Uncategorized

Kenapa Jaya Setiabudi Hanya Mendidik Calon Entrepreneur Muda?

Sejak lama saya penasaran. Baru kemarin dapat jawabannya saat ikut TDA Fashion di Mangga Dua Square.

Mas Jaya Setiabudi mendirikan Young Entrepreneur Academy (YEA) berdasarkan riset.

Ternyata tingkat keberhasilan para karyawan yg jadi entrepreneur dengan mengikuti sekolah-sekolah entrepreneur itu lebih kecil dibandingkan anak-anak muda yang masih sekolah dan belum bekerja.

Alasannya, karena anak-anak muda itu masih nol, tidak ada pengalaman, tidak ada ketakutan dan kekhawatiran, belum ada keluarga. Mereka lebih plong dan nekat.

Beda dengan para karyawan yg usianya sudah di atas 25 tahun. Mereka banyak pertimbangan dan kekhawatiran. Makanya, akselerasinya jadi lambat.

Sejauh mana tingkat keberhasilan program mereka?

“Tinggi sekali”, jawab Mas Nazri, PR Officer YEA. Sebagian besar mereka jadi entreprenur yang sukses karena di sana mereka dididik secara total. Mereka harus berstatus single, harus ikut pendidikan full 6 bulan dan tidak boleh disambil dengan kuliah atau bekerja. Kalau tidak mengikuti aturan ini, mereka pun harus rela “dipecat” dari sekolah ini. Metodenya sendiri 30% teori dan 70% praktek di lapangan.

Saya kagum dan salut dengan metode ini. Ada unsur pemaksaan dan totalitas. Hasilnya pun mereka berani garansi.

Bagaimana dengan TDA yang katanya punya member lebih dari 14.000 ini? Mari kita jawab bersama. Menurut saya, kita juga harus belajar dan benchmarking kepada penulis buku laris The Power of Kepepet dengan YEA-nya ini.

Iklan
Standar

9 thoughts on “Kenapa Jaya Setiabudi Hanya Mendidik Calon Entrepreneur Muda?

  1. Manteb banget nih pak Jaya 🙂

    lama gak ketemu sama beliau. Tapi yang pasti saya gak bisa ikutan karena udah nggak single lagi hihihi…

    Sebenernya untuk saya karena nggak single itulah yang menyebabkan power of kepepetnya keluar.

    Kalo masih single, mungkin masih santai santai sampe sekarang.

    Suka

  2. Alhamdulillah,,sudah baca bukunya pak Jaya..
    Sangat menarik dan memotivasi, rahasia-rahasia yg untuk sebagian orang mungkin sudah diketahui namun tidak ada Actionnya,,nah disini kita dituntut tidak hanya cukup tahu teorinya saja tetap ACTION-lah yg diperlukan,sekali lagi ACtion,Action, and Action.
    Bravo buat Pak Jaya dan juga Bang Roni!!!

    Suka

  3. Dike berkata:

    Ambo juga sudah membaca buku mas Jaya itu Da. Dalam perjalanan ambo mencari guru bisnis baik melalui baca buku dan searching lewat internet rasanya ambo lebih cocok dengan uda karena uda masih punya waktu untuk berbagi secara terus menerus (ilmunya selalu update) dan pola pikir uda yang sederhana yang artinya bisnis bukan hanya memiliki tapi juga berbagi. Sukses selalu da. Semoga uda bisa bisa berbagi ilmu dengan kami.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s