Indonesiaku, Komunitas TDA, Life, Motivasi

Laskar Pelangi Pademangan, Segera Beraksi Meraih Mimpi

Ada 4 kesamaan dari murid-murid kelas training gratis reparasi handphone yang diadakan di Pademangan oleh Institut Kemandirian dan Komunitas TDA serta didukung oleh Manet Busana Muslim dan Dokter Komputer ini dengan film Laskar Pelangi, yaitu:

Pertama, gurunya menunggu dan menjemput murid. Ya betul. Ingat kan film Laskar Pelangi saat Bu Muslimah cs begitu deg-degan? Kurang lebih seperti itulah perasaaan kami para panitia menunggu kedatangan para murid. Bahkan ketua Karang Taruna rela menjemputi mereka satu persatu. Pelaksana lapangan juga harus turun ke rumah-rumah mengetuki pintu dan mengajak mereka untuk hadir. Padahal ini gratis dan sangat berguna sebagai bekal hidup mereka nanti. Training yang diadakan tanggal 13 hingga 25 Desember ini kalau dikomersilkan bisa dijual antara Rp. 2 hingga 3 juta per orang. Di sini mereka digratiskan plus makan siang dan training-training tambahan lainnya. Tapi ya begitulah…

Kedua, profil para peserta adalah mereka-mereka yang saat ini tengah “hopeless” (maaf, saya gunakan istilah ini karena belum ada istilah lain yang lebih pas). Ketika memperkenalkan diri, hampir 90% di antara mereka adalah pengangguran. Ada yang sudah menganggur 3 tahun, 2 tahun, 1 tahun dan beberapa bulan. Dari segi finansial, jelas mereka tidak punya uang. Mirip seperti anak-anak Bu Muslimah di novel yang sungguh mempesona itu.

Ketiga, ruangan kelas pun disediakan apa adanya. Berlokasi di ruangan terbuka, hanya teratap dan berlantai tanpa dinding. Tapi masih lebih indah dibandingkan kelasnya Ikal cs. Karena tanpa dinding, suasananya jadi lebih alami. Terima kasih buat Oom Adi, tetangga kami yang menyediakan fasilitas ini. Semoga menjadi ladang amal.

Keempat, di film Laskar Pelangi ada tokoh berbadan besar dan lucu, namanya Harun. Di kelas ini juga ada yang seperti itu. Makanya kami menjadikan dia sebagai maskot dari angkatan ini. Kelakuannya pun lucu dan polos. “Nama saya Andri, tapi bisa di panggil Kentang”, ujarnya ketika memperkenalkan diri.

Saya yang terbiasa hadir dan berbicara di ruangan permanen dan berAC, merasakan suasana dan aura lain saat menghadiri pembukaan training ini. Suasana kebersahajaan, kepolosan para peserta, usaha keras teman-teman panitia, plus aroma keprihatinan mewarnai kegiatan ini.

Kegiatan ini berawal dari diskusi saya dengan adik saya, Ihsanul Takwim, Dede Syaefudin (tokoh pemuda di sana) dan Iim Rusyamsi (teman sejak kecil saya di Pademangan yang juga sekarang adalah Presiden TDA). Kami prihatin dengan kondisi di lingkungan tempat kami dibesarkan yang semakin berat dan menantang. Kriminalitas, premanisme, narkoba adalah keseharian di sana. Anak-anak muda yang lepas sekolah, rata-rata bekerja sebagai tenaga upahan low skill, menjadi penangguran atau terjerumus ke jurang narkoba. Belasan orang saat ini berada di dalam penjara, adalah fakta yang diungkap dan mengagetkan saya.

We have to do something. Kami sepakat itu.

Tapi “do something” apa?

Saya sebagai “produk Pademangan” merasa belum berkontribusi apa pun kepada “almamater” saya ini. Kiprah saya di Komunitas TDA telah berskala nasional, tapi belum di rasakan di kampung sendiri. Itulah yang menjadi “hutang” yang membebani saya selama ini.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Where there is a will there is a way. Perjalanan hidup saya selalu dituntun oleh aspirasi dan inspirasi. Saya teringat bahwa Bang Jay (Zainal Abidin) adalah pimpinan Institut Kemandirian yang banyak melatih para pengangguran untuk dididik keterampilan praktis seperti service handphone, menjahit, bengkel dan sebagainya. Alumninya telah tersebar di mana-mana dan sukses menjadi insan yang mandiri.

Saya pun mengontak beliau dan alhamdulillah, gayung bersambut. Bang Jay malah lebih bersemangat dan antusias dibandingkan saya.

Maka, kami berlima pun bertemu dan sepakat dengan kegiatan perdana ini. Bang Jay menyiapkan para pengajar dan alat. Kami menyediakan tempat dan biaya operasional. Saya mewakili Manet dan Pak Iim dari Dokter Komputer sepakat menyalurkan sebagian dana kepedulian perusahaan kami untuk adik-adik di Pademangan ini.

“Ini adalah pesantren kehidupan”, ujar saya di sela-sela perbincangan saat kami menyaksikan proses kegiatan berlangsung. Kita tidak memberikan mereka ceramah agama atau khotbah-khotbah normatif. Kami langsung to the point, bahwa sumber penyakitnya adalah masalah ekonomi. Jika sisi itu disehatkan, isnya Allah aspek lainnya akan ikut membaik seperti spiritual, emosional dan sosial mereka.

Saya optimis dengan program “sederhana” ini akan mampu melahirkan Ikal-Ikal dan Aral-Aral baru. Orang-orang yang mampu bermimpi dan mengejarnya dengan segala upaya. Kami hanya menjadi jalan saja dan membukakan mata mereka dengan segala kemungkinan dalam hidup. Bahwa hidup ini harus dijalani dengan impian yang besar. Hidup ini harus dihadapi dengan semangat yang kuat dan rasa optimis. Bahwa hidup ini harus dijalani dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya, kata Pak Guru Harfan di film Laskar Pelangi yang selalu terngiang di benak saya.

Bismillah…

Salam FUUUNtastic!
Bersama Menebar Rahmat

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Follow me on Twitter: @roniyuzirman

Iklan
Standar

10 thoughts on “Laskar Pelangi Pademangan, Segera Beraksi Meraih Mimpi

  1. Fadhli berkata:

    Smoga “virus” kebaikan dan keikhlasan yang bapak2 berikan kesesama, dapat menyebar dan berkembang biak kesuluruh penjuru Indonesia Raya kita ini…

    Suka

  2. Ping-balik: Ayo Dukung Program Actual Basic Peduli: Train-A-Teen « Actual Basic Blog

  3. Ping-balik: Ayo, Dukung Program Actual Basic Peduli: Train-A-Teen « Business and Beyond

  4. Ping-balik: Ayo, Dukung Program Actual Basic Peduli: Train-A-Teen

  5. Ping-balik: Gaya Hidup Minimalis: Merasa Cukup, Maksimalkan Manfaat « Business and Beyond

  6. Ping-balik: Gaya Hidup Minimalis: Merasa Cukup, Maksimalkan Manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s