Life, Renungan

Syukuri Keadaan Sambil Terus Mendaki Gunung yang Lebih Tinggi

Saya mensyukuri apa yang saya dapatkan hari ini. Kalau diberi skala kepuasan, mungkin angka saya adalah 8, dalam skala 1 sampai 10.

Bagaimana saya menentukan angka itu? Ya, saya melihat ke bawah. Dengan melihat ke bawah saya ternyata banyak hal yang telah saya capai namun oleh kebanyakan orang tidak.

Jika melihat ke atas, tentu nilai saya tidak akan mencapai 8. Mungkin hanya 5, sebab pastilah keadaan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka yang “di atas” itu.

Artinya, saya ada di pertengahan. Ibarat mendaki, saya sudah berada di puncak bukit yang kecil, yang tingginya sedang dan didakinya pun mudah. Meski begitu, saya mensyukuri itu. Sangat.

Saya menikmatinya.

Dalam hidup – kalau boleh merefleksi ke belakang – saya banyak mendapatkan apa yang saya inginkan dengan cukup mudah. “Perjuangan” saya dalam hidup tidak seberat dan sefantastis orang-orang lain yang sering saya baca dan saksikan kisahnya.

Hal ini sempat saya utarakan kepada Pak Jamil Azzaini, selepas menjadi bintang tamu di program TV beliau Inspirasi Sukses Mulia berapa waktu lalu. “Saya tunggu kisah hidup Mas Roni untuk dibukukan”, ujar beliau.

“Wah, kisah hidup saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Pak Jamil yang begitu berat, berwarna dan penuh perjuangan”, jawab saya. Pasti tidak menarik. Perjuangan saya biasa-biasa saja.

Apakah saya dimanjakan oleh yang namanya zona nyaman atau comfort zone?

Saya tidak tahu. Bisa ya bisa tidak.

Yang jelas, sebagai manusia yang terus bertumbuh kembang, saya selalu ingin melakukan sesuatu yang baru, mewujudkan sesuatu yang belum saya raih.

Saya masih ingin mendaki bukit atau bahkan gunung yang lain, yang lebih tinggi, entah apa gunung itu namanya.

Saya ingin membesarkan bisnis saya dan melihatnya beranak pinak dan mencatatkan sejarah, minimal di Indonesia. Bisnis yang tidak sekedar mampu menopang kehidupan saya pribadi dan keluarga.

Saya ingin aktivitas saya di luar bisnis, seperti membangun Komunitas TDA ini akan terus membesar dan mencakup seluruh Indonesia. TDA akan memberi kontribusi nyata kepada perekonomian bangsa dengan menyumbangkan jutaan entrepreneur-entrepreneur terbaik hasill godokannya.

Saya ingin punya lembaga sosial yang akan mengangkat harkat dan derajat mereka yang tidak mampu menjadi mandiri dan dihargai.

Saya ingin menorehkan jejak langkah yang positif bagi anak cucu dan bangsa kelak.

Masih banyak gunung yang perlu harus didaki.

Nelson Mandela pernah berkata, “Setelah mendaki bukit yang tinggi, saya jadi menyadari ada lebih banyak bukit yang untuk didaki. Saya mengambil waktu untuk beristirahat di sini, untuk mencuri pandang pada pemandangan indah di sekitar saya, untuk melihat kembali jarak yang telah saya tempuh. Namun saya hanya bisa beristirahat sejenak, karena kebebasan menuntut tanggung jawab, dan saya berani untuk terus berjalan, karena perjalanan panjang saya tidak akan pernah berhenti.”

Ya, kira-kira begitulah yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini.

Mari kita daki gunung yang lebih tinggi, sambil menikmati dan mensyukuri hadiah perjalanan yang telah dicapai selama ini.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Follow me on Twitter: @roniyuzirman

NB: Postingan ini dibuat disaat iseng sambil menunggu Vito yang sedang mengikuti kelas trial di salah satu pre school di daerah Lamandau, Jakarta Selatan.

Iklan
Standar

10 thoughts on “Syukuri Keadaan Sambil Terus Mendaki Gunung yang Lebih Tinggi

  1. cerita yang sangat inspiratif untuk membuka pagi bersama secangkir kopi, menjadi sumber motivasi saya untuk terus berkarya dan tetap focus pada bidang yang saya tekuni, seperti halnya pak Roni.. thanks

    Suka

  2. Setuju pak, sebagaimana ilmu yg saya dapat dari kajian ilmiah seorang profesor dari Madinah. Kita akan mencapai kebahagiaan jika melakukan tiga hal berikut: bersyukur jika dianugerahi karunia, bersabar jika ditimpa musibah, istighfar jika berbuat dosa…

    Mudah mudahan saya bisa mendaki gunung perjuangan yang lebih tinggi pula sebagaimana halnya pak Roni lakukan. Thanks

    Suka

  3. arifunasiin berkata:

    sepakat mas rony..
    syukuri terus nikmat yang kita dapat, karena dengan dengan begitu kita mnejadi berhak mendapat nikmat yang lebih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s