Life

Chairul Tanjung: Bisnis adalah Individu, Bukan Paguyuban

Ini statement yang disampaikan oleh Pak Chairul Tanjung saat Pesta Wirausaha kemarin.

Beliau bercerita pernah gagal saat memulai bisnis alat-alat kesehatan bersama teman-teman kuliahnya dulu.

Tempat usahanya dijadikan ajang nongkrong oleh teman-teman aktivis kampus. Dari pagi sampai malam, bahkan makan minum pun ditanggung dari usaha yang baru merangkak itu. Jangankan untung, modal pun akhirnya tergerus untuk biaya mentraktir anggota paguyubannya.

Hal ini juga terjadi dengat seorang kerabat saya ketika memulai usaha petungan alat-alat pencinta alam di depan kampusnya di bilangan Cempaka Putih.

Alih-alih dipenuhi oleh pembeli, kios kecilnya disesaki oleh teman-teman yang nongkrong seharian.

Singkat cerita, keduanya (CT dan kerabat saya) memutuskan untuk keluar dari kondisi ini dan take responsibility. Menjalankan bisnis dengan serius, bahkan memisahkan diri dari usaha paguyuban bersama ini.

Memang, bisnis itu adalah individual, bukan paguyuban. Jangan dicampur aduk. Business is business, teman is teman. Kita harus bisa mengetahui batas dan menyikapinya.

Bisnis ala paguyuban sulit berkembang. Siapa bossnya? Siapa yang memerintah dan siapa yang menjalankan keputusan? Itu yang sering jadi masalah.

Goal masing-masing anggota juga berbeda. Ada yang iseng-iseng aja. Ada yang punya target tinggi. Sulit diakomodir dalam bisnis ala paguyuban ini.

Namun, ada kisah sukses yang inspiratif juga dari bisnis paguyuban yang kemudian bertransformasi menjadi bisnis sukses dan fenomenal.

Siapa yang tidak tahu kawasan bisnis terpadu Jababeka, perusahaan industrial estate terbesar di Asia Tenggara?

Perusahaan ini didirikan oleh paguyuban 21 orang yang urunan modal. Dipimpin oleh CEO yang hebat, SD. Damono, perusahaan ini mampu keluar dari kubangan krisis 1997-98 dan keluar sebagai pemenang.

Ini adalah contoh perusahaan paguyuban yang sukses mempraktekkan cara-cara berbisnis profesional korporasi besar.

Kisahnya bisa dibaca di buku Think Big, Start Small, Move Fast, Kiat Pengembangan Mental SD. Damono (Founder dan CEO Jababeka) terbitan Kompas.

Iklan
Standar

8 thoughts on “Chairul Tanjung: Bisnis adalah Individu, Bukan Paguyuban

  1. Pengalaman Pak CT pernah saya alami. Saya berbisnis dengan banyak teman. Yang tejadi, bisnis belum mulai ributnya udah duluan, padahal mereka gak kerja apa-apa. Terus saya memutuskan berbisnis berdua saja dengan teman yang saya percayai. Kirain serius, ehhh… dia malah mendelegasikan lagi ke temannya, dan emannya itu gak amanah. Capek dehhhhhh. Mending bisnis sndiri aja…. untung ruginya kita sendiri yang merasakan

    Suka

  2. Saya setuju dgn Pak Budi Rahmat…bisnis menjadi bisnis kalo sudah start, sekecil apapun, bukan sebesar dan sebrilyan apapun ide. Dulu saya terlalu tepekur masalah web prosional untuk bisnis online saya…ternyata pake blog pun berjalan dengan lancar sampai sekarang….salam

    Suka

  3. Assalamu ‘alaikum wr wb…Pak Chairul Tanjung saya salut atas perjuangan Bapak saya juga salut Pada Pak RoniYuzirman atas perjuanagan membesar kan TDA juga bisnis pribadinya….saya dengan berusaha menemui Pak Chairul Tanjung untuk menjadi mentor…saya yakin itu bisa..mohon tips untuk menjadikan Pak CT jadi mentor saya…trima kasih .aamiin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s