Komunitas TDA, Life, Renungan

Empat Tahun RoniYuzirman.com, Empat Tahun Penuh Keajaiban

_mg_7897_resizeEmpat tahun yang lalu saya dan istri menjalani keseharian mengelola bisnis HnW (husband and wife). Setiap hari kami berjalan kaki menuju ruko sewaan yang jaraknya hanya 10 menit dari rumah kami (yang juga sewaan) di bilangan Kemandoran.

Hari-hari kami ya seperti itu, bolak balik rumah – ruko – rumah. Waktu di rumah kami habiskan hanya “pacaran” berdua. Maklum Vito dan Vino belum hadir ketika itu. Selain itu saya juga punya “pacar” lain yaitu, buku dan laptop (baca: internet).

Saya tidak memiliki banyak teman sesama pebisnis, kecuali Iim Rusyamsi, yang sekarang menjabat Presiden Komunitas TDA. Dengan teman seperjuangan dari kecil inilah saya sering bertukar pikiran, curhat sekaligus saling menyemangati dalam berbisnis.

Saat itu bisnis kami sudah bangkit lagi dari keterpurukan dengan melakukan rejuvenasi dan mengubah cara berbisnis yang tadinya brick and mortar menjadi click and click (gak pake mortar) alias online. Hasilnya, selain keuntungan finansial, kami pun dapat keuntungan sampingan berupa banyaknya waktu luang dan meningkatnya kualitas hidup.

Terinspirasi dari Aa Gym yang seluruh hidupnya dipersembahkan untuk berdakwah dan memperbaiki kualitas bangsa, saya pun ingin seperti itu. Buku bacaan saya banyak, hebat-hebat isinya. Saya jadi berilmu. Ini akan jadi beban saya ketika ingat “ilmu yang tidak diamalkan akan jadi beban nantinya di akhirat”.

Saat membuka internet saya terpesona dengan sebuah fenomena baru yang sedang mewabah di dunia maya: blog. Apa itu blog? Tadinya saya pikir blogger itu hanya untuk para penulis profesional saja, sebab para blogger awal kebanyakan adalah jurnalis. Kebetulan saat itu lagi ramai isu terorisme paska pemboman 9/11 dan invasi keIrak. Blogger berperan penting dalam mewartakan kejadian ini.

Tapi kemudian saya juga menemukan blog-blog yang dibuat oleh penulis amatir, orang-orang biasa saja, termasuk entrepreneur seperti saya. Nah, ini menarik. Saya bacai satu persatu blog-blog itu. Gue juga bisa bikin kayak gini, batin saya.

Tanggal 15 November 2005 adalah awalnya. Blogspot adalah sarana yang termudah yang saya temukan ketika itu. Kebetulan saya ada beberapa tulisan yang saya buat untuk buletin komunitas perantau Minang asal Magek yang saya kelola. Saya copy paste saja tulisan itu. Lantas saya turun dari ruang kerja di lantai 2 dan membujuk sang istri untuk mengomentari apa yang saya kerjakan. Dia bingung. Tapi istri saya ini hebatnya selalu mendukung apa saja ide saya meskipun dia nggak ngerti.

Kemudian saya telpon teman akrab, “Im, coba lu buka http://www.roniyuzirman.blogspot.com”, ujar saya kepada Pak Iim Rusyamsi.

“Apaan, tuh?”, tanya Pak Iim keheranan.

“Itu namanya blog”, jawab saya.

“Apaan tuh blog?” tanyanya balik.

“Masak lu orang IT gak tau blog?” seru saya.

Beberapa hari kemudian Pak Iim pun membuat blognya dan aktif sampai sekarang.

Sekarang masalahnya adalah bagaimana “memasarkan” blog saya supaya dikenal dan dibaca orang. Gunakan “faktor kali”, saya ingat pesan guru saya, Pak Tung Desem Waringin.

Saya copy paste postingan di blog itu ke beberapa mailing list yang saya ikuti seperti EU, JPMI, AMA DKI, MLC, dan Kuadran Empat. Beberapa pentolan milis itu seperti Pak Hertanto, Bu Yulia, Pak Hasan teracuni dari tulisan itu dan sekarang mereka menjadi pendiri dan pengurus TDA.

Ya, blog itu kemudian melahirkan Komunitas TDA yang diawali dari ide Pak Hasan agar saya muncul secara offline bertemu dengan pembaca, tidak hanya berkoar-koar di blog saja. Tanggal 22 Januari 2006 adalah milestone lain yang melahirkan TDA saat talkshow pertama bersama Haji Alay diadakan.

TDA sekarang tercatat memiliki anggota lebih dari 10.000 berdasarkan statistik di portal dengan sekitar 10-20% member aktif secara offline tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatannya banyak sekali, sulit saya sebutkan satu per satu. Yang jelas, makin ke sini komunitas ini makin besar dan solid.

Saya yang tadinya “nothing” menjadi “nothing plus” sekarang (belum berani mengatakan “something”, takut takabur nanti). Kemarin saat berkunjung ke stand-stand teman-teman TDA di pameran franchise, banyak yang minta foto bersama saya sampai adik ipar mengomentari saya sebagai “selebritis”. Saya tidak membanggakan itu. Itu hanya dampak saja. Sebuah konsekuensi logis yang wajar.

Media-media pun banyak yang datang mewawancarai, dan rata-rata mereka kenal saya dari blog, dari googling di internet. Paling tidak dua kali sebulan saya diminta mengisi seminar atau sejenisnya di kampus-kampus atau lembaga lain. Luar biasa, internet dan komunitas telah menjadi leverage yang dahsyat.

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua itu telah di-set oleh Allah untuk kita jalani dengan “sadar” dan sepenuh hati. Allah hadir menawarkan pilihan-pilihan dalam hidup yang akhirnya menjadi “takdir” kita, kalau kita jalani. Semua ini adalah murni karena keterlibatanNya. Saya dan teman-teman hanyalah “aktor” pelakon saja.

Hidup ini, jalani saja dengan sepenuh hati melalui inspirasi yang hadir ke hadapan kita setiap hari. Tanya hati nurani, kalau itu baik buat orang banyak, tentu baik buat kita. Mendaki terus tangga kehidupan tanpa kita perlu tahu sampai di mana endingnya. Allah akan menerangi setiap anak tangga yang kita jejakkan.

Saya sendiri tidak tahu ke mana arah blog ini kemudian. Sekarang adalah masa ujian terberat bagi blogger sejati. Banyak blogger bertumbangan karena sarana sharing telah perpindah ke media lain seperti Facebook atau Twitter. Insya Allah, saya berusaha untuk terus konsisten berbagi melalui semua media itu, termasuk blog. Terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah memudahkan semua jalan ikhtiar ini.

Blog, selain sebagai sarana corong “perjuangan” juga sebagai sarana “for fun”, melepas “katarsis”. Jadi ngeblog itu bisa juga jadi alat untuk stress release, lho. Coba deh….

Pertanyaan iseng: Pak Roni udah 4 tahun ngeblog, kok masih pake blog gratisan?

Saya jawab dengan pepatah 2.0: Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan blog yang gratisan. Hahaha….

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Kebetulan minggu ini akan hadir tamu kehormatan di rumah saya, Ust. Yusuf Mansur. Saya akan minta beliau turut mendoakan dalam rangka mensyukuri 4 tahun blog ini.

Iklan
Standar

26 thoughts on “Empat Tahun RoniYuzirman.com, Empat Tahun Penuh Keajaiban

  1. Selamat Pak Roni…sudah mampu mempertahankan blog ini dengan penuh inspiratif…
    tentunya akan sulit membuat tulisan yg inspiratif seperti ini tanpa hati yg tulus dan bersih untuk mengajak kepada kebenaran…

    Suka

  2. Ping-balik: 5 tahun andriani.web.id

  3. banyak blog yang saya jadikan acuan buat perkembangan saya pribadi dan salah satunya blog pak roni yang akhirnya saya terinspirasi untuk coba main2 di emas.

    Pak roni coba masuk ke komunitas kompasiana di kompasiana.com karena disana banyak sekali orang2 yang sudah “matang” di bidangnya. Disitu saya menemukan banyak “sparing partner”untuk kemajuan bisnis, sosial, pendidikan dsb. Berawal dari situ saya sampai bisa membentuk komunitas blogger Bekasi yang bisa saya jadikan sebagai ajang ekspresi.

    kritik nih pak, di blog ini saya tidak menemukan tulisan tentang kehidupan sehari-hari yang menurut beberapa orang itu juga menarik untuk diikuti. Saya juga tidak bisa menemukan blog pak roni lainnya yang menuliskan hal tersebut, idealnya dituliskan pak biar kelihatan banget narsis-nya dan blog-nya tidak selalu berisikan soal motivasi/inspirasi terus…hehehehe

    semoga sukses dan bisa lebih bermanfaat buat orang banyak

    Suka

    • Apa itu kyai blogger? Kyai yang ngeblog? Atau postingan saya bernuansa wejangan seorang kyai? Perlu dijelaskan pak. Anyway, terima kasih. Ide dan pemikiran Pak Nukman juga banyak mempengaruhi saya

      Suka

  4. Selamat Pak dan terima kasih atas postingannya selama ini, meski tidak aktif di TDA saya sudah coba praktekin ilmu dan sharingnya….sekali lagi terima kasih dan salam sukses mulia.

    Suka

    • Demikian juga saya, jarang melewatkan postingan anda setiap Senin yang sering mencerahkan dan mengingatkan langkah saya dalam mengelola bisnis.

      Saya sangat suka dengan kutipan ini. Ini salah satu yang selalu saya ingat ketika malas mendera. Saya harus bangkit dan berjalan lagi. Ini perjalanan marathon….

      Suka

  5. selamat atas 4 tahun berdirinya blog yang telah menginspirasi saya dan pastinya kehidupan ratusan (atau mungkin jutaan) orang lain pak, semoga selalu sukses πŸ™‚

    Suka

  6. Ini salah satu blog yang saya bookmark untuk saya baca.

    Kalo gak mau pujian. Saya kasi saran dan kritik ya mas Roni πŸ™‚

    TDA kan sering mengadakan seminar dan workshop.
    Materinya dibagikan dunk mas kalo bisa. Dalam bentuk power point, ebook, kalo ada video lebih bagus lagi. Kan gak semua orang bisa datang seminar dan workshopnya. OK.

    Secara umum saya sangat suka topik membahas buku dan tips bisnis di blog ini.

    Sukses!!

    Suka

  7. waahh.. minggu ini ya? aduh..aduh.. saya ada agenda laen..

    pengen ikutan sih, tapi yah.. sepertinya belum rezeki saya

    saya sih minta doanya saja supaya bisa jadi seorang TDA yang benar2 TDA, dan bukannya amphibi πŸ˜‰

    Suka

  8. Arief Setyadi berkata:

    Ass.wr.wb
    Pa Rony..saya sangat ingin belajar bisnis oline anda. tapi saya ini gatek it. tapi saya ingin menambah penghasilan saya..dan saya sgt setuju dgn TDA ..mhn penjelasannya…wslm Arief di Balikpapan..

    Suka

  9. saya sangat tertarik… saya ini guru musik… mengajar sejak 1992.. hingga skr. di berbagai tingkat dr SD -PT, bukan PNS.. hanya honorer…. istri jualan baju kecil2an.. hinggan skr punya ruko, dan tinggal di ruko. saya jg buka kursus musik… setelah membaca Jawa Pos tgl 27 Juli 2012… saya putuskan untuk serius menekuni bisnis online ini… mohon konfirm nya .. trimakasih.

    Suka

  10. Terima kasih atas inspirasinya pak yang bapak berikan di blog bapak ini. Selain memberikan info yang bermanfaat, blog bapak juga sangat memotivasi kami untuk selalu maju dan maju.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s