Uncategorized

Pak Roni Kok Jaketnya Itu-Itu Aja?

Beberapa bulan lalu saya dikritik oleh teman-teman TDA saat mau melakukan taping untuk sebuah program televisi.

“Pak, kok jaketnya ini melulu sih”, kata salah satu dari mereka.

Saya tersipu. Bingung menjawabnya (kaget, teman-teman ternyata memperhatikan ya).

Akhirnya saya jawab secara diplomatis, “ini jaket hoki saya” πŸ™‚

Memang, dalam berbagai kesempatan, saya sering memakai baju yang sama. Sepatu pun itu-itu saja.

Istri saya sering protes, “Uda kan sering diundang bicara di seminar. Malu dong bajunya itu-itu saja”.

“Biarin aja. Yang didengar kan omongannya, bukan penampilan”, jawab saya.

Gaya berpakaian seperti ini bukan tanpa alasan. Selepas lebaran tahun lalu saya bertekad untuk mempraktekkan isi blog-blog bertema gaya hidup minimalis seperti mnmlist.com dan Becoming Minimalist ini.

Awalnya saya coba membongkar lemari baju. Saat ditumpuk, lumayan tinggi tumpukannya. Ternyata, hampir 70% pakaian saya tidak terpakai.

Akhirnya saya memutuskan untuk “mengevakuasi” sebagian besar pakaian itu dan menyisakan sedikit saja.

Di rumah pun saya bikin aturan no clutter, tidak ada barang yang menumpuk. Harus clean, neat. Saya terapkan sistim garbage in garbage out, barang yang masuk harus seimbang dengan yang keluar. Misalnya, ada 10 majalah yang dibeli harus diimbangi dengan 10 majalah yang harus dikeluarkan. Demikian juga dengan pakaian dan sebagainya (kecuali buku).

Sebenarnya gaya hidup ini adalah antitesis dari gaya hidup yang berkembang sekarang ini, di mana more is better. Kita “dipaksa” percaya bahwa dengan more more dan more hidup kita akan lebih baik, lebih bahagia. Ini yang memicu konsumerisme. Kita diyakinkan oleh media untuk membutuhkan produk itu, padahal tidak butuh, hanya keinginan.

Di barat sana, sudah banyak orang-orang yang sudah lelah dengan gaya hidup ini dan melakukan “perlawanan” dengan menawarkan gaya hidup sebaliknya, yaitu less is more. Gaya hidup minimalis yang hanya mementingkan yang esensial dan mengesampingkan yang tidak perlu.

Saya sendiri tidak ingin ekstrim. Saya bersikap moderat saja. Saya praktekkan yang saya rasa membuat nyaman saja.

Tidak mungkin saya menjual rumah yang cukup besar yang telah ditinggali dan kemudian pindah ke apartemen kecil. Saya sulit mempraktekkan gaya hidup minimalis ini untuk buku. Kalau sudah berhadapan dengan buku, ibarat mobil, saya tidak ada remnya. Kalau saya lagi pengen, saya beli aja. Anggaran bisa tak terbatas.

Tapi saya bisa mengerem keinginan untuk membeli pakaian atau gadget-gadget yang sebetulnya tidak saya butuhkan.

Intinya, gaya hidup minimalis adalah mengkonsumsi/memiliki/melakukan hal-hal yang esensial saja, hal-hal yang betul-betul dibutuhkan dan mengesampingkan yang tidak penting.

Apa yang dirasakan setelah mempraktekkan gaya hidup minimalis ini?

Hidup jadi lebih enteng, lebih ringan melangkah. Saya bebas dari hutang kartu kredit.

Sejatinya, kita ini hanya punya sedikit kebutuhan. Selebihnya adalah keinginan yang seolah-olah jadi kebutuhan. Kalau kita bisa mengenali dan mengendalikan itu, kita sudah jadi orang yang bergaya hidup minimalis, zuhud atau sederhana.

Menikmati lebih banyak, bukannya memiliki lebih banyak. Yang penting bukan banyaknya yang kita miliki tapi seberapa jauh itu kita nikmati dan memberi makna bagi hidup kita.

Iklan
Standar

13 thoughts on “Pak Roni Kok Jaketnya Itu-Itu Aja?

  1. jika sulit membedakan apa keinginan dan kebutuhan, itu ibarat mulut dan perut. apa yang diinginkan mulut belum dibutuhkan oleh perut πŸ™‚

    Suka

  2. Baru kemarin saya membaca blog mnmlst nya Leo Baubuta dan ternyata sudah ada yang mengaplikasikannya disini. nice thought,berlebihan itu sering kali malah bikin resah saja πŸ™‚

    Suka

  3. mencoba hidup minimalis ternyata dapat meringankan isi pikiran, beban di hati, dan dapat lebih enjoy menjalani rutinitas… πŸ™‚

    Suka

  4. waaaahh tulisan yang bagus banget pak… akan saya terapkan ^_^ . Saya juga gitu kalo soal buku suka kebablasan hehehe… eh ada lagi baju n pernak perniknya … mungkin karena saya wanita yaa… kayaknya harus dikendalikan banget untuk yang terakhir ini !!! makasi pak … menginspirasi lohh…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s