Uncategorized

The Alchemist dan Perjalanan Menemukan Takdir

Sudah baca The Alchemist?

Kalau belum, wah, sayang sekali. Ini adalah novel yang harus dibaca siapa saja. Sedini mungkin lebih baik. Saya baru baca buku ini di usia 30an, better late than never. Anak-anak kita harus baca buku ini.

Saya baru selesai baca untuk ke dua kali. Teman saya bahkan sudah 9 kali. Buku karangan Paulo Coelho ini kabarnya sudah dibaca lebih dari 40 juta orang dan diterjemahkan lebih dari 50 negara.

Apa istimewanya buku ini?

Novel ini bercerita tentang meraih impian. Tentang perjalanan menemukan takdir diri yang dituntun oleh tangan Tuhan melalui pilihan-pilihan, kejadian-kejadian dan pertanda-pertanda yang menjadi rambu-rambu untuk mencapainya.

“Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan”, tulisnya.

Bagi Coelho, takdir adalah apa yang ingin kita capai. Takdir adalah pilihan-pilihan hidup dan bagaimana kita menjalaninya berdasarkan pilihan itu. Takdir bukanlah nasib yang “taken for granted” atau “sudah dari sononya”. Takdir adalah keputusan-keputusan yang telah kita ambil dan jalani sebagai pilihan-pilihan dengan segala
konsekuensinya.

Pertanda-pertanda yang diberikan Tuhan tidak selalu telanjang dan kasat mata. Kita harus pandai “membacanya”. Tuhan berbicara dalam berbagai kesempatan, dalam musibah dan kemalangan, dalam kesenangan dan kebahagiaan sekali pun.

Ketika kita telah memiliki impian dan berkomitmen untuk mencapainya, alam semesta akan bersatu padu membantu kita untuk mencapainya. Mereka akan berkonspirasi menuntun kita dalam bentuk pertanda-pertanda dan kejadian-kejadian kebetulan. Pernah nonton Serendipity yang dibintangi Jon Cusack? Kira-kira seperti itu gambarannya.

Saat menjelang dewasa, semuanya jelas bagi kita, segalanya mungkin. Kita tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang diinginkan terwujud dalam hidup. Namun, dengan berlalunya waktu, seperti ada daya misterius yang mulai meyakinkan kita bahwa mustahil bisa mewujudkan impian itu.

Ada sebuah dusta terbesar, menurut Coelho. Dusta itu adalah bahwa pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib.

Bagi saya ini adalah kitab impian. Ini adalah buku panduan dalam meraih impian dan takdir kita.

Pertanyaan mendasar dan utamanya adalah: apa yang Tuhan inginkan untuk kau lakukan sebagai khalifah di muka bumi ini?

Iklan
Standar

7 thoughts on “The Alchemist dan Perjalanan Menemukan Takdir

  1. muslih berkata:

    hidup seperti menggunakan kalkulator. Berapapun dan apapun kalkulasi yang kita masukkan sudah ada jawabanya / hasilnya… so berhati hatilan dalam menggunakanya..

    Suka

  2. Sebenarnya untuk hal ini, ada lagi buku yang lebih dahsyat. Sudah dicetak jutaan kali bahkan milyaran, diterjemahkan ke semua bahasa yang ada diseluruh dunia. Dibaca sampai tamat berkali-kali dalam setahun oleh jutaan manusia. Padahal buku tersebut sangat tebal. Tidak ada habis2nya manusia mengkaji dan mempelajari isi buku tersebut. Buku yang isinya sangat klasik namun memuat kandungan yang amat futuristik lagi penuh ilmu dan hikmah didalamnya.

    Hebatnya lagi, buku tersebut merupakan panduan dalam meraih impian dan takdir kita, tidak hanya di dunia, tpi juga akhirat.

    buku apakah itu? 🙂

    Suka

  3. EVA .APRILIA WATI berkata:

    Wah bener tuh sy setuju,komen nya pak HAVID.
    walau pun blm baca buku yg di maksud pak roni.
    tp intinya sebagai umat muslim,kt bs bljr semua bidang ilmu dr
    AL QUR’AN.

    Suka

  4. Ping-balik: baru tergerak «

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s