Uncategorized

Rahasia Lulus SMA dengan Nilai Tertinggi tanpa Banyak Belajar

Saya lagi baca buku Delivering Happiness karya Tony Hsieh (CEO Zappos).

Ada satu bab yang menceritakan masa lalunya. Ia seorang mahasiswa yang malas belajar, tapi selalu berhasil lulus dengan nilai gemilang dengan menggunakan kreativitas dan dukungan The Power of Kepepet.

Saya jadi ingat waktu mau Ebtanas SMA dulu.

Saya juga tipe pelajar pemalas. Saya tidak suka belajar, tapi suka membaca.

Saya suka berlama-lama di perpustakaan, membaca majalah Tempo dan novel-novel sastra karya Danarto, Buya Hamka, Idrus, AA Navis dan sebagainya.

Walaupun pemalas, jauh hari sebelum ujian semua buku sudah saya kumpulkan, sampai setinggi dengkul. Lengkap.

Rencananya, saya mau belajar secara mencicil.

Tiga bulan, dua bulan, sebulan, bahkan seminggu menjelang ujian buku-buku itu belum tersentuh.

Entah mengapa, rasa malas itu lebih menguasai dari pada ketakutan tidak lulus nanti.

Akhirnya, karena kepepet, waktu makin dekat, mau tidak mau saya harus buka buku juga. Saya panik.

Tapi saya Bingung. Mau baca yang mana? Mulai dari mana? Banyak sekali materinya.

Akhirnya, saya dapat ide. Saya memutuskan untuk tidak mempelajari semuanya. Saya yakin, setiap tahun ada “pola” tertentu dalam pembuatan soal ujian.

Saya lakukan riset. Dan betul, prinsip pareto juga berlaku dalam pembuatan soal (saat itu saya belum mengenal prinsip ini). Soal-soal dari materi tertentu pasti muncul tiap tahun dalam jumlah tertentu.

Setelah ketemu polanya, saya fokus belajar materi yang pasti keluar (berdasarkan riset historis dan statistik ala saya).

Saya berani untuk tidak belajar sama sekali materi yang secara statistik jarang keluar. Ini spekulasi tingkat tinggi. Kalau riset saya salah, bagaimana?

Dengan pendekatan seperti itu, saya jadi belajar lebih sedikit dan terfokus. Lebih enteng.

Saya fokus belajar mata pelajaran yang saya kuasai seperti bahasa Inggris dan sedikit belajar mata pelajaran yang tidak saya kuasai seperti Matematika.

Hasilnya?

Alhamdulillah, Nilai Ebtanas Murni (NEM) saya rangking 2 tertinggi untuk jurusan sosial, mengalahkan teman-teman yang rajin belajar dan bahkan ikut bimbel setahun lebih.

Terus-terang, strategi ini lahir karena kepepet.

Belakangan, strategi/prinsip ini juga ampuh digunakan dalam mengelola bisnis saya.

Iklan
Standar

6 thoughts on “Rahasia Lulus SMA dengan Nilai Tertinggi tanpa Banyak Belajar

  1. Persis dg strategi saya dulu pak saat SMP saya rangking bisa diatas 30 di kelas tapi saat ebtanas no 4 tingkat SMP. Saat SMA rangkingnya paling sering diatas 20 di kelas tapi ebtanas rangking 3 se SMA 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s