberapa rencana tindak lanjut telah kami sepakati dalam pertemuan ini.

Dalam kesempatan ini kami juga menjadi saksi “moment of truth” yang sangat menggetarkan. Sepasang suami istri menyerahkan sebuah amplop berisi uang Rp. 8 juta kepada Ustadz Yusuf. Yang membuat bergetar bukanlah nilai uang itu. Ternyata uang Rp. 8 juta itu adalah satu-satunya milik mereka yang semula diniatkan untuk modal berjualan. Mereka mengikhlaskannya untuk disedekahkan kepada Pesantren Darul Quran milik ustadz. Subhanallah. Ini adalah momen “quantum giving”, ujar ustadz.

Selain itu saya juga menyaksikan seorang anak muda, developer town house dari Yogyakarta, menyerahkan satu unit rumah senilai Rp. 500 jutaan untuk digunakan sebagai pesantren Darul Quran.

Rupanya tamu-tamu seperti inilah yang kerap berkunjung ke markas beliau di daerah Cipondoh Tangerang ini. Mereka-mereka yang tersentuh dan tergerak hatinya oleh ajakan ustadz untuk menyerahkan harta terbaiknya untuk digunakan di jalan Allah.

Gaya bicara ustadz yang menyentuh sekaligus provokatif telah menyentuh hati jutaan pengikutnya. Berbondong-bondong mereka mengikuti ceramah ustadz muda yang baru berusia 32 tahun ini. Saya kagum dengan sosok yang baru saya kenal ini. Sosok anak muda, enerjik, memiliki ilmu yang dalam, banyak ide progresif dan juga seorang pemimpi dan pemimpin yang visioner.

“Bagaimana kalau kita beli TPI yang sekarang sedang pailit itu?”, pertanyaan itu diajukannya dengan penuh keyakinan. “Bayangkan kalau seandainya 1 juta orang saja menyetor masing-masing Rp. 10 juta saja, pasti kita bisa membeli TPI”. Betul juga.

“Ada lagi sebuah bank syariah beraset Rp. 15 trilyun dan mau ditawarkan dengan harga Rp. 1 trilyun, kenapa kita nggak ambil aja secara berjamaah?”.

Saya jadi teringat dengan film Finding Nemo, yang mengisahkan seekor ikan badut kecil yang memberi komando kepada kumpulan ikan sarden yang tengah terjerat jaring kapal penangkap ikan. Semua ikan panik dan berusaha bergerak ke segala arah. Nemo memerintahkan agar mereka semua bergerak ke bawah, ke satu arah. Awalnya ikan-ikan sarden itu bingung dengan perintah itu, tapi sedikit demi sedikit mereka mengikutinya. Akhirnya seluruh ikan sarden mengikuti perintah itu dan menjadi kekuatan yang dahsyat. Kayu besar mengait jaring kapal pun putus dan ikan pun terbebas dari jeratan.

Peran seperti Nemo inilah yang sedang dilakukan oleh Ustadz Yusuf Mansur ini. “Jangankan 1 triliun, puluhan triliun pun bisa diperoleh dengan komando dari Ustadz”, ujar saya. Ustadz pun tergelak dan suka dengan analogi saya ini. Makanya Ustadz saya beri gelar Ustadz Nemo. Hehe…

Sungguh, pengalaman berharga yang kami dapatkan dari kesempatan beberapa jam bersama beliau. Energi Allah itu maha besar. Berada di dekat orang-orang yang dekat dengan Allah, kita akan merasakan dahsyatnya energi itu. Saya yang tadinya berangkat dalam keadaan setengah mengantuk, ketika pulang kok jadi bersemangat dan lupa dengan kantuk itu.

Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas Tangan Di Atas

Iklan
Standar

9 thoughts on “Menyaksikan Momen “Quantum Giving” Bersama Ustadz Yusuf “Nemo” Mansur

  1. Permata berkata:

    Mas Roni salam kenal, saya baru liat catatan ini udah basi kali ya untuk dikomentarin.., ustadz Jusuf Mansyur jadi enggak ya beli TPI, kalo jadi mau ikutan beli TPI dong…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s