Life, Mindset, Minimalism

Gaya Hidup Minimalis, Social Media dan Gadget

Sebagai orang yang sedang berjuang mempraktekkan gaya hidup minimalis, banyak hal yang masih perlu saya “perjuangkan”.

Gaya hidup minimalis adalah tentang esensi, makna, fokus dan prioritas.

Hiruk pikuk dunia social media (bahasa Indonesianya yang pas apa ya?) tidak bisa ditolak. Saya juga harus mengikuti tren ini dan tentu banyak manfaatnya juga. Ketemu teman-teman lama, dapat teman baru, informasi, ilmu dan inspirasi. Pokoknya banyak deh.

Tapi segala sesuatu itu pasti ada batas normalnya. Ketika itu sudah “kebanyakan”, akan menimbulkan masalah. Salah satunya adalah distraction (gangguan). Sebentar-sebentar lampu BlackBerry menyala dan pastinya tangan kita akan selalu gatal untuk segera membuka dan menanggapinya. Ada lampu notifikasi email masuk, message Facebook baru, komentar status, tag-tag foto, dan sebagainya.

Lama-lama saya merasa terganggu juga. Pikiran jadi gak fokus.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak memasang aplikasi Facebook di BlackBerry, kecuali notifikasi bila ada message masuk di inbox. Facebook saya cek sekali-sekali saja melalui laptop. Untuk meng-update status saya gunakan Selective Twitter Status melalui Twitter.

BlackBerry Messenger (BBM) juga berpotensi menjadi gangguan. Saya menolak untuk bergabung di grup di mana hanya sekedar haha hehe. Saya hanya bergabung di grup yang bisa membuat sesuatu, merancang sesuatu atau menggerakkan sesuatu.

Sekarang saya hanya fokus menggunakan Twitter saja, karena sederhana dan banyak manfaatnya, tergantung siapa yang saya follow. Saya hanya mem-follow orang-orang yang bermanfaat untuk saya, yang statusnya positif dan mendekatkan saya kepada tujuan, menguatkan dan membuat diri saya menjadi lebih baik.

Saya pernah mem-follow tokoh-tokoh hebat dari kalangan politisi, aktivis dan juga pemikir agama. Akhirnya, mereka saya un-follow karena statusnya kok membuat pikiran saya terganggu ya. Saya merasa status mereka itu membuat hati dan pikiran tidak nyaman, padahal hati dan pikiran itulah yang saya jaga setiap hari supaya tetap tenang dan damai.

Enaknya Twitter ya karena itu. Kita punya “kekuasaan” untuk mengontrol apa yang masuk ke otak dan hati kita.

Leo Babauta mengataka bahwa di dunia online ini kita jangan jadi konsumen saja. Kita harus jadi produsen. Kita jangan menjadi orang yang dipengaruhi, tapi jadilah pemberi pengaruh. Saya setuju dengan pendapat ini.

Makanya, sekarang saya sadar dan kembali ke “khittah”. Rumah saya adalah di blog. Kenapa sekarang saya tinggalkan? Alhamdulillah, sekarang saya sudah aktif lagi ngeblog. Social media saya jadikan sarana untuk “memanggil” pengunjung di blog.

Saya tidak mau ekstrem seperti penganjur gaya hidup minimalis lainnya yang menganjurkan untuk “disconnected” dengan media yang membuat gangguan atau distraction itu.

Saya menyikapinya dengan cara pandang lain. Kenapa tidak kita manfaatkan untuk sarana menyampaikan ide-ide, inspirasi dan pengaruh positif?

Standar

11 thoughts on “Gaya Hidup Minimalis, Social Media dan Gadget

  1. I like it… saya juga sedang belajar gaya hidup minimalis. Dan itu banyak terinspirasi dari tulisan dan pancingan-pancingan Uda Roni. Thanks a lot..
    *Hermawan – AKSES Research Indonesia

    Suka

  2. Setuju Pak. SocMed (ruang sosial maya <– cocok gak?) hrs dipergunakan searif mungkin utk membantu mencapai tujuan2 qt. Tulisan bpk itu turut pula "nyadarin" saya utk "bersih2" di timeline twitter saya. 'kan ada yg bilang tempo hari "Facebook is smart service for simple people. Twitter is simple service for smart people"… hehehe

    Suka

  3. Sepertinya memang kita harus mengenal betul diri kita agar tidak mudah terpengaruh atau terombang-ambing dengan lingkungan.
    Informasi yang overload dan cepat harus disikapi dengan bijak dengan mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya secara tepat.
    Selamat kembali ke ‘khittah’ Pak.

    Suka

  4. welcome “home” + selamat nge”blogging” lagi.
    artikel inspiratif di blog mas roni selalu menjadi “kompor” entrepreneurship.
    saya bersyukur menjadi “korban” blog mas roni 3 thn lalu… ha.ha.ha..
    salam TDA.

    Suka

  5. Akhirnya pa Roni memutuskan kembali ke khittah, aktif ngeblog lagi… dan akhirnya, saya pun jadi ikut aktif baca blog pa Roni lagi…… hehehe 🙂

    Suka

  6. danang berkata:

    Sipp lah Pak Roni, karena blog ini jadi bacaan wajib saya tipa hari… meski saya nggak pernah komentar apapun..

    Suka

  7. desta berkata:

    wah seneng ni pa rony dah aktif ngeblog lagi..sy jg bosen sama fb..fb yg aktif cuma fb onlineshop aja…fb jg bisa efektif pa buat ol shop

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s