Indonesiaku

Rokok dan Teori Broken Window

Muhammadiyah mengharamkan rokok.

Saya senang.

Pertanyaannya, kenapa nggak dari dulu?

It’s okey, better late than never.

Tapi, the damage is already done.

Bangsa ini hancur karena rokok.

Saya pernah menonton tayangan TV yang fenomenal “60 Minutes” tentang tobatnya seorang mantan tobacco lobbyst di Amerika. Pria sepuh ini sepanjang hidupnya bekerja untuk asosiasi perusahaan rokok yang tugasnya adalah melobi senat dan pemerintah untuk memuluskan kebijakan-kebijakan pro rokok.

Sekarang, di sisa hidupnya ia habiskan untuk melakukan black campaign terhadap industri rokok yang telah dibelanya mati-matian selama ini.

Kenapa ia berubah? Nurani tidak pernah bohong.

Ia melihat jejak langkahnya kebelakang dan menyaksikan betapa besar dosa dan kerusakan yang telah ia perbuat selama ini. Ia telah merusak generasi terbaik bangsa. Keuntungan industri rokok tidak sebanding dengan besarnya biaya restorasi masalah kesehatan yang dihadapi bangsanya.

Apakah bangsa kita tidak belajar dari semua ini?

Apakah bangsa ini tidak belajar mengapa perusahaan rokok terbesar di Amerika sekarang hengkang dari sana dan mengarahkan amunisinya ke negara kita yang dikenal sebagai surga para perokok?

Saya pernah membaca tentang teori broken window. Sebuah jendela rumah yang retak menggambarkan banyak hal tentang bangunan rumah secara keseluruhan.

Mungkin saja penghuninya adalah pemalas.

Mungkin saja penghuninya tidak peduli dengan keindahan.

Mungkin saja penghuninya tidak ada di dalam rumah, alias rumah kosong.

Nah, inilah kesempatan bagi maling yang jeli untuk melakukan aksinya.

Sebuah rumah yang dibiarkan terbengkalai menandakan banyak hal.

Demikian juga bangsa ini. Dengan membiarkan rokok dikonsumsi luas berarti pemerintah tidak peduli dengan kesehatan rakyat dan masa depan generasi mudanya.

Bangsa ini menjadi bangsa yang malas dan tidak peduli dengan masa depan. Bangsa ini menjadi bangsa yang pragmatis, berpikir untuk hari ini saja. Bangsa ini akan kalah bersaing dengan negara-negara tetangga yang sudah mengharamkan rokok seperti Singapura.

Bangsa ini menjadi lemah dan menjadi sasaran empuk bagi siapa pun yang punya niat jahat untuk merusaknya.

Tidakkah kita sadari itu?

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

Follow me on Twitter: @roniyuzirman

Iklan
Standar

13 thoughts on “Rokok dan Teori Broken Window

  1. onnie berkata:

    bisa kebayang ga pak kalo perusahaan rokok di indonesia ditutup?
    mungkin cita2 para anti rokok akan tercapai yaitu hidup sehar tanpa asap tembakau

    tapi bagaimana dengan para buruh dan pekerja yang hidup di perusahaan rokok?
    mereka kan ga pinter2 banget, keahlian mereka cuma ngelinting…
    mengharapkan pemerintah buka lapangan kerja baru?? ga mungkin deh mas…

    sebenarnya pemerintah sudah membatasi penjualan rokok hanya untuk umur tertentu
    mungkin kekurangan mereka hanyalah tidak ada pengawasan untuk regulasi itu…
    tapi apa ya mungkin pemerintah membayar PNS baru hanya untuk mengawasi larangan itu??
    la wong PNS sekarang aja banyak nganggurnya dibanding kerjanya??
    jangan terlalu menyalahkan pemerintah kita dalam hal ini deh…
    yang patut disalahkan adalah perilaku masyarakat terrcinta kita indonesia ini yang ga bisa
    patuh terhadap peraturan yang ada…

    harusnya kita melihat kedalam apakah kita sudah benar2 mentaati peraturan yang sudah dibuat??

    makasih…

    Suka

  2. Kalau boleh saya jawab dengan kutipan dari salah satu blog :
    http://lembayungsenja.blogdrive.com/archive/256.html

    Yang menjadi masalah banyak kalangan untuk menolak fatwa tersebut adalah lebih ke nafsu dan masalah ekonomi….alasannya yang sering dikemukakan�bahkan muncul ketika saya memberikan penyuluhan mengenai bahaya merokok di sebuah desa di magelang� adalah bagaimana dengan nasib para petani tembakau, para buruh pabrik rokok, para pedagang, jika rokok harus “dilenyapkan” ? padahal cukai rokok memberikan kontribusi juga kepada pendapatan negara. Sebenarnya masalah ini gampang sekali untuk dipecahkan, kuncinya Cuma satu : Kemauan Untuk berubah. Tanaman tembakau bisa saja diganti dengan komoditi lain yang jauh lebih menguntungkan, kelapa sawit misalnya, dengan adanya perkebunan kelapa sawit maka akan juga membuka lapangan kerja..bahkan hasil dari kelapa sawit jauh lebih menguntungkan untuk negara, dibandingkan cukai rokok. Ini hanyalah satu contoh kecil,masih banyak jalan untuk mendapatkan yang halal, jika kita mau. Kemauan, itu kata kuncinya.

    Suka

  3. Setuju mas,
    Membuat seolah-olah dengan hilangnya tembakau maka akan punahnya ladang rezki ribuan petani tembakau sungguh pikiran yang agak dangkal. Anak bangsa dinilai tidak kompeten untuk melakukan hal-hal yang besar. Hanya bisa bergantung dengan sesuatu yang makruh (atau haram). Mengatasnamakan ribuan orang demi segelintir konglomerat rokok.
    Dengan haramnya merokok, tidak saja lahan yang bisa dialihfungsikan, SDM kita pun tentu bisa lebih menggali potensinya melalui ikhtiar yang lebih berkah. Juga tidak kalah mulianya, biaya kesehatan dan pendidikan si miskin tidak terbakar oleh asapa rokok.

    Tabik,
    mantan ahli hisab

    Suka

  4. bagus nih postingnya..saya rasa ini kompleks, karena menyangkut tenaga kerja yang sekian banyak tersedot di industri rokok..belum lagi berapa pajak yang didapat negara dari penjualan rokok.

    kesadaran untuk hidup sehat, tidak merokok, dari sendiri yang perlu di doktrinkan pemerintah melalui sosialisasi akademik/ lainnya. Saya rasa dengan membatasi ruang lingkup bagi perokok di public area saat ini sudah cukup bagus..dengan mempersempit ruang lingkup mereka, dan memberlakukan aturan ini lebih ketat dan merata.. ruang gerak perokok terbatas, sembari mencari jalan akan dikemanakan tenaga kerja dan mencari ganti pajak yang tadinya didapat dari industri rokok, bila rokok diharamkan extremely nantinya 😀

    Suka

  5. ario berkata:

    Seorang sopir angkot di jakarta: punya istri dan anak 2 orang. Punya penghasilan 1,5 juta per bulan, 300 ribu habis buat rokok (10 ribu per hari = satu bungkus). Setelah 20 tahun merokok, uang yang habis buat merokok setara dengan = 300 ribu x 12 bulan x 20 tahun = pendidikan anak, makanan yang lebih bergizi, pakaian yang lebih layak dsb.
    Setiap hari pas narik angkot asapnya ngebul, masuk ke paru2 dia meningalkan racun2 yang terakumulasi selama 20 tahun dan memaksa puluhan orang yang ditemuinya hari itu menghisap racun. Setelah 20 tahun merokok, paru2nya rusak, sakit, brapa besar biaya rumah sakit?

    Coba periksa daftar 10 orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir? Hampir selalu terdapat bos2 perusahaan rokok besar Indonesia… mereka emang ngeruk untung luar biasa besar di atas penderitaan kecanduan jutaan orang.

    Para karyawan dan buruh yang terkait industri rokok akan jauh lebih sejahtera jika saja aset pabrik, iklan (liat aja berbagai event musik dan olahraga disponsori rokok) dialokasikan utk bangun 1 juta wirausahawan.

    Pendapatn negara dari pajak rokok? di negara manapun, termasuk Indonesia, biaya kesehatan yang harus dikeluarkan gara2 rokok jauuuuh lebih besar dari pendapatan dari pajak rokok. Hanya saja biaya itu tidak langsung keluar, beda halnya rokok, pendapatannya bisa langsung terasa.

    Dari segi agama Islam, mayoritas ulama memberikan fatwa haram atau makruh, lha dua-duanya juga negatif bukan?

    Mayoritas perokok yang saya temui dan tanyai mengatakan menetahui bahwa rokok pada dasarnya gak bagus dan banyak juga yang punya niat brenti, tapi gak bisa…

    Harus ada gerakan komunitas dan kampanye brand activation anti rokok nih…

    Suka

  6. meme berkata:

    Numpang lewat.

    Di lihat dari sisi orang bukan perokok mungkin fatwa tersebut didukung 100%, tapi apakah sudah dipertimbangkan dari sisi orang yang perokok?

    Kebiasaan merokok di Indonesia memang besar, bahkan sampai anak-anak. Untuk orang dewasa mungkin bisa menimbang yg baik dan tidak sehingga merokok merupakan pilihan tetapi bagi anak-anak gimana?

    Biasanya anak-anak merokok karena teman, ingin bergaya spt orang dewasa yg merokok, iseng,dll. Lalu dimanakah pengawasan orang tua atau pihak2 yg bertanggung jawab atas pendidikan anak2 ini?
    Penyuluhan2 tentang bahaya merokok sering dilakukan kepada para perokok, apakah juga diberikan kepada yg bukan perokok?
    bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati.

    Seharusnya Penyuluhan/sosialisasi tentang bahaya merokok diberikan sejak dini kepada anak2 sebelum mereka mencoba merokok. Penjual rokok mempunyai kesadaran untuk tidak menjual rokok kepada anak2. orang tua mengawasi anak2 mereka dibantu berbagai pihak tentunya.

    Adanya fatwa bahwa merokok haram tdk bisa mengurangi atau mengatasi masalah perokok ini karena kenyataannya ini adalah hanya fatwa dan tidak ada hukum yg jelas2 mengatakan bahwa rokok itu haram. banyak ulama,pejabat yg merokok.

    Sekarang ini sudah byk tempat yg memberlakukan kebijakan bebas rokok/tidak boleh merokok. Secara tidak langsung itu sudah membatasi kebebasan seseorang yg perokok. Apakah mereka protes?
    Apakah perokok saat merokok di tegur untuk mematikan rokoknya karena ada yg terganggu tidak mau mematikan rokoknya? “saya rasa byk yg akan mematikan rokok meraka saat mereka di tegur”

    Untuk berhenti merokok susah? “TIDAK”. karena jika benar2 ingin berhenti pasti bisa. Byk yg bilang ingin berhenti tp tidak benar2 ingin berhenti karena tidak ada usaha untuk berhenti.

    tolong dilihat lagi dari berbagai sudut pandang!!!!.

    Suka

  7. alhamdulillah saya sudah berhenti merokok sejak kuliah tahun ke 3, waktu itu karena mau nikah jadi takut impoten hehehe.

    banyak sekali manfaat dari berhenti merokok ini, badan lebih sehat pastinya dan kantong jg makin tebel.

    dulu saya tinggal di tempat kerja, trus kalau pulang slalu aja diomelin ama bude, dibilang pundak saya sangat cekung, saking cekungnya sehingga bisa untuk tempat sabun katanya. badan sy juga kurus karena hobi begadang, ditemenin rokok… pas benerrr…

    alhamdulillah setelah berhenti badan saya kekar karena saya juga jadi rajin olah raga. sampai sekarang saya juga sudah bertobat dari rokok karena emang rokok itu haram.

    smoga bangsa ini bisa terbebas dari rokok.

    Suka

  8. taufik berkata:

    hehehe mau nimbrung nih, masalah kekhawatiran jika perusahaan rokok ditutup akan menimbulkan banyak pengangguran selalu menjadi alasan klasik kenapa perusahaan rokok maju di negara kita, seyogyanya hal tersebut dilakukan perlahan tapi pasti dan yakin dari pemerintah entah itu harga rokok dinaikkan drastis ato dengan cara lain dan tidak serta merta di tutup secara langsung, sehingga paba buruh pun juga akan berfikir bahwa perusahaan rokok kedepannya memiliki masa yg akan suram otomatis mereka akan berfikir untuk kerja di tempat lain secara bertahap, bukti tidak niatnya pemerintah adalah dengan masih dilegalkannya iklan rokok di jalan, televisi dll walaupun tanpa memperlihatkan objek dari rokok itu sendiri, kalo emang niat “ROKOK TIDAK BOLEH BERIKLAN”, seperti halnya minuman keras walaupun masih dijual tapi kan tidak bebas beriklan, masa liga sepakbola terbesar di Indonesia di sponsori rokok!! IRONIS BUKAN?? kesehatan disandingkan dengan penyakit, well intinya sekarang dari pribadi masing2 aja kalo pengen berhenti ya berhenti kalo terus ya terus semua kan ada konsekuensinya……

    Suka

  9. Saya perokok aktif sampai sekarang, namun fatwa haram dari Muhammadiyah saya dukung 100%, saya mengalami sendiri, betapa mengerikan kecanduan rokok, masalah-masalah yg ditimbutkan 1. Kesehatan, artikel bertebaran dan ini paling sering dibahas 2. Keuangan ini juga sering diulas 3. Kecanduan inilah yg saya mau share, suatu ketika saya khabisan duit, rokok habis. Apa yg tjadi ? Adik, Orang tua jadi sasaran emosi kemarahan saya. Karena otak rasanya buntu. Pernah dengerkan berita gara2 rokok, ribut dan nyawa melayang. Rokok bener2 iblis ! Saudara-saudaraku bantu saya dgn doa ya. Agar saya bisa bebas dari rokok. Amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s