Life, Minimalism, Renungan

Menemukan Kebahagiaan di Balik yang Sederhana

Betapa sebenarnya kebahagiaan hidup itu tidak terkait dengan segala sesuatu yang harganya mahal dan serba ‘wah’, seperti jabatan, rumah megah atau mobil mewah.

Saya sering merenungkan dan menyimpulkan bahwa kebahagiaan saya sering tidak terkait dengan materi atau hal-hal yang complicated. Memandangi anak-anak saya yang sedang terlelap adalah kebahagiaan. Menerima telepon dari kawan lama adalah kebahagiaan. Menerima komentar positif dari teman atau pembaca blog adalah kebahagiaan.

Saya menemukan kebahagiaan dan kedamaian pada momen-momen yang sangat sederhana, dan sama sekali tidak terkait dengan harga mahal yang harus dibayarkan. Inilah beberapa momen yang bisa saya sharing dengan anda:

– Menikmati turunnya hujan. Saya selalu menantikan ini. Setiap kali hujan datang di rumah, saya selalu duduk di kursi santai di teras belakang atau di gazebo di halaman depan. Nikmat sekali melodi hujan itu membawa lamunan melayang, ditemani sebuah buku inspiratif dan segelas kopi krim sachet.

– Menyetir di malam yang sepi sambil mendengarkan musik jazz yang slow. Saya teringat ketika di Bandung, saya dan istri ingin makan malam di Kampung Daun. Di mobil saya setel kaset dari trumpetis Chris Botti yang romantis. Sesekali kami berhenti untuk menikmati pemandangan kota Bandung yang temaram oleh cahaya di malam hari. Momen yang sulit dilupakan. Sampai sekarang setiap mendengarkan Chris Botti saya selalu teringat perjalanan itu.

– Mandi air hangat. Saya selalu mandi berdua dengan Vito. Ia begitu menikmati saat mandi berdua ini. Kami menyiramkan air secara bergantian diselingi teriakan dan tawa lepas Vito yang excited. Kalau tidak diingatkan, acara mandi ini sulit diakhiri.

– Berjalan kaki di pagi hari. Hampir setiap pagi jam 05.30 saya selalu mengajak Vito dan atau Vino jalan-jalan berkeliling kampung. Udara masih segar. Saya suka menarik napas dalam-dalam sambil memacu langkah agak cepat. Persuaan dan tegur sapa dengan warga di sekitar adalah salah satu nilai tambah dari perjalanan ini. Kicau burung dan sinar matahari yang mulai mengintip di sela-sela pepohonan melengkapi kebahagiaan ini.

– Membaca buku inspiratif. Duduk diam sambil sesekali merenungkan kalimat-kalimat inspiratif dari buku yang tengah dibaca sering menimbulkan sensasi luar biasa buat saya. Saya bisa memikirkannya lama-lama, sehingga proses membaca pun jadi lambat. Disain buku, jenis huruf, warna dan bau kertas yang khas begitu saya nikmati. Tidak dapat digantikan oleh bacaan digital.

– Menonton acara TV yang mencerahkan dan membuat rileks. Saluran TV seperti RCTI, SCTV, TRANS TV dan sejenisnya sudah lama saya tinggalkan. Begitu juga Metro TV atau TV One jarang sekali saya tengok kecuali benar-benar penting. Saya betul-betul menyeleksi apa yang masuk ke dalam otak saya. Sebaliknya, saya begitu menikmati program-program di Indovision seperti BBC Knowledge. Banyak sekali acara yang inspiratif dan membangun di channel ini. National Geographic, Life Inspired, Discovery Travel and Living juga masuk dalam channel favorit saya.

– Menulis. Menulis blog juga membuat saya merasa bahagia dan rileks. Saat menulis, mau tidak mau otak saya berpikir untuk merangkai kata-kata. Apakah tulisan itu menarik dan berkualitas, adalah nomor sekian. Saat menulis pun saya sudah senang. Seperti ada sesuatu energi berharga yang lepas dari diri saya saat melakukan ritual ini. Menulis adalah kebutuhan saya yang sekaligus membahagiakan.

– Mengunjungi dan berkumpul dengan keluarga. Minimal 2 minggu sekali saya selalu mengajak anak-anak mengunjungi rumah neneknya. Minimal 2 bulan sekali saya luangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga besar. Berkumpul, bersenda gurau, bertukar cerita dan makan bersama, itulah dicari sebenarnya. Sepulang dari sana, hati jadi ringan dan lega.

– Bertukar cerita dengan teman. Ini termasuk paling sering saya lakukan. Secara formal saya ada kelompok mastermind bersama teman-teman TDA. Di sana kami bertukar cerita bahkan keluh kesah terkait dengan bisnis masing-masing. Biasanya, teman lain saling memberi masukan. Nuansanya begitu positif dan saling mendukung.

Daftarnya mungkin bisa panjang. Saya cukupkan sampai di sini dulu.

Kebahagiaan menurut definisi anda mungkin berbeda dengan saya. Yang penting adalah, kebahagiaan itu dapat kita ciptakan sendiri secara internal. Kita membuat sendiri standarnya untuk, tanpa membandingkan dengan standar orang lain.

Kebahagiaan adalah pilihan. Kita sendiri yang harus memutuskannya. Dan kita bisa memutuskannya sekarang, dimulai dengan menghargai yang sederhana.

Salam FUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Follow me on Twitter: @roniyuzirman

Standar

23 thoughts on “Menemukan Kebahagiaan di Balik yang Sederhana

  1. Subhanallah. inspiratif. saya juga merasakannya pak. banyak hal sederhana yang menjadi sumber kebahagiaan. dan tulisan bapak mengingatkan kembali akan hal2 sederahana tsb. untuk dirasakan, dinikmati, dan disyukuri.🙂

    Suka

  2. Bahagia dimanapun kita beraktivitas sangat penting sekali ! Dan “menularkannya” ke lingkungan sekitar juga akan sangat bermanfaat. “Tetap semangat bahagiakan umat ” … ( motto RZI )

    Suka

  3. Great post kang, great post.

    Saya terinspirasi sekali dengan tulisan ini, sehingga saya terdorong untuk mencoba menuliskan hal serupa di blog saya….

    Membaca buku di sore hari dan melakukan treadmill di pagi hari sambil mendengarkan musik……adalah dua momen yang paling membahagiakan saya.

    Suka

  4. Di saat laju kehidupan kita pacu, kadang terlupa rasa syukur. ni’mat ilahi sering kita pungkiri. alhamdulillah, tulisan ini menggugah dan menyentil. thanks mas.

    Suka

  5. buku … buku … buku … Membaca bagi saya bukan hobby tapi sudah merupakan kebutuhan. Buku bisa melambungkan semangat. Oleh karena itu saya sangat selektif memilih bacaan. Jangan sampai justru membuat semangat down …

    Suka

  6. Diah Permata berkata:

    Bahagia …kalo bisa diskusi sama yg menguasai hati dimana kebahagiaan ada dalam genggamanNya…

    Bahagia…kalo bisa melihat org yg dicintai bahagia….
    Bahagia…kalo lagi mau mudik untuk kumpul dgn kel besar di jkt…

    Bahagia kalo bisa menyelesaikan target dalam pekerjaan atau target pribadi..

    Bahagia…akan muncul dgn sendirinya ketika tercipta keseimbangan…lahir dan batin…

    Suka

  7. Yap..itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Kebahagiaan setiap orang berbeda-beda, tapi memunyai satu kesamaan yaitu di mana kebahagiaan sejati yang tanpa batas, berasal dari dalam diri kita sendiri.

    Suka

  8. Karis Malau berkata:

    Yuup… sumber kebayagaan ada dalam diri kita… jika kita mau bahagaia…bahagialah sekarang bukan besok atau yang kemarin.. Bahagia itu ada di hati dan dirasakan… tanpa harus memerlukan bayaran…jadi kenapa harus menunggu untuk merasa bahagia.

    Suka

  9. Dicky berkata:

    Subhanallah…

    Saya sangat terinspirasi juga mas, hanya saja relatif untuk setiap orang, aktivitas yang di lakukan mas Roni dan mas Yodia ada yang membuat saya bahagia juga; ada rutinitas yang membahagiakan dan ada moment2 tertentu….seperti sesekali ajak istri dan anak2 kesatu tempat baru yg belum pernah dikunjungi, bisa pantai atau gunung; tulisan diatas adalah rutinitas keseharian kita….dan kita bahagia; tapi hati-hati dengan kesenangan yang menyamar sebagai kebahagiaan; kesenangan biasanya sesaat dan kebahagiaan lebih abadi……

    Suka

  10. widi berkata:

    Astagfirullah
    Hal-hal sederhana yang sebenarnya juga saya alami, tapi kadang tidak saya sadari. Seperti karunia sehat yang dapat disadari ketika tertimpa sakit.
    Terima kasih telah mengingatkan saya, sehingga saya patut memohon ampun pada Allah.

    Suka

  11. chasan berkata:

    Hobi kita sama pak, mandiin anak…ini adalah momen special buat kami dlm membangun kedekatan lahir bathin dgn anak-anak kita..

    Suka

    • Murah (gratis malah), meriah, membahagiakan. Ritual ini saya lakukan tiap pagi sore, minimal setengah jam. Kapan lagi bisa begini? Mumpung anak msh kecil. Kalau sudah besar, mereka tidak butuh kita lagi. Dan ingat spelling kata L O V E menurut anak kita adalah T I M E

      Suka

  12. Ping-balik: Terima Kasih Tuhan « Tommy's Blog

  13. asepotoy berkata:

    mungkin yg bapak rasakan adalah hal yang paling indah untuk bisa saya rasakan, tapi maaf pak, segala kebutuhan hidup bapak mungkin telah segalanya tercukupi, dari segi materiil, tapi bagaimana kalo segi materiil belum tercukupi, atau malah bingung mau kemana hidup ini akan di lalui, mungkin orang seperti saya ini, masih perlu perjalanan yg cukup panjang agar dapat menikmati hidup seperti yang bapak alami, saya mohon saran harus bagaimana?

    Suka

  14. Ping-balik: Terima Kasih Tuhan | Tommy Yoewono's Site

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s